
TUGUJOGJA — Kebakaran menghanguskan bagian dapur rumah milik seorang lansia di Padukuhan Sumuran, Kalurahan Palbapang, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Senin (8/6/2026) sore.
Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah kayu yang dilakukan pemilik rumah sebelum akhirnya merembet ke tumpukan kayu bakar dan atap bambu.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.45 WIB saat warga mulai beraktivitas menjelang malam.
Rumah yang terbakar diketahui milik Sagiyo atau Harto Wiyono (90), seorang buruh tani yang tinggal di wilayah Jetis RT 01, Padukuhan Sumuran.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun bagian dapur berukuran sekitar 6 x 5 meter mengalami kerusakan cukup parah.
Bermula dari Membakar Sampah Kayu
Berdasarkan informasi yang dihimpun aparat kepolisian, Mbah Harto sebelumnya membersihkan sampah kayu di sekitar rumah.
Sekitar pukul 17.10 WIB, tumpukan sampah tersebut dibakar di area dekat dapur. Setelah api menyala, korban meninggalkan lokasi dan berjalan ke bagian lain rumah.
Tak lama kemudian, api diduga merembet ke tumpukan kayu bakar yang berada di dalam dapur. Dalam waktu singkat kobaran api membesar dan menyambar atap dapur yang terbuat dari bambu kering.
Asap tebal terlihat membumbung dari belakang rumah dan menarik perhatian warga sekitar. Situasi sore yang sebelumnya tenang mendadak berubah menjadi kepanikan.
Cucu korban yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi sang kakek keluar rumah sambil berteriak meminta bantuan.
Teriakan itu segera mengundang warga berdatangan ke lokasi.
Warga dan Petugas Bergerak Cepat
Salah seorang warga, Supriana (61), mengaku pertama kali melihat asap tebal saat melintas di depan rumah korban. Ia kemudian menghubungi warga lain, Rismanto (56), untuk meminta bantuan.
Laporan segera diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul dan aparat keamanan setempat.
Respons cepat terlihat di lokasi. Sekitar pukul 17.50 WIB, dua armada BPBD tiba dan langsung melakukan pemadaman.
Empat menit berselang, personel Polsek Bantul yang dipimpin Perwira Pengawas bersama petugas piket fungsi juga datang membantu proses penanganan.
Warga bersama petugas bahu-membahu mengendalikan kobaran api agar tidak menjalar ke bangunan utama rumah maupun rumah tetangga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Beberapa warga terlihat membantu membawa ember berisi air, sementara petugas fokus menyemprot titik api yang membakar atap dan rangka dapur.
Setelah sekitar 20 menit proses pemadaman berlangsung, api akhirnya berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 18.10 WIB.
Kerugian Diperkirakan Rp7 Juta
Meski kebakaran tidak menimbulkan korban, kerusakan yang ditinggalkan cukup signifikan. Bagian atap dapur yang menggunakan material bambu hangus terbakar.
Sejumlah kayu bakar dan peralatan rumah tangga yang berada di dalam dapur juga ikut terdampak. Petugas memperkirakan total kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp7 juta.
Usai api padam, aparat melanjutkan pemeriksaan di lokasi. Unit Identifikasi Satreskrim Polres Bantul tiba sekitar pukul 18.20 WIB untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pemeriksaan juga melibatkan petugas PLN Unit Layanan Pelanggan Bantul yang datang sekitar pukul 18.30 WIB guna memastikan instalasi listrik di sekitar rumah aman dan tidak menimbulkan risiko lanjutan.
Polisi Ingatkan Bahaya Membakar Sampah Saat Musim Kemarau
Hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan bahwa sumber api berasal dari pembakaran sampah kayu yang belum benar-benar padam.
Percikan api kemudian menjalar ke material mudah terbakar di dalam dapur hingga menyebabkan kebakaran.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama saat cuaca kering dan angin bertiup cukup kencang.
Pada musim kemarau, material seperti daun kering, bambu, kayu bakar, hingga tumpukan sampah organik dapat dengan mudah terbakar dan memicu kebakaran yang lebih besar.
Peristiwa yang menimpa Mbah Harto menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti membakar sampah tetap membutuhkan pengawasan.
Dalam hitungan menit, api kecil dapat berubah menjadi ancaman yang menghanguskan bangunan jika berada di dekat material mudah terbakar.