
TUGU JOGJA – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Yoma Febrianti Putri Wibisono, mahasiswi Program Studi Teknik Industri angkatan 2024, berhasil menyabet gelar Winner dalam ajang Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta 2026, sebuah kompetisi yang digelar oleh Forum Pemuda Budaya Kota Yogyakarta.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya mampu berprestasi di bidang akademik, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga serta mempromosikan kekayaan budaya daerah. Melalui ajang ini, para peserta didorong untuk menjadi duta yang mampu memperkenalkan nilai-nilai budaya Yogyakarta kepada masyarakat yang lebih luas.
Ajang Pengembangan Generasi Muda Pecinta Budaya
Ajang Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta 2026 merupakan program yang dirancang untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal. Kompetisi ini menjadi ruang bagi pemuda-pemudi untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap budaya sekaligus kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
Proses seleksi dimulai sejak Desember 2025 dan berlangsung melalui beberapa tahapan yang cukup ketat. Peserta terlebih dahulu mengikuti tes tertulis yang diselenggarakan di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Setelah itu, para peserta yang lolos melanjutkan ke dua tahap wawancara sebelum akhirnya ditetapkan sebagai finalis.
Dari sekitar 120 pendaftar yang mengikuti seleksi awal, panitia akhirnya memilih 12 pasang finalis atau total 24 peserta terbaik yang berhak melaju ke tahap akhir kompetisi. Seluruh finalis kemudian mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan hingga malam puncak penobatan.
Berangkat dari Kecintaan pada Seni Tari Tradisional
Bagi Yoma Febrianti Putri Wibisono, keikutsertaannya dalam ajang ini tidak terlepas dari kecintaannya terhadap dunia seni, khususnya seni tari tradisional. Minat tersebut telah lama ia tekuni, termasuk melalui berbagai kegiatan seni di lingkungan kampus.
โSaya mengikuti ajang Duta Budaya ini karena ketertarikan saya pada seni, terutama tari tradisional. Melalui ajang ini, saya ingin mengembangkan diri sekaligus mengenalkan budaya Yogyakarta kepada masyarakat yang lebih luas,โ ujar Yoma.
Keterlibatannya dalam kegiatan seni selama masa kuliah juga menjadi bekal penting dalam mengikuti berbagai tahapan seleksi. Selain pemahaman budaya, para peserta juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta visi dalam mempromosikan budaya daerah.
Tak Menyangka Raih Gelar Winner
Malam puncak pemilihan Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta 2026 digelar pada 16 Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, Yoma akhirnya dinobatkan sebagai Winner setelah melalui proses penilaian dari dewan juri.
Ia mengaku tidak menyangka bisa meraih gelar tertinggi dalam kompetisi tersebut, mengingat seluruh finalis yang tampil memiliki kualitas dan kemampuan yang sama-sama kuat.
โJujur saya tidak menyangka bisa terpilih menjadi winner. Perasaannya campur aduk antara senang dan tidak percaya, karena menurut saya semua finalis memiliki potensi yang luar biasa,โ tambahnya.
Pengakuan tersebut menggambarkan betapa ketatnya persaingan di ajang ini, sekaligus menunjukkan apresiasi Yoma terhadap para peserta lain yang turut berpartisipasi.
Persiapan Menuju Ajang Nasional
Selain aktif menjalani perkuliahan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Yoma juga dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan seni dan budaya. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan perannya sebagai duta budaya.
Setelah dinobatkan sebagai Winner Duta Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta 2026, Yoma dijadwalkan mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang di tingkat nasional sebagai perwakilan dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus memperdalam pengetahuan mengenai budaya lokal sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung perannya dalam memperkenalkan budaya Yogyakarta kepada masyarakat yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi yang diraih Yoma sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga dalam upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya bangsa.***