
TUGUJOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gunungkidul terus memperluas layanan transportasi aman, nyaman, dan gratis bagi pelajar melalui program bus sekolah.
Dishub menargetkan seluruh kapanewon dapat terlayani bus sekolah demi menjamin akses pendidikan yang lebih baik bagi siswa di wilayah pedesaan.
Sejak awal 2023, Dishub Gunungkidul resmi mengoperasikan program bus sekolah. Program ini disambut hangat masyarakat. Antusiasme pelajar meningkat setiap hari, terlihat dari kursi bus yang selalu penuh setiap pagi.
Layanan ini dinilai menjadi solusi bagi persoalan transportasi utama, terutama di wilayah pedesaan yang jauh dari jangkauan angkutan umum.
“Layanan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Antusias anak-anak terhadap bus sekolah ini sangat bagus. Sejak awal beroperasi, jumlah pengguna terus meningkat seiring penambahan rute,” ujar Kepala Dishub Gunungkidul, Irawan Jatmiko, Senin (20/10/2025).
Perluasan Layanan dan Inovasi Transportasi Sekolah
Hingga Oktober 2025, Dishub telah mengoperasikan delapan armada bus sekolah yang tersebar di berbagai wilayah. Setiap bus dilengkapi dengan ruang baca mini, tempat duduk yang nyaman, serta fitur keselamatan standar.
Selain itu, Dishub juga menyiapkan Zona Selamat Sekolah (ZOSS) di sejumlah titik strategis untuk memastikan keamanan pelajar saat naik, turun, maupun menyeberang jalan.
Menurut Irawan, hadirnya bus sekolah merupakan bagian penting dari misi pemerintah daerah dalam menciptakan sistem transportasi publik yang aman dan layak bagi anak-anak sekolah.
“Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi membawa kendaraan sendiri ke sekolah,” tegasnya.
Selama dua tahun beroperasi, Dishub Gunungkidul telah membuka tujuh jalur utama bus sekolah yang menghubungkan berbagai kapanewon ke pusat kota.
Jalur tersebut meliputi Semanu–Wonosari, Gedangsari–Wonosari, Ponjong–Wonosari, Semin–Wonosari, Tanjungsari–Wonosari, Sokoliman–Wonosari, dan yang terbaru Nglipar–Wonosari.
Setiap rute dirancang untuk menjangkau wilayah dengan kepadatan pelajar tinggi namun minim akses transportasi.
Untuk meningkatkan pelayanan, Dishub juga memperbaiki halte yang sering digunakan naik-turun penumpang serta melengkapi armada dengan fasilitas pendukung tambahan.
“Kami juga melakukan perbaikan halte yang sering digunakan naik-turun penumpang,” kata Irawan.
Ia menambahkan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan program ini. Pihaknya rutin melakukan pengecekan kondisi bus, pelatihan sopir, serta edukasi keselamatan kepada pelajar.
“Kami ingin memastikan anak-anak aman selama perjalanan. Keselamatan mereka tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Usulan Penambahan Armada dan Dukungan Dana
Meski program berjalan baik, Dishub menilai masih perlu penambahan unit untuk menjangkau seluruh kapanewon di Gunungkidul.
Dengan karakter wilayah yang luas dan topografi yang beragam, tambahan armada dinilai penting agar seluruh pelajar bisa merasakan manfaat program bus sekolah.
Untuk mewujudkan target tersebut, Dishub Gunungkidul telah mengajukan usulan tambahan armada melalui skema pendanaan Dana Keistimewaan (Danais) Pemerintah DIY, serta dukungan dari Kementerian Perhubungan.
Langkah ini diambil agar keberadaan bus sekolah tak hanya bertahan, tapi juga berkembang hingga ke pelosok.
Sekretaris Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji, menegaskan pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan layanan hingga seluruh kapanewon terlayani.
“Semakin banyak unit yang beroperasi, semakin baik akses transportasi bagi anak-anak,” ujarnya.
Bayu menilai, kehadiran bus sekolah bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bentuk investasi untuk masa depan. Dengan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau, anak-anak dapat bersekolah tanpa hambatan.
“Tujuan kami sederhana tapi penting, memastikan tidak ada anak yang terlambat atau batal sekolah hanya karena tidak ada kendaraan. Bus sekolah menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam kehidupan sehari-hari mereka,” tegas Bayu.