Ini Nama 30 Lurah Terpilih di Pilur Bantul 2026, Bupati Abdul Halim Titip Pesan: Jangan Terpecah karena Beda Pilihan

Bagikan :
30 lurah terpilih hasil Pilur Serentak Bantul 2026. Bupati Halim mengajak warga menerima hasil dan menjaga persaudaraan.
30 lurah terpilih hasil Pilur Serentak Bantul 2026. Bupati Halim mengajak warga menerima hasil dan menjaga persaudaraan.

BANTUL, Tugu Jogja – Suasana demokrasi di Kabupaten Bantul memasuki babak baru. Setelah masyarakat di 30 kalurahan menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026, sebanyak 30 nama kini muncul sebagai lurah terpilih.

Sebanyak 87 calon lurah sebelumnya bertarung dalam pesta demokrasi tingkat kalurahan tersebut. Mereka membawa visi, program, dan harapan masing-masing untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Kini, pertarungan itu telah selesai. Kotak suara sudah dibuka. Surat suara sudah dihitung. Pilihan masyarakat sudah menemukan jalannya. Yang tersisa bukan lagi soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Bagi Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, seluruh proses tersebut harus menjadi awal untuk membangun kembali kebersamaan di tengah masyarakat.

Halim menilai pelaksanaan Pilur Serentak Kabupaten Bantul 2026 berlangsung aman dan lancar. Ia juga melihat masyarakat Bantul semakin dewasa dalam menjalankan demokrasi di tingkat kalurahan.

“Itu yang paling penting. Wong kabeh ki sedulur (semua orang ini saudara). Tujuannya baik semuanya. Maka tidak ada alasan kita untuk saling konflik, saling menjatuhkan. Semua niatnya baik. Maka, warga Bantul harus semakin dewasa dalam berdemokrasi,” kata Halim.

Pesan itu terasa sederhana. Namun, bagi masyarakat yang baru saja melewati kompetisi politik di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, pesan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar.

Sebab, Pilur bukan sekadar memilih seseorang untuk duduk sebagai lurah. Pilur mempertemukan tetangga dengan tetangga. Kerabat dengan kerabat. Bahkan, tidak jarang satu keluarga menghadapi pilihan politik yang berbeda.

Di situlah kedewasaan demokrasi benar-benar diuji. Perbedaan pilihan seharusnya berhenti ketika masyarakat memasuki kembali kehidupan sehari-hari. Setelah proses pemungutan suara selesai, warga harus kembali bekerja bersama, bergotong royong, dan menjaga kehidupan sosial di kalurahannya.

Dari 87 Calon, Kini Tersisa 30 Lurah Terpilih

Pilur Serentak Kabupaten Bantul 2026 berlangsung di 30 kalurahan yang tersebar di sejumlah kapanewon. Sebanyak 87 calon lurah mengikuti kontestasi tersebut. Sebelum pemungutan suara, pemerintah daerah juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi kerawanan.

Baca juga  Pemkab Bantul Alokasikan Bonus Rp8,09 Miliar dan Tambah Peralatan untuk Atlet Berprestasi PORDA XVII DIY 2025

Pemerintah tidak ingin perbedaan pilihan berkembang menjadi konflik. Aparat keamanan ikut mengawal seluruh tahapan. Polres Bantul bahkan menyiapkan 1.019 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilur Serentak 2026 di 30 kalurahan.

Langkah itu menunjukkan satu hal: demokrasi di tingkat kalurahan tetap membutuhkan pengawalan serius. Namun, pengamanan tidak hanya bertumpu pada aparat.Masyarakat menjadi bagian terpenting dalam menjaga situasi tetap kondusif.

Bupati Bantul Abdul Halim pun mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling bermusuhan. Menurut Halim, seluruh calon lurah datang dengan tujuan yang sama, yakni membangun kalurahannya masing-masing.

“Karena itu, saya meminta masyarakat menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa,” tuturnya.

Kalurahan Menjadi Titik Terdekat Pemerintahan dengan Rakyat

Halim menyebut kalurahan memiliki posisi penting dalam pemerintahan. Kalurahan menjadi lembaga pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Warga tidak harus pergi jauh untuk menyampaikan persoalan, mendapatkan pelayanan, atau berkomunikasi dengan pemerintah.

Karena kedekatan itulah, pemerintah kabupaten, Pemerintah Daerah DIY, hingga pemerintah pusat memberikan kepercayaan besar kepada kalurahan. Posisi tersebut sekaligus membawa tanggung jawab besar bagi lurah terpilih.

