
TUGUJOGJA– Sayap konektivitas udara Nusantara kembali mengepak lebih lebar. Lion Air Group melalui Wings Air resmi menghidupkan kembali rute penerbangan Yogyakarta Adisutjipto (JOG) – Surabaya Juanda (SUB) per 20 September 2025.
Kehadiran jalur ini membuka pintu perjalanan ke lebih dari 17 destinasi favorit di Indonesia hingga mancanegara. Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa penerbangan ini menjawab kerinduan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya terhadap akses udara yang cepat, nyaman, sekaligus terjangkau.
Jalur Yogyakarta-Surabaya
Lion Air ingin menghadirkan kembali jalur dari Yogyakarta-Surabaya, sekaligus memberikan opsi luas bagi masyarakat untuk melanjutkan penerbangan ke berbagai destinasi unggulan, mulai dari Bali, Lombok, Labuan Bajo, hingga Jeddah.
Wings Air mengoperasikan pesawat ATR 72-600 berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi yang nyaman untuk perjalanan jarak pendek hingga menengah. Jadwal penerbangan ada tiga kali dalam sepekan, yaitu setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Pesawat dengan nomor terbang IW-1812 akan berangkat dari Yogyakarta pukul 10.45 WIB dan tiba di Surabaya pukul 11.50 WIB. Sebaliknya, IW-1811 akan berangkat dari Surabaya pukul 12.10 WIB dan mendarat di Yogyakarta pukul 13.10 WIB.
Danang menekankan, kehadiran pesawat berukuran medium ini menjawab kebutuhan masyarakat akan moda transportasi udara yang efisien. Dengan konsep point-to-point, pelanggan dapat menempuh Jogja–Surabaya lebih cepat, tanpa harus melalui perjalanan darat berjam-jam.
“Ini menjadi solusi nyata bagi mobilitas masyarakat, pebisnis, pelajar, maupun wisatawan,” tuturnya.
Gerbang Menuju Surga Wisata dan Pusat Bisnis
Rute Yogyakarta–Surabaya bukanlah sekadar jalur penghubung, melainkan gerbang besar menuju berbagai kota populer. Dari Surabaya, penumpang dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan ke Bali, Lombok, Labuan Bajo, Kupang, Ambon, Ternate, hingga Makassar.
Bahkan rute ini membuka akses langsung ke Kalimantan dengan destinasi Banjarmasin, Balikpapan, Tarakan, Samarinda, Berau, hingga Pontianak.
Bagi umat Muslim yang hendak menjalankan ibadah umrah, jalur ini menjadi pintu penting menuju penerbangan internasional langsung ke Jeddah, Arab Saudi. Tidak berlebihan jika jalur Yogyakarta–Surabaya menjadi jalur emas yang menghubungkan masyarakat DIY dengan denyut nadi Nusantara sekaligus dunia internasional.
Lion Air Group juga memanjakan pelanggan dengan layanan digital melalui aplikasi BookCabin. Penumpang dapat memesan tiket, melakukan check-in online, hingga memesan hotel hanya dengan satu aplikasi.
Sementara itu, bagi anggota CabinClub, tersedia berbagai keuntungan ekstra berupa poin yang bisa ditukar dengan hadiah, diskon, hingga fasilitas eksklusif lainnya.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bandara, pengatur lalu lintas udara, dan seluruh pemangku kepentingan membuat rute ini bisa kembali dibuka. Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau ini bisa kembali hadir untuk masyarakat,” jelas Danang Mandala Prihantoro.
Danang menambahkan, selama ini, masyarakat DIY harus menempuh perjalanan darat hingga enam jam untuk bisa sampai ke Surabaya. Kehadiran kembali penerbangan ini jelas menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas tinggi.
Tidak hanya bagi pebisnis yang membutuhkan waktu efisien, tetapi juga bagi mahasiswa, wisatawan, hingga keluarga yang ingin menikmati perjalanan. Dengan semangat baru, Lion Air Group memastikan bahwa langit Yogyakarta kembali ramai oleh penghubung harapan, pekerjaan, dan impian masyarakat menuju destinasi favorit.
Rute Yogyakarta–Surabaya kembali hidup, dan bersamanya, peluang baru untuk menjelajah Nusantara hingga ke mancanegara ikut terbuka lebar. (ef linangkung)