TUGU JOGJA –ย Sebanyak 222 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Mlati telah mengakhiri kepesertaan atau graduasi hingga September 2026. Jumlah tersebut mendekati target 288 KPM yang ditetapkan tahun ini sebagai bagian dari upaya mendorong keluarga penerima bantuan sosial menjadi mandiri secara ekonomi.
Program Keluarga Harapan (PKH) di Kapanewon Mlati menunjukkan tren positif dalam mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat. Hingga tahap III tahun 2026, sebanyak 222 KPM telah lulus atau graduasi dari program bantuan sosial tersebut, sementara lebih dari 184 keluarga lainnya masih menjalani proses menuju graduasi.
Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Apresiasi Graduasi KPM PKH Kapanewon Mlati Tahun 2026 bertema โDari Bantuan Menuju Kemandirianโ yang digelar di Pendopo Kapanewon Mlati, Selasa (22/9/2026).
Program PKH di Mlati menjangkau lima kalurahan yakni Sendangadi, Sinduadi, Tlogoadi, Tirtoadi, dan Sumberadi. Pada tahap III tahun ini tercatat sebanyak 4.275 keluarga menerima bantuan PKH dengan pendampingan 12 pendamping sosial.
Panewu Mlati Dyah Purwanti mengatakan graduasi merupakan indikator keberhasilan program karena menunjukkan peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
โIni merupakan sebuah keberhasilan. Kami mengapresiasi 50 KPM yang hadir pada kesempatan ini, serta seluruh KPM yang telah graduasi di Kapanewon Mlati,โ katanya.
Tahun ini pemerintah menaikkan target graduasi dari sebelumnya 10 menjadi 24 KPM per pendamping setiap tahun. Dengan 12 pendamping sosial yang bertugas di Mlati, target graduasi mencapai 288 keluarga.
Pendamping PKH Kalurahan Tlogoadi, Suryantoro, menilai peningkatan target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi para pendamping untuk memperkuat proses pemberdayaan.
โWalaupun tahun ini targetnya naik dari 10 menjadi 24 KPM, kami tetap semangat. Justru kami berusaha lebih maksimal dalam melakukan pendampingan,โ ujarnya.
Selain menyalurkan bantuan sosial, pendamping PKH juga melakukan penguatan kapasitas keluarga melalui Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Pendampingan tersebut diarahkan agar keluarga penerima memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
Salah satu peserta yang telah graduasi adalah Giyati, warga Kalurahan Sumberadi. Ia tercatat menjadi penerima PKH sejak 2018 hingga 2026.
Menurut Giyati, bantuan PKH selama ini membantu keluarganya memenuhi kebutuhan pendidikan anak di tengah keterbatasan ekonomi.
โSaya sering berpikir, bagaimana anak-anak saya bisa terus sekolah? Bagaimana saya bisa memenuhi kebutuhan pendidikan mereka dengan kondisi ekonomi keluarga seperti ini?โ tuturnya.
Seiring berjalannya waktu, kondisi ekonomi keluarganya membaik. Salah satu anaknya telah lulus SMK dan bekerja sehingga keluarga merasa siap untuk mandiri tanpa bantuan PKH.
Graduasi yang dijalani Giyati menjadi gambaran tujuan utama PKH, yakni menjadikan bantuan sosial sebagai jembatan peningkatan kesejahteraan hingga keluarga mampu berdiri sendiri.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman Wildan Solichin turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur Forkopimkap Mlati, para lurah, pendamping sosial, dan penerima manfaat PKH.
Acara tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keluarga yang berhasil meningkatkan taraf hidup dan keluar dari program bantuan sosial secara mandiri.





