
TUGUJOGJA – Umat Islam dianjurkan untuk mulai memperbanyak amalan sunnah sebagai bekal spiritual sebelum datangnya bulan suci Ramadan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar adalah membaca doa ketika memasuki malam pertama bulan Syaban.
Momentum pergantian bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki niat, membersihkan hati, serta memohon keberkahan kepada Allah SWT agar diberikan kesempatan bertemu dengan Ramadan dalam keadaan iman dan kesehatan yang baik.
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 1 Syaban 1447 Hijriah bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026.
Namun perlu diketahui, sistem penanggalan Hijriah dimulai sejak terbenamnya matahari. Oleh karena itu, malam 1 Syaban jatuh pada Senin, 19 Januari 2026, setelah waktu Maghrib.
Dengan demikian, umat Islam sudah dapat mulai membaca doa malam 1 Syaban sejak Maghrib pada Senin tersebut sebagai bentuk penyambutan bulan Syaban.
Keutamaan Membaca Doa Saat Memasuki Bulan Syaban
Dalam tradisi Islam, doa memiliki kedudukan yang sangat penting, terutama ketika memasuki waktu-waktu istimewa. Berdasarkan keterangan dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca doa khusus ketika memasuki bulan Syaban.
Doa tersebut berisi permohonan kepada Allah SWT agar bulan Rajab dan Syaban dipenuhi keberkahan serta agar umat Islam dipanjangkan umur dan dipertemukan dengan bulan Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa Syaban bukan sekadar bulan peralihan, melainkan fase penting dalam perjalanan spiritual seorang Muslim.
Dengan membaca doa di malam 1 Syaban, umat Islam diharapkan dapat mempersiapkan batin dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Doa Malam 1 Syaban yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Berikut adalah doa yang diriwayatkan dibaca oleh Rasulullah SAW ketika memasuki bulan Syaban sebagaimana tercantum dalam Kalender Ibadah Sepanjang Tahun:
Tulisan Arab:
ุงููููููู ูู ุจูุงุฑููู ููููุง ููู ุฑูุฌูุจู ููุดูุนูุจูุงูู ููุจููููุบูููุง ุฑูู ูุถูุงูู
Arab Latin:
Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa syaโbaana wa ballighnaa ramadhaana.
Artinya:
โYa Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan bulan Syaban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan.โ
Doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang kali. Semakin sering dilantunkan dengan penuh keikhlasan, semakin besar pula harapan pahala dan keberkahan yang akan diperoleh.
Doa Malam 1 Syaban Lainnya yang Diamalkan Para Sahabat
Selain doa di atas, terdapat doa lain yang juga sering diamalkan oleh para sahabat Nabi SAW ketika memasuki bulan Syaban dan Rajab. Doa ini berisi permohonan agar dipertemukan dengan Ramadan serta diterima amal ibadah yang dikerjakan.
Tulisan Arab:
ุงููููููู ูู ุณููููู ูููู ููุฑูู ูุถูุงูู ููุณููููู ู ููู ุฑูู ูุถูุงูู ููุชูุณููููู ููู ู ููููู ู ูุชูููุจููููุง
Arab Latin:
Allaahumma sallimnii liramadhaana wasallim lii ramadhaana wa tasallam-hu minni mutaqabbalan.
Artinya:
โYa Allah, antarkanlah aku hingga sampai kepada Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, serta terimalah seluruh amal ibadahku di bulan Ramadan.โ
Doa ini juga sangat dianjurkan untuk dibaca berulang kali selama bulan Syaban sebagai bentuk harapan dan kesiapan menyambut Ramadan.
Kaitan Bulan Syaban dengan Malam Nisfu Syaban
Bulan Syaban juga memiliki kaitan erat dengan malam Nisfu Syaban, yaitu malam pertengahan bulan Syaban yang dikenal sebagai malam penuh keutamaan.
Dalam beberapa kitab klasik disebutkan bahwa pada bulan Syaban, khususnya malam Nisfu Syaban, Malaikat Maut mencatat nama-nama manusia yang akan menemui ajalnya hingga Syaban tahun berikutnya. Pada waktu yang sama, amalan manusia juga dinilai tingkat kedekatan atau jauhnya dari Allah SWT.
Dalam kitab Tuhfah Al-Ikhwan, diriwayatkan dari Athaโ bin Yasar:
โApabila datang malam Nisfu Syaban, Malaikat Maut mencatat siapa saja yang akan meninggal dari bulan Syaban hingga Syaban berikutnya. Bisa jadi seseorang masih sibuk berbuat maksiat, berbuat zalim, menikah, dan menanam pepohonan, padahal namanya telah tercatat sebagai orang yang akan meninggal. Tidak ada satu malam pun setelah Lailatul Qadar yang lebih utama daripada malam Nisfu Syaban.โ
Keterangan ini menjadi pengingat bagi umat Islam agar memanfaatkan bulan Syaban dengan sebaik-baiknya untuk introspeksi dan memperbanyak amal saleh.
Keistimewaan dan Kemuliaan Bulan Syaban
Bulan Syaban terletak di antara dua bulan mulia, yakni Rajab dan Ramadan. Karena posisinya tersebut, Syaban kerap terabaikan oleh sebagian orang. Padahal, bulan ini menyimpan banyak keutamaan yang sangat penting bagi kehidupan spiritual umat Islam.
Rasulullah SAW menjelaskan keistimewaan bulan Syaban dalam sebuah hadis:
ุฐูุงูู ุดูููุฑู ุชูุบููููู ุงููููุงุณู ุนููููู ุจููููู ุฑูุฌูุจู ููุฑูู ูุถูุงููุ ูููููู ุดูููุฑู ุชูุฑูููุนู ููููู ุงูุฃูุนูู ูุงูู ุฅูููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู ููููุ ููุฃูุญูุจูู ุฃููู ููุฑูููุนู ุนูู ูููู ููุฃูููุง ุตูุงุฆูู ู
Artinya:
โSyaban adalah bulan yang sering dilupakan manusia karena berada di antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan ini amal-amal diangkat kepada Allah, dan aku ingin ketika amalku diangkat, aku berada dalam keadaan berpuasa.โ (HR Abu Dawud dan Nasaโi)
Selain itu, Imam Bukhari dan Imam Muslim juga meriwayatkan bahwa Aisyah RA menyampaikan Rasulullah SAW paling banyak melakukan puasa sunnah di bulan Syaban dibandingkan bulan lainnya.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Syaban
Selain membaca doa malam 1 Syaban, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak:
- Zikir dan istighfar
- Puasa sunnah
- Membaca Al-Qurโan
- Memperbanyak doa dan sedekah
Pada bulan Syaban, Allah SWT melimpahkan berbagai bentuk kebaikan kepada hamba-Nya, berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), dan itqun min โadzabin naar (pembebasan dari siksa neraka).
Malam 1 Syaban merupakan momentum penting yang sebaiknya tidak dilewatkan begitu saja. Dengan membaca doa-doa yang dianjurkan Rasulullah SAW dan para sahabat, umat Islam dapat memulai bulan Syaban dengan penuh harapan, keberkahan, dan kesiapan menyambut Ramadan.
Semoga Allah SWT memberikan kita umur panjang, kesehatan, serta kesempatan untuk bertemu bulan suci Ramadan dalam keadaan iman yang terbaik.
***