
TUGUJOGJA – Simak estimasi gaji manajer Koperasi Merah Putih 2026, jobdesc, syarat pendaftaran, hingga jumlah formasi dan proses seleksi terbaru.
Besaran gaji manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi salah satu hal yang paling banyak dicari oleh calon pelamar. Berdasarkan informasi terbaru 2026, gaji untuk posisi Manajer Operasional diperkirakan berada di kisaran Rp5.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.
Sementara itu, untuk posisi Project Management Officer (PMO) di tingkat kota atau provinsi, nominal yang diterima dilaporkan mencapai sekitar Rp7.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.
Namun demikian, besaran tersebut bukan angka baku yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Gaji yang diterima sangat bergantung pada sejumlah faktor, seperti kesepakatan internal, kemampuan keuangan koperasi, serta beban kerja masing-masing posisi.
Rincian Estimasi Gaji Posisi Lain
Selain manajer, terdapat sejumlah posisi lain dalam struktur Koperasi Merah Putih dengan estimasi gaji yang bervariasi, di antaranya:
- Ketua Pengurus: Rp4.500.000 โ Rp7.000.000
- Sekretaris/Bendahara: Rp3.500.000 โ Rp5.500.000
- Pengawas: Rp2.500.000 โ Rp4.000.000
Penentuan besaran gaji ini biasanya diputuskan melalui Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan disesuaikan dengan kondisi keuangan koperasi.
Penjelasan Pemerintah Soal Gaji
Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada standar gaji tetap untuk posisi di Koperasi Merah Putih. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Koperasi yang menyebut bahwa besaran upah sepenuhnya ditentukan berdasarkan kesepakatan internal masing-masing koperasi.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyoroti pentingnya peran manajer dalam keberhasilan program koperasi ini.
“Ya manajer ini tentu penting perannya ya, perannya agar koperasi kita. Karena kalau kali ini koperasi nggak berhasil, aduh taruhannya terlalu besar,” ujar Zulkifli dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Rabu (15/4/2026) dikutip Tugujogja.id dari berbagai sumber.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program koperasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
Program Strategis Nasional dan Target Besar
Program Koperasi Merah Putih menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menargetkan koperasi ini mampu menjadi penggerak ekonomi di desa dan kampung nelayan di seluruh Indonesia.
“Karena seluruh kekuatan sudah kita kerahkan untuk membangun koperasi agar di setiap desa itu apa namanya lilin-lilin yang menyala terang sehingga bisa menerangi Indonesia,” tegasnya.
Sebagai bagian dari implementasi program, pemerintah membuka rekrutmen besar-besaran sebanyak 35.476 tenaga kerja melalui skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Rincian Formasi dan Penempatan
Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 30.000 orang akan ditempatkan sebagai manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara.
Sementara itu, 5.476 tenaga kerja lainnya akan ditempatkan untuk mengelola program Kampung Nelayan Merah Putih di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Para peserta yang lolos seleksi akan menjalani masa kerja awal selama 2 tahun sebelum akhirnya dialihkan ke koperasi yang mereka kelola secara mandiri.
Syarat Pendaftaran Manajer Koperasi Merah Putih
Pendaftaran dibuka hingga 24 April 2026 dan dapat diakses melalui kanal resmi pemerintah di phtc.panselnas.go.id.
Adapun persyaratan utama bagi pelamar meliputi:
- Lulusan D3 hingga S1 dari semua jurusan
- Usia maksimal 35 tahun
- IPK minimal 2,75
- Siap ditempatkan di berbagai wilayah Indonesia
- Memiliki kemampuan bekerja di lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat
Seleksi dilakukan secara daring melalui sistem nasional yang telah terintegrasi.
Gambaran Tugas dan Tanggung Jawab (Jobdesc)
Manajer Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis dalam mengelola operasional koperasi di tingkat desa atau kelurahan. Tugas utamanya meliputi:
- Mengelola kegiatan operasional koperasi
- Menyusun strategi pengembangan usaha koperasi
- Berkoordinasi dengan pengurus dan anggota
- Mengelola keuangan dan administrasi koperasi
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
Peran ini dinilai krusial karena menjadi penentu keberhasilan koperasi dalam jangka panjang.
Proses Seleksi dan Pengembangan SDM
Pemerintah menyatakan bahwa proses seleksi dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kandidat terbaik yang mampu mengelola koperasi secara profesional.
Selain itu, peserta yang lolos juga akan mendapatkan pelatihan dan masa orientasi sebelum mulai bekerja di lapangan.
Gaji manajer Koperasi Merah Putih pada 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp5 juta hingga Rp8 juta per bulan, namun tidak bersifat tetap karena bergantung pada kondisi masing-masing koperasi.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membangun ekonomi desa melalui penguatan koperasi berbasis profesional. Dengan jumlah rekrutmen yang besar dan peran strategis yang ditawarkan, posisi ini menjadi peluang menarik bagi masyarakat yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi lokal.***