
TUGUJOGJA – Yogyakarta bukan hanya terkenal dengan budaya dan sejarahnya, tetapi juga memiliki sejumlah pura yang menjadi pusat ibadah umat Hindu sekaligus destinasi wisata religi.
Dari Sleman, Bantul, hingga Gunungkidul, setiap pura di Jogja menyimpan kisah unik, keindahan arsitektur, serta nuansa spiritual yang menenangkan.
Yogyakarta dikenal sebagai kota yang sarat akan nilai sejarah dan budaya. Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa di balik gemerlap wisata budaya, Jogja juga menyimpan jejak spiritual umat Hindu dalam bentuk pura yang tersebar di beberapa wilayah.
Keberadaan pura-pura ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga menghadirkan daya tarik wisata religi bagi masyarakat luas.
Arsitekturnya yang khas, lokasinya yang indah, hingga kisah sejarah di balik pembangunannya menjadikan pura di Jogja begitu istimewa.
Beberapa di antaranya berdiri megah di tepi pantai, ada pula yang berlokasi di area kampus hingga kawasan bersejarah. Mari kita telusuri lebih jauh pura-pura Hindu yang ada di Jogja berikut ini.
1. Pura Segara Wukir, Gunungkidul
Pantai Ngobaran di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunungkidul, menjadi rumah bagi Pura Segara Wukir, salah satu pura yang paling dikenal di Yogyakarta.
Pura ini dibangun pada tahun 2003 sebagai bentuk penghormatan atas kisah legendaris Prabu Brawijaya V dari Majapahit. Konon, pantai ini dipercaya sebagai tempat terakhir sang raja yang memilih mengakhiri hidupnya dengan membakar diri.
Arsitektur pura ini menyerupai pura-pura di Bali, lengkap dengan patung-patung dewa Hindu yang mengelilingi area ibadah.
Letaknya yang langsung menghadap laut membuat suasana semakin sakral, ditambah panorama matahari terbenam yang memukau.
Pura Segara Wukir juga kerap digunakan untuk berbagai upacara adat Hindu, seperti Tumpek Uduh dan Odalan. Selain umat Hindu yang beribadah, wisatawan pun ramai berkunjung untuk menikmati keindahan alam sekaligus aura spiritual yang memikat.
2. Pura Jagatnatha, Bantul
Bergerak ke wilayah Bantul, terdapat Pura Jagatnatha di kawasan Banguntapan. Pura ini berdiri sejak tahun 1967, seiring bertambahnya jumlah umat Hindu di daerah tersebut. Dengan desain arsitektur yang kental nuansa Bali, Pura Jagatnatha memberikan ketenangan dan kedamaian bagi siapa pun yang berkunjung.
Selain difungsikan sebagai tempat sembahyang, pura ini juga sering menjadi tujuan wisata religi. Banyak pengunjung yang datang untuk sekadar merasakan suasana sejuk, menikmati arsitektur, hingga mengambil foto berlatar pura yang indah. Pohon-pohon rindang di sekitarnya semakin menambah kesan tenteram.
3. Pura Vaikuntha Vyomantara, Sleman
Salah satu pura yang memiliki ciri khas unik adalah Pura Vaikuntha Vyomantara, yang berada di dalam kompleks Lanud Adisutjipto, Sleman.
Berada di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, pura ini diresmikan pada tahun 2014 oleh Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, Kepala Staf Angkatan Udara saat itu.
Keunikan pura ini terletak pada lingkungannya yang berdampingan dengan gereja dan masjid. Hal ini mencerminkan harmoni antar umat beragama yang begitu kental di Yogyakarta.
Pintu masuk utama atau Kori Agung menambah kesan sakral, di mana tidak semua pengunjung bisa masuk begitu saja tanpa melalui tata cara tertentu. Pura ini sangat cocok untuk mereka yang ingin melakukan perenungan dan mencari ketenangan batin.
4. Pura Dharmasanti, Sleman
Tidak jauh dari Situs Ratu Boko, tepatnya di Dusun Sumberwatu, Prambanan, Sleman, berdiri Pura Dharmasanti.
Keberadaan pura ini sangat menarik karena tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah tinggi. Di sekitarnya terdapat tujuh buah lingga peninggalan masa klasik Hindu yang kini dipajang di area pura.
Suasana sakral semakin terasa dengan latar belakang perbukitan dan kedekatannya dengan situs-situs bersejarah lain.
Pura Dharmasanti sering digunakan untuk kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi tujuan wisata budaya bagi mereka yang ingin mendalami sejarah Hindu di Jawa.
5. Pura Sanatanagama, Universitas Gadjah Mada
Pura terbaru di Yogyakarta adalah Pura Sanatanagama yang berlokasi di Kompleks Fasilitas Kerohanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Pembangunan pura ini selesai pada tahun 2024 dan diresmikan melalui upacara Ngenteg Linggih yang dihadiri oleh berbagai tokoh nasional.
Kehadiran pura ini menjadi tonggak penting, bukan hanya bagi mahasiswa Hindu di UGM, tetapi juga bagi perkembangan spiritual Hindu di Yogyakarta.
Pura Sanatanagama kini menjadi pusat kegiatan keagamaan, budaya, serta pembelajaran spiritual di lingkungan akademis. Keberadaannya semakin menegaskan bahwa Jogja adalah ruang hidup bagi berbagai tradisi dan keyakinan yang berjalan berdampingan.
Pura-pura di Jogja bukan hanya tempat ibadah semata, tetapi juga saksi perjalanan panjang sejarah, budaya, dan harmoni keberagaman.
Mulai dari pura yang berdiri di tepi laut hingga yang terletak di tengah kampus modern, semuanya menawarkan pengalaman berbeda.
Bagi umat Hindu, pura-pura ini menjadi pusat penguatan spiritual. Sementara bagi wisatawan, setiap pura menyuguhkan kombinasi unik antara arsitektur khas, keindahan alam sekitar, serta nuansa religius yang menenangkan.
Jika Anda berencana menjelajahi Yogyakarta, luangkan waktu untuk mengunjungi pura-pura tersebut. Selain memperluas wawasan tentang budaya Hindu di Jawa, perjalanan ini juga bisa menjadi momen refleksi untuk menemukan kedamaian dalam kesibukan hidup sehari-hari.
***