TUGU JOGJAย – Sebanyak 340 pemilik hewan mengikuti vaksinasi rabies gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman di halaman Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Rabies Internasional sekaligus bagian dari Pekan Vaksinasi Rabies untuk mempertahankan status Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai wilayah bebas rabies.
Dari 340 hewan yang didaftarkan, sekitar 40 ekor merupakan anjing. Sebagian besar lainnya merupakan kucing.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan vaksinasi rabies bukan sekadar kegiatan rutin untuk hewan peliharaan. Menurutnya, pencegahan rabies berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
โKegiatan ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar vaksinasi hewan peliharaan. Di dalamnya terdapat pesan penting mengenai kesehatan, keselamatan masyarakat, kesejahteraan hewan, kepedulian lingkungan, serta tanggung jawab kita sebagai manusia terhadap makhluk hidup di sekitar kita,โ ujar Danang.
Danang mengingatkan bahwa status DIY sebagai daerah bebas rabies bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Mobilitas hewan dari luar daerah tetap berpotensi membawa risiko masuknya rabies ke wilayah DIY.
โDaerah bebas rabies bukan berarti daerah yang bebas dari kewaspadaan terhadap rabies,โ tegasnya.
Menurut Danang, pemilik anjing maupun kucing perlu melihat pemeliharaan hewan sebagai tanggung jawab, bukan sekadar hobi.
Perawatan kesehatan, vaksinasi, dan pengawasan terhadap hewan peliharaan menjadi bagian dari upaya mencegah risiko bagi manusia maupun hewan lainnya.
Pemkab Sleman mendorong terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity pada populasi hewan yang rentan terhadap rabies. Upaya tersebut dilakukan melalui vaksinasi berkala dan penguatan surveilans kesehatan hewan.
Masyarakat juga diminta memahami langkah penanganan pertama apabila mengalami gigitan atau cakaran dari hewan yang berpotensi menularkan rabies.
Rabies merupakan penyakit yang dapat menular melalui air liur hewan yang terinfeksi, termasuk melalui gigitan.
Karena dampaknya berkaitan dengan kesehatan manusia, pencegahan rabies tidak hanya menjadi tanggung jawab pemilik hewan.
Danang menyebut penanganan rabies membutuhkan pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Pendekatan ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis dan dokter hewan, akademisi, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat yang memelihara hewan.
Selain melakukan vaksinasi, pemilik hewan juga diminta rutin memeriksakan kondisi kesehatan hewan, menjaga kebersihan kandang dan lingkungan, serta mengendalikan reproduksi hewan secara bertanggung jawab.
โMari sayangi anabul kita, jaga kesehatannya, dan lakukan vaksinasi secara rutin,โ kata Danang.
Kepala DP3 Kabupaten Sleman Liem Astuti mengatakan status DIY sebagai wilayah bebas rabies perlu dipertahankan melalui pencegahan yang dilakukan secara konsisten.
โOleh karena itu, DP3 Kabupaten Sleman melalui UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan menyelenggarakan vaksinasi rabies gratis ini. Tak hanya vaksinasi, acara ini juga diisi dengan ruang edukasi dan rekreasi,โ ujar Liem.
Selain vaksinasi, kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah aktivitas edukasi dan hiburan. Acara mencakup peragaan busana atau fashion show dan kontes kucing.
Edukasi mengenai kesehatan hewan juga diberikan kepada anak-anak KB/TK se-Kabupaten Sleman. Kegiatan semakin meriah dengan lomba mewarnai sebagai bagian dari pengenalan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan hewan sejak usia dini.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Sleman berharap kesadaran pemilik hewan untuk melakukan vaksinasi dan menjaga kesehatan hewan terus meningkat. Upaya itu ditujukan untuk mendukung pemeliharaan status DIY sebagai daerah bebas rabies.ย (Gal)





