
TUGUJOGJA – Malam yang semula tenang di Padukuhan Rejosari, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, berubah menjadi kepanikan luar biasa.
Sekitar pukul 22.30 WIB, Rabu (29/10/2025), rumah milik Sulis Wibowo (40) mendadak dilalap api. Dalam hitungan menit, bangunan permanen seluas 8×10 meter itu berubah menjadi puing-puing hitam gosong.
Peristiwa memilukan itu bermula dari hal sepele, anak korban, Dani (18), meninggalkan ponsel yang sedang di-charge di kamar. Saat ia beranjak ke kamar mandi, tanpa disadari, arus listrik dari ponsel yang sedang terhubung ke stopkontak memicu percikan api.
Ledakan Kecil yang Mengubah Segalanya
Sekitar pukul 22.00 WIB, Dani memasang charger ponselnya, lalu pergi ke kamar mandi. Di tengah kesunyian malam, tiba-tiba terdengar suara “ledakan kecil” dari arah kamarnya. Sekejap, api muncul dari meja tempat ponsel itu dicas, menjalar ke plafon rumah berbahan PVC.
“Dani mendengar suara ledakan, langsung keluar dan melihat api sudah membesar. Ia menjerit minta tolong,” ungkap Kapolsek Gedangsari AKP Suryanto.
Teriakan panik itu membangunkan Sulis Wibowo dan istrinya, Wiwin (38). Tanpa pikir panjang, keduanya langsung menyelamatkan anak-anak mereka keluar rumah.
Dalam situasi genting itu, Sulis sempat berpacu dengan waktu — ia berlari ke teras, menyalakan mobil, dan berhasil memindahkannya sebelum api menjilat kendaraan tersebut.
Api Mengamuk, Rumah Ludes 90 Persen
Warga sekitar segera berhamburan keluar dan bergotong-royong membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, material plafon PVC membuat si jago merah cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.
“Api cepat sekali membesar, karena plafon dan beberapa bagian rumahnya dari bahan plastik ringan,” terang AKP Suryanto.
Petugas Damkar Gunungkidul dan Klaten yang tiba di lokasi sekitar pukul 22.20 WIB langsung melakukan penyemprotan air dari dua arah. Setelah berjibaku hampir setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.50 WIB.
Namun, saat api benar-benar padam, yang tersisa hanyalah dinding hangus, atap ambruk, dan perabotan yang meleleh. Hampir 90 persen bangunan rumah ludes terbakar, termasuk perabot, pakaian, surat berharga, serta sejumlah uang tunai dan perhiasan emas yang tersimpan di dalam lemari.
Luka Ringan dan Kerugian Besar
Meski seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri, Sulis dan anaknya mengalami luka bakar ringan di ibu jari kaki kanan akibat tersengat panas saat berusaha menyelamatkan barang-barang penting. Keduanya telah mendapat pertolongan medis dari petugas puskesmas terdekat.
“Syukur tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material kami perkirakan mencapai Rp200 juta,” kata Kapolsek Gedangsari menegaskan.
Ia menjelaskan, angka tersebut mencakup kerusakan total rumah, perabotan, dan harta benda lain yang ikut terbakar. Polisi memastikan api bersumber dari korsleting listrik pada kabel charger ponsel, yang saat itu ditinggal tanpa pengawasan.
Warga Masih Trauma
Pasca kejadian, warga sekitar masih diselimuti rasa ngeri. Beberapa tetangga mengaku sempat panik karena api sempat membubung tinggi dan hampir merembet ke rumah di sebelah timur.
“Langitnya merah besar sekali, saya kira kilat. Ternyata api sudah nyamber atap rumah Pak Sulis,” tutur Sutrisno, salah satu warga yang ikut membantu pemadaman.
Kini, Sulis dan keluarganya mengungsi sementara di rumah kerabat di padukuhan yang sama. Pihak pemerintah kalurahan dan kepolisian sudah menyalurkan bantuan darurat berupa sembako dan pakaian.
Polisi Ingatkan Warga agar Waspada Saat Mengecas HP
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi warga untuk lebih berhati-hati menggunakan alat elektronik di rumah, terutama ponsel dan charger yang kualitasnya belum terjamin.
“Jangan tinggalkan HP yang sedang dicas, apalagi di malam hari. Panas berlebih bisa memicu korsleting listrik dan kebakaran,” pesan AKP Suryanto.