
TUGUJOGJA – Jika kita mencermati pemberitaan di media daring, medsos maupun televisi, ada satu pemandangan yang hampir selalu muncul ketika aksi unjuk rasa berlangsung. Tidak jarang, di tengah kerumunan demonstran terlihat kepulan asap hitam pekat membubung ke udara, berasal dari ban yang sengaja dibakar.
Fenomena ini sudah menjadi hal yang lumrah, bahkan seolah identik dengan demonstrasi. Namun, pernahkah kita bertanya, mengapa ban yang dipilih untuk dibakar, bukan benda lain?
Tradisi membakar ban dalam aksi massa bukan tanpa alasan. Rupanya ada sejumlah penjelasan yang berkembang di masyarakat dan di kalangan pengamat sosial.
Dari banyaknya alasan tersebut setidaknya terdapat dua alasan utama yang sering disebutkan, yaitu alasan simbolis dan alasan praktis. Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan lengkapnya.
Alasan Aksi Bakar Ban Saat Demo
Simbol Api yang Sulit Padam
Alasan pertama berkaitan dengan simbol. Ban yang terbakar akan menghasilkan api besar yang bertahan lama dan sulit dipadamkan.
Api yang menyala ini kerap diartikan sebagai gambaran keresahan, amarah, dan tuntutan massa yang tidak bisa lagi dibendung.
Asap pekat yang membubung ke langit menjadi pertanda bahwa aksi yang dilakukan sudah berada pada tahap serius.
Dengan kata lain, pembakaran ban menjadi simbol bahwa demonstran benar-benar bersungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi mereka.
Selain itu, kepulan asap hitam juga efektif untuk menarik perhatian publik dan pihak berwenang agar fokus pada pesan yang sedang disuarakan.
Ban Bekas Lebih Mudah Ditemukan
Selain faktor simbolis, ada alasan praktis yang membuat ban sering digunakan dalam demonstrasi.
Ban bekas sangat mudah ditemukan, baik di bengkel maupun di pinggir jalan. Harganya pun murah, bahkan sering kali tidak bernilai ekonomis lagi.
Karena itulah, ban menjadi pilihan paling sederhana dan cepat untuk digunakan saat aksi. Ketika dibakar, ban akan menghasilkan asap hitam pekat yang terlihat dari jarak jauh.
Efek visual ini menambah kesan dramatis dan memperkuat pesan bahwa demonstrasi sedang berlangsung dengan tekanan yang serius.
Strategi Menghambat Aktivitas
Tidak hanya sebagai simbol dan efek visual, ban yang dibakar sering kali ditempatkan di tengah jalan.
Tujuannya adalah untuk menghalangi arus lalu lintas dan menciptakan hambatan. Dengan kondisi ini, aktivitas masyarakat sekitar terhalang dan pihak berwenang didorong untuk segera memberikan tanggapan.
Strategi tersebut dipandang sebagai salah satu cara untuk meningkatkan daya tawar dalam aksi.
Jadi, selain menyalakan semangat massa, ban yang terbakar juga berfungsi sebagai alat taktis dalam mengendalikan situasi di lapangan.
Menjadi Simbol hingga Mudah Didapatkan
Dari berbagai alasan tersebut, kini diketahui bahwa aksi bakar ban saat demo menyimpan makna simbolis yang melambangkan amarah dan semangat perjuangan. Kemudian, ada pula alasan praktis yang berkaitan dengan ketersediaan ban bekas dan efek yang ditimbulkan.
Meski begitu, perlu disadari pula bahwa aksi demonstrasi sebaiknya tetap berlangsung dalam koridor damai serta tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar.***