Kapan Nyadran Maulid 2025 Dilakukan? Ini Penjelasannya

Bagikan :
Ilustrasi nyadran atau ziarah Maulid 2025

TUGUJOGJA – Setiap tahunnya, warga masyarakat Jawa memiliki tradisi nyadran atau ziarah makam yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi ini bukan hanya sekadar ziarah, melainkan juga sarat makna spiritual dan budaya. Nyadran sendiri sudah dikenal sejak lama sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa.

Dalam praktiknya, kegiatan ini melibatkan berbagai rangkaian acara seperti membersihkan makam leluhur, menaburkan bunga, memanjatkan doa bersama untuk arwah keluarga yang telah tiada, hingga mengadakan kenduri atau makan bersama. Semuanya dilakukan dengan penuh kekhidmatan sekaligus kebersamaan.

Kapan Nyadran Maulid 2025 Dilaksanakan?

Pelaksanaan ziarah Maulid selalu beriringan dengan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yaitu setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.

Untuk tahun 2025, Maulid Nabi jatuh pada hari Jumat, 5 September 2025. Dengan demikian, nyadran Maulid 2025 pun akan dilakukan pada hari tersebut.

Tanggal ini menjadi momen penting karena tidak hanya dipandang sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai saat yang tepat bagi masyarakat Jawa untuk mempererat hubungan spiritual dengan leluhur serta menjaga tradisi turun-temurun.

Baca juga  Jalur Trans Jogja ke Stasiun Tugu dan Malioboro Lengkap Cara Bayarnya

Makna dan Tujuan Nyadran Maulid

Tradisi nyadran memiliki banyak tujuan yang mendalam, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun budaya. Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa di antaranya:

Mendoakan arwah leluhur

Nyadran menjadi sarana bagi keluarga untuk memanjatkan doa bagi leluhur yang telah mendahului. Doa-doa yang dipanjatkan diyakini dapat menjadi bekal bagi mereka di alam akhirat.

Menghormati jasa leluhur

Masyarakat memanfaatkan momen ini untuk mengenang dan menghormati jasa para pendahulu yang telah mewariskan nilai-nilai luhur serta budaya yang masih dijaga hingga kini.

Ungkapan syukur kepada Tuhan

Nyadran juga menjadi ekspresi rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang diberikan oleh Tuhan, baik berupa kesehatan, rezeki, maupun kebersamaan keluarga.

Pembersihan diri dan lingkungan

Membersihkan makam dan lingkungan sekitarnya tidak hanya bermakna menjaga kebersihan fisik, tetapi juga menjadi simbol pembersihan diri lahir dan batin.

Pelestarian budaya Jawa

Sebagai tradisi yang telah berlangsung dari generasi ke generasi, nyadran juga berperan penting dalam melestarikan warisan budaya Jawa yang sarat filosofi dan nilai kehidupan.

Baca juga  Jadwal Kereta KRL Jogja Solo Hari Ini 22-26 Desember 2025, Ada Tambahan Kereta!

Nyadran sebagai Warisan Tak Ternilai

Jika dilihat lebih dalam, nyadran bukanlah ritual yang hanya berhenti pada kegiatan ziarah makam semata.

Lebih dari itu, tradisi ini mengandung pesan moral dan spiritual yang begitu kaya. Ia menjadi pengingat bahwa manusia memiliki ikatan dengan leluhur, dengan sesama, dan dengan Sang Pencipta.

Bagi masyarakat Jawa, nyadran juga menjadi momen refleksi diri, sekaligus momentum untuk menjaga harmoni antara kehidupan duniawi dan spiritual.

Maka, tak heran jika tradisi ini terus dipertahankan hingga kini, bahkan di era modern, karena diyakini membawa keseimbangan dan ketenangan dalam hidup bermasyarakat.

Bersamaan Hari Maulid 2025

Dengan demikian, nyadran Maulid 2025 akan dilaksanakan pada hari Jumat, 5 September 2025, bersamaan dengan peringatan 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah.

Kini, diketahui pula bahwa tradisi ini tergolong warisan budaya yang mengajarkan tentang doa, syukur, kebersihan, silaturahmi, dan kebersamaan.***

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis