
TUGUJOGJA – Video kecelakaan yang melibatkan ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) dengan seorang remaja pengendara sepeda motor di depan Alun-Alun Pemda Wonosari, Gunungkidul, menjadi viral dan memicu keprihatinan warganet.
Rekaman yang beredar memperlihatkan ambulans sedang membawa pasien dalam kondisi darurat ketika berhadapan dengan remaja yang mengendarai motor secara ugal-ugalan.
Dalam video tersebut, terlihat sebuah truk menepi ke kiri setelah pengemudinya mendengar sirene ambulans yang melaju dari arah berlawanan.
Ambulans kemudian mengambil jalur kanan atau jalur berlawanan untuk menghindari lampu merah di simpang Alun-Alun Pemda Wonosari.
Situasi berubah ketika seorang remaja pengendara Yamaha Vega berusaha mendahului truk dengan kecepatan tinggi tanpa memperhatikan lalu lintas dari arah depan.
Motor yang dikendarainya masuk ke jalur ambulans dan menghantam bagian depan kendaraan medis tersebut. Foto-foto yang beredar menunjukkan sepeda motor tersangkut di bawah roda depan ambulans setelah tabrakan.
Kanit Gakkum Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menyatakan kecelakaan terjadi karena sepeda motor muncul dari belakang truk dan langsung mengambil jalur kanan saat ambulans melaju di jalur berlawanan.
“Remaja itu berusaha menyalip tanpa memperhitungkan situasi lalu lintas dari arah depan. Ambulans sudah menyalakan sirene dan lampu isyarat karena membawa pasien darurat. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tidak bisa dihindarkan,” ujarnya.
Kecelakaan berlangsung pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 21.21 WIB di Jalan Brigjen Katamso, tepat di depan Kantor Pos Wonosari, Dusun Trimulyo I, Kalurahan Kepek.
Pihak yang terlibat yaitu pengendara Yamaha Vega AB-6609-RW, Rizki Candra Darmawan (17) asal Nglipar, serta pengemudi ambulans Mitsubishi L300 AB-9015-W, Andy Trisyana (41) warga Bejiharjo, Karangmojo.
Kronologi dan Kondisi Terbaru Korban
Menurut keterangan kepolisian, ambulans yang dikemudikan Andy Trisyana melaju dari arah Barat (Siyono) menuju Timur (Wonosari) sambil membawa pasien kecelakaan.
Saat tiba di lokasi, beberapa kendaraan berhenti karena lampu merah. Pengemudi ambulans mengambil jalur kanan untuk melanjutkan perjalanan darurat.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan, Rizki yang mengendarai Yamaha Vega menyalip truk di depannya dan masuk ke jalur kanan tanpa memeriksa kondisi lalu lintas. Karena jarak terlalu dekat, tabrakan keras terjadi.
Motor terpental dan tersangkut di bagian depan ambulans, yang juga mengalami kerusakan.
Tim medis RSUD Wonosari melaporkan bahwa Rizki mengalami cedera kepala dan patah tulang kaki kiri, namun masih dalam kondisi sadar.
Ia sempat mendapat perawatan di IGD sebelum dipindahkan ke ruang perawatan intensif. Sementara itu, pengemudi ambulans dan pasien di dalamnya tidak mengalami luka serius.
“Pasien di dalam ambulans dipindah ke ambulans lain milik PMI, sementara pengendara motor dievakuasi dengan ambulans GES,” kata petugas.
Ipda Nur Ikhwan mengimbau pengendara untuk lebih disiplin, terutama saat mendengar suara sirene ambulans.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ugal-ugalan, terutama di dekat simpang atau ketika mendengar sirene ambulans. Detik kelalaian bisa berakibat fatal,” ujarnya.