
TUGU JOGJA – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) membuka peluang lebih luas bagi sivitas akademika untuk menjangkau pendidikan dan kerja sama internasional melalui kegiatan DAAD Info Session yang digelar pada Rabu (20/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Diskusi Basement Gedung Thomas Aquinas Kampus II UAJY itu menghadirkan Direktur Regional Office Jakarta DAAD, Dr. Guido Schnieders, untuk memperkenalkan berbagai program beasiswa serta peluang kolaborasi riset dengan universitas di Jerman.
Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Kerja Sama dan Promosi (KKP) UAJY tersebut diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan. Peserta memperoleh penjelasan lengkap mengenai program beasiswa DAAD mulai dari jenjang magister, doktoral, hingga postdoctoral. Selain itu, sesi ini juga membahas peluang pendanaan proyek kolaboratif antara perguruan tinggi di Indonesia dan Jerman.
UAJY Dorong Penguatan Wawasan Internasional Sivitas Akademika
Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi UAJY, Drs. Ign. Agus Putranto, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika UAJY untuk memperluas wawasan internasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan melalui jejaring global.
โIni adalah kesempatan yang sangat baik bagi kami, terutama untuk mengembangkan wawasan dan juga meningkatkan kualitas pendidikan kami. Ketika kami mendapatkan informasi dari DAAD, ada lebih banyak peluang bagi kami untuk terlibat dalam proyek, program, dan pendidikan global,โ ujarnya.
Menurut Agus, kehadiran DAAD di lingkungan kampus memberikan akses informasi yang lebih luas mengenai pendidikan tinggi di Jerman, termasuk peluang kerja sama akademik yang dapat dimanfaatkan oleh dosen maupun tenaga kependidikan UAJY.
Melalui kegiatan tersebut, UAJY juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, terutama dalam memperkuat koneksi dengan institusi pendidikan dan riset di luar negeri.
DAAD Kenalkan Program Beasiswa hingga Pendanaan Proyek Riset
Dalam pemaparannya, Dr. Guido Schnieders menjelaskan bahwa DAAD merupakan organisasi non-profit yang memperoleh pendanaan dari Pemerintah Jerman untuk mendukung pertukaran akademik internasional.
Ia menegaskan bahwa DAAD tidak hanya menyediakan beasiswa individu bagi mahasiswa dan peneliti, tetapi juga mendukung berbagai bentuk kerja sama akademik antaruniversitas di berbagai negara.
โDAAD bertanggung jawab untuk mendorong kerja sama akademik antara universitas di Jerman dan seluruh dunia. Kami menawarkan pendanaan individu, pendanaan proyek, serta informasi dan konsultasi mengenai studi dan riset di Jerman,โ jelasnya.
Program-program yang diperkenalkan dalam sesi tersebut mencakup kesempatan studi lanjut di Jerman untuk jenjang magister hingga postdoctoral. Selain itu, DAAD juga membuka peluang bagi universitas di Indonesia untuk mengembangkan proyek riset bersama dengan institusi pendidikan tinggi di Jerman.
Jerman Dinilai Memiliki Ekosistem Riset dan Inovasi yang Kuat
Guido turut menyoroti kekuatan sistem pendidikan tinggi di Jerman yang didukung ekosistem riset dan inovasi yang berkembang pesat. Ia menyebut hubungan erat antara universitas dan industri menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kemajuan riset di negara tersebut.
Menurutnya, internasionalisasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di Jerman. Karena itu, kerja sama lintas negara terus diperluas, termasuk dengan Indonesia.
โSains merupakan sistem komunikasi global yang melampaui budaya, agama, dan batas negara. Karena itu, kami sangat terbuka terhadap kolaborasi internasional, termasuk dengan Indonesia,โ jelas Guido.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peluang kerja sama akademik antara Indonesia dan Jerman masih terbuka luas, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi.
UAJY Harap Sivitas Akademika Manfaatkan Kesempatan Global
Melalui penyelenggaraan DAAD Info Session, UAJY berharap semakin banyak sivitas akademika yang terdorong untuk memanfaatkan peluang internasional yang tersedia.
Kesempatan tersebut tidak hanya mencakup studi lanjut melalui program beasiswa, tetapi juga pertukaran pelajar, pengembangan penelitian bersama, hingga kolaborasi akademik dengan universitas-universitas di Jerman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UAJY dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis jejaring internasional dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tingkat global.