
TUGUJOGJA – Memasuki April 2026, pemerintah bersama Pertamina resmi memperketat distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026, dengan mewajibkan masyarakat yang ingin membeli Pertalite dan Solar subsidi untuk terdaftar dalam program Subsidi Tepat MyPertamina.
Melalui kebijakan ini, pembelian BBM subsidi tidak lagi bisa dilakukan secara bebas. Pengguna kendaraan kini harus menunjukkan QR Code atau barcode yang terintegrasi dengan data kendaraan dan identitas pemilik saat melakukan transaksi di SPBU.
Pengetatan Distribusi BBM Subsidi Mulai April 2026
Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan mengurangi potensi penyalahgunaan. Meski demikian, harga BBM subsidi tetap tidak mengalami perubahan, yakni Pertalite sebesar Rp10.000 per liter dan Solar subsidi sekitar Rp6.800 per liter.
Namun, pemerintah juga menetapkan pembatasan volume pembelian. Untuk kendaraan roda empat pribadi, maksimal pembelian BBM subsidi dibatasi hingga 50 liter per hari. Sementara itu, kendaraan umum seperti angkutan barang dan transportasi publik memiliki batas yang berbeda, tergantung jenis dan kapasitas kendaraan.
Cara Cek Status Pendaftaran Subsidi MyPertamina
Sebelum melakukan pengisian BBM subsidi, masyarakat diimbau untuk memastikan bahwa kendaraan mereka telah terdaftar dan lolos verifikasi dalam program Subsidi Tepat.
Pengecekan status dapat dilakukan melalui situs resmi subsiditepat.mypertamina.id atau aplikasi MyPertamina di ponsel. Pengguna cukup memasukkan nomor polisi kendaraan, nomor ponsel, serta Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Setelah itu, sistem akan menampilkan status pendaftaran, apakah โDiterimaโ, โDalam Prosesโ, atau โDitolakโ. Jika status sudah โDiterimaโ, pengguna dapat langsung mengunduh QR Code yang akan digunakan saat transaksi di SPBU. Sementara itu, jika masih โDalam Prosesโ, pengguna perlu menunggu hingga verifikasi selesai, yang umumnya memakan waktu beberapa hari kerja.
Langkah-Langkah Daftar Subsidi Tepat MyPertamina
Bagi masyarakat yang belum terdaftar, proses pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui website resmi atau aplikasi MyPertamina. Proses ini tergolong mudah selama data dan dokumen yang dibutuhkan telah disiapkan.
Langkah pertama adalah membuat akun dengan mengisi data seperti NIK, email, dan kata sandi. Setelah itu, pengguna perlu melakukan verifikasi akun melalui email atau kode OTP yang dikirimkan ke nomor ponsel.
Selanjutnya, pengguna diminta melengkapi data kendaraan serta mengunggah dokumen pendukung, seperti KTP, STNK (bagian depan dan belakang), serta foto kendaraan yang menampilkan nomor polisi dengan jelas.
Setelah semua data dikirim, pengguna hanya perlu menunggu proses verifikasi yang biasanya berlangsung antara 1 hingga 7 hari kerja. Jika disetujui, QR Code akan tersedia di akun MyPertamina.
Cara Menggunakan QR Code Saat Isi BBM
QR Code yang telah diperoleh wajib ditunjukkan setiap kali melakukan pembelian BBM subsidi di SPBU. Pengguna dapat mengakses kode tersebut melalui aplikasi MyPertamina, kemudian menyimpannya dalam bentuk unduhan atau tangkapan layar di ponsel.
Saat berada di SPBU, QR Code harus diperlihatkan kepada petugas sebelum proses pengisian dilakukan. Sistem akan membaca kode tersebut dan secara otomatis menyesuaikan jumlah pembelian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan.
Dengan sistem ini, setiap transaksi akan tercatat secara digital, sehingga pengawasan distribusi BBM subsidi menjadi lebih transparan dan terkontrol.
Syarat Dokumen yang Harus Disiapkan
Agar proses pendaftaran berjalan lancar, masyarakat perlu menyiapkan beberapa dokumen penting. Dokumen tersebut antara lain KTP pemilik kendaraan, STNK, serta foto kendaraan yang jelas dan tidak buram.
Untuk jenis kendaraan tertentu, dokumen tambahan seperti KIR juga dapat diminta sebagai bagian dari proses verifikasi. Kelengkapan dan kejelasan dokumen menjadi faktor utama dalam menentukan apakah pengajuan akan disetujui atau tidak.
Tips Agar Pendaftaran Cepat Disetujui
Kesalahan kecil dalam pengisian data sering menjadi penyebab utama penolakan atau keterlambatan verifikasi. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa data yang diinput sesuai dengan identitas resmi.
Selain itu, pastikan foto dokumen yang diunggah memiliki kualitas yang baik dan seluruh informasi terlihat jelas. Penggunaan email dan nomor ponsel aktif juga penting agar pengguna dapat menerima notifikasi terkait status pendaftaran.
Upaya Mendorong Distribusi Lebih Tepat Sasaran
Program Subsidi Tepat MyPertamina merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan BBM subsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Dengan sistem berbasis digital, diharapkan penyaluran dapat lebih akurat sekaligus meminimalkan praktik penyalahgunaan.
Dengan memahami prosedur pendaftaran, pengecekan status, hingga penggunaan QR Code, masyarakat dapat tetap mengakses BBM subsidi tanpa kendala di lapangan.***