TUGU JOGJAย – Video yang menyoroti bau menyengat di Pantai Cangkring, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, viral di media sosial.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul menerjunkan tim ke lokasi dan mengambil sampel air untuk diperiksa di laboratorium.
Video berdurasi 14 detik itu diunggah akun Instagram @jogjasrawung_. Dalam unggahannya, pemilik akun memperlihatkan kondisi Pantai Cangkring sekaligus menyampaikan keluhan mengenai aroma tidak sedap yang tercium di kawasan tersebut.
Pemilik akun juga mengajak masyarakat merasakan langsung kondisi di sekitar pantai melalui narasi berbahasa Jawa.
“Lur jajal dolan neng Pantai Cangkring, gek ambunen terus tok rasakke sing tenanan,” tulisnya, sebagaimana dilansir Tugujogja.idย pada Jumat, 25 September 2026.
Unggahan tersebut kemudian mendapat perhatian pengguna media sosial. Sejumlah warganet turut menyoroti kondisi Pantai Cangkring dan menduga bau menyengat berkaitan dengan air limbah.
Namun, dugaan mengenai sumber dan jenis limbah tersebut belum dapat dipastikan. DLH Bantul masih menunggu hasil pemeriksaan sampel air sebelum menentukan penyebab bau yang dikeluhkan.
Kepala DLH Kabupaten Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai keluhan bau menyengat di Pantai Cangkring.
DLH Bantul kemudian berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah koordinasi dilakukan, tim DLH Bantul turun langsung ke Pantai Cangkring untuk mengecek kondisi lapangan.
“Sesuai standar operasional prosedur dan kewenangan yang ada, kita kemarin pagi sudah terjunkan tim DLH Bantul ke lapangan setelah dilakukan koordinasi dengan tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY untuk melakukan cek kondisi lapangan,” kata Bambang.
Selain mengecek kondisi kawasan, petugas mengambil sampel air dari lokasi. Sampel tersebut kemudian dibawa untuk menjalani pengujian di laboratorium.
Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas air sekaligus membantu penelusuran terhadap persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Hingga pemeriksaan dilakukan, DLH Bantul belum dapat memastikan sumber maupun jenis limbah yang diduga berkaitan dengan bau menyengat tersebut.
Bambang mengatakan hasil pengujian laboratorium akan disampaikan kepada DLHK DIY untuk menjadi bahan dalam menentukan langkah penyelesaian.
“Dari hasil uji laboratorium tersebut akan disampaikan kepada DLHK DIY untuk menentukan pengambilan langkah penyelesaian final terkait permasalahan ini,” ujarnya.
DLH Bantul meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan sebelum menyimpulkan sumber bau maupun jenis limbah yang diduga menyebabkannya.
Bambang menegaskan tim yang turun ke lapangan belum dapat memastikan sumber bau tersebut.
“Sejauh ini, tim belum bisa memastikan dari sumber bau dari limbah apa. Baiknya kita menunggu hasil uji laboratorium,” tutur Bambang.
Dengan demikian, dugaan mengenai bau yang berasal dari limbah tertentu masih merupakan dugaan yang berkembang di media sosial. Pemerintah belum menetapkan sumber maupun jenis limbah penyebab bau di Pantai Cangkring.
Untuk sementara, DLH Bantul masih menunggu hasil analisis laboratorium atas sampel air yang telah diambil dari lokasi.
Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada DLHK DIY untuk menentukan langkah penyelesaian terhadap persoalan yang dikeluhkan di Pantai Cangkring.ย (ef linangkung)