Lurah tidak hanya harus mengurus administrasi pemerintahan. Mereka juga harus membangun komunikasi dengan masyarakat, menjaga kekompakan warga, menggerakkan pembangunan, serta memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Halim menegaskan, kemajuan kalurahan tidak lahir dari kerja seorang lurah saja. Masyarakat harus bergerak bersama. Tokoh masyarakat harus mengambil peran. Pamong kalurahan harus bekerja sesuai tugasnya.

Lembaga kemasyarakatan harus ikut mengawal pembangunan. Pemerintah kabupaten dan pemerintah di atasnya juga harus membangun sinergi.

“Kita semua harus bersama-sama. Kalurahan yang maju itu bisa terwujud kalau masyarakatnya kompak,” ujar Halim.

Karena itu, kemenangan dalam Pilur bukan akhir perjalanan. Kemenangan justru membuka pekerjaan yang lebih panjang. Lurah terpilih harus membuktikan kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata.

Forkopimda Ikut Mengawal Demokrasi di Tingkat Kalurahan

Pemerintah Kabupaten Bantul bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut mengawal pelaksanaan Pilur. Pengawalan tersebut bertujuan memastikan setiap tahapan berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Baca juga  Bukan dari APBD, Begini Cara Pemkot Yogyakarta Bedah 3 Rumah Warga Kurang Mampu

Pemerintah sebelumnya juga telah memetakan potensi kerawanan di sejumlah wilayah. Pemetaan menjadi bagian dari mitigasi untuk mencegah persoalan yang dapat mengganggu jalannya Pilur.

Pada hari pemungutan suara, jajaran pemerintah turun langsung memantau sejumlah tempat pemungutan suara.

Bupati Bantul Abdul Halim juga memantau pelaksanaan pemungutan suara. Dalam pemantauan tersebut, ia kembali mengingatkan masyarakat agar menghormati perbedaan pilihan.

Pesan itu menjadi penting karena demokrasi selalu melahirkan perbedaan. Tidak semua orang memilih nama yang sama. Tidak semua warga memiliki pandangan yang sama.

Namun, perbedaan itu tidak harus membuat masyarakat kehilangan persaudaraan. Justru, demokrasi membutuhkan masyarakat yang mampu menerima perbedaan tanpa memutus hubungan sosial.

Pemprov DIY Pantau Langsung Pelaksanaan Pilur Bantul

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudhonegara juga ikut memantau pelaksanaan Pilur.

Ia melihat secara langsung kondisi di sejumlah tempat pemungutan suara. Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan proses pemilihan di 30 kalurahan berjalan sesuai harapan.

“Kalau pantauan kita, khususnya di Dinas PMK Dukcapil ini kan untuk melihat kondisi yang ada di kalurahan, terutama pemilihan di 30 kalurahan bisa kita kategorikan kondusif,” jelasnya.

Bagi Pemprov DIY, hasil Pilur bukan hanya tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Pemerintah berharap setiap kalurahan mendapatkan pemimpin yang mampu melanjutkan pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Karena itu, masyarakat juga memiliki tanggung jawab setelah memberikan suara. Masyarakat harus mengawal pemimpin yang telah mereka pilih. Masyarakat harus ikut mengawasi pembangunan.

Dan yang tidak kalah penting, masyarakat harus tetap menjaga suasana kalurahan agar tetap kondusif.

“Harapannya masyarakat yang di kalurahan, saatnya memilih lurah yang terbaik dan bisa memajukan kalurahan sesuai dengan pilihannya yang pastinya demokratis dan kondusivitas sangat penting,” papar Yudhonegara.

Baca juga  Jadwal dan Daftar Film Tayang di Sleman City Hall XXI Yogyakarta Hari Ini, 26 Mei 2025

30 Nama Lurah Terpilih di Pilur Bantul 2026

Setelah proses pemungutan dan penghitungan suara, masing-masing kalurahan memiliki nama yang akan melanjutkan kepemimpinan pemerintahan kalurahan.

Berikut daftar hasil Pilur Serentak Kabupaten Bantul 2026 berdasarkan data yang Anda berikan:

  • Kalurahan Srimartani: Semi, SE
  • Kalurahan Poncosari: Yance Tamaya
  • Kalurahan Sitimulyo: Misnawi
  • Kalurahan Trimurti: Agus Purwoko, SE
  • Kalurahan Dlingo: Basuki Rahmat
  • Kalurahan Patalan: H. Wardani, ST, M.Eng
  • Kalurahan Terong: Sugiyono
  • Kalurahan Sumberagung: Yudi Fahrudin, SE
  • Kalurahan Mangunan: Paryono
  • Kalurahan Bantul: Supriyadi
  • Kalurahan Temuwuh: Suratno
  • Kalurahan Sabdodadi: Nurma Setiawan, SE
  • Kalurahan Sriharjo: Titik Istiwiayantun
  • Kalurahan Ringinharjo: Supriyadi
  • Kalurahan Girirejo: Mujimin
  • Kalurahan Panjangrejo: Bayudi
  • Kalurahan Selopamioro: Drs. Sugeng
  • Kalurahan Srihardono: Putri Atmaja
  • Kalurahan Wukirsari: Susilo Hapsoro, SE
  • Kalurahan Parangtritis: Kuswidodo, SE
  • Kalurahan Wirokerten: Rahmawati
  • Kalurahan Panggungharjo: Hm. Ary Suryanto
  • Kalurahan Baturetno: Sugiyanti
  • Kalurahan Triharjo: H. Sudarto
  • Kalurahan Singosaren: H. Joko Prayitno
  • Kalurahan Guwosari: Masduki
  • Kalurahan Ngestiharjo: Ony Oktaviany
  • Kalurahan Argorejo: Sunaryo
  • Kalurahan Tamantirto: Wisnu Ardi
  • Kalurahan Wonolelo: Ahmat Furgon

Daftar calon sebelum pemungutan suara menunjukkan 30 kalurahan tersebut memang menjadi lokasi Pilur Serentak 2026, dengan total 87 calon lurah.

Setelah Menang, Pekerjaan Sesungguhnya Dimulai

Kini, sorak-sorai kemenangan perlahan akan mereda. Spanduk dan baliho yang sebelumnya memenuhi jalan akan mulai diturunkan.

Percakapan mengenai nomor urut dan perolehan suara akan berganti dengan pembicaraan mengenai pembangunan. Di titik itulah masyarakat akan melihat bagaimana lurah terpilih bekerja.

Mereka tidak lagi hanya menjadi calon dari kelompok tertentu. Mereka harus menjadi lurah bagi seluruh masyarakat.

Warga yang memilihnya harus mendapat pelayanan yang sama dengan warga yang memilih kandidat lain. Tidak boleh ada sekat antara pendukung dan bukan pendukung.

Tidak boleh ada dendam politik yang terbawa ke dalam pemerintahan. Sebab, seorang lurah memimpin seluruh masyarakat dalam satu kalurahan.

Pesan Bupati Bantul Abdul Halim sebenarnya mengarah pada satu hal sederhana: jangan biarkan perbedaan pilihan merusak persaudaraan.(ef linangkung)

Berita Terbaru

30 lurah terpilih hasil Pilur Serentak Bantul 2026. Bupati Halim mengajak warga menerima hasil dan menjaga persaudaraan.
Ini Nama 30 Lurah Terpilih di Pilur Bantul 2026, Bupati Abdul Halim Titip Pesan: Jangan Terpecah karena Beda Pilihan
unnamed (20)
6 Toko Camilan Murah di Jogja, Pilihan Snack Lengkap untuk Jajan atau Oleh-oleh
zoshua-colah-W_H1sClALf0-unsplash
6 Toko Buah Segar di Jogja, Ada yang Buka 24 Jam dan Jual Buah Impor
rob-lambert-9Q_pLLP_jmA-unsplash
5 Bengkel Las di Jogja, Ada yang Buka 24 Jam dan Bisa Dipanggil
Budaya Nglaju Motor Lawas Jogja
Budaya Nglaju dan Resiliensi Pengendara Motor Lawas di Yogyakarta

Pilihan Editor

Penyebab Lisman Puja Kesuma Meninggal

M. Lisman Puja Kesuma Meninggal Dunia, Apa Penyebab Kepergiannya?

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

maxime-bhm-icyZmdkCGZ0-unsplash

40 Event Jogja Oktober 2026, Ada Konser, Festival, Running Event hingga Seni Budaya

hari-apa

1 Oktober Hari Apa dan Apakah Libur? Simak Penjelasannya Sesuai SKB 3 Menteri

Artikel Populer

Penyebab Lisman Puja Kesuma Meninggal

M. Lisman Puja Kesuma Meninggal Dunia, Apa Penyebab Kepergiannya?

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

maxime-bhm-icyZmdkCGZ0-unsplash

40 Event Jogja Oktober 2026, Ada Konser, Festival, Running Event hingga Seni Budaya

hari-apa

1 Oktober Hari Apa dan Apakah Libur? Simak Penjelasannya Sesuai SKB 3 Menteri