
TUGUJOGJA — Kebakaran melanda sebuah oven pemanas kerajinan kayu di Padukuhan Gumawang, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa malam (23/8/2025). Seluruh fasilitas oven beserta isinya hangus terbakar, dengan kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa tersebut terjadi di oven pemanas kayu milik Sumarjono (45), pengrajin kayu sekaligus wiraswasta setempat. Saat kebakaran terjadi, oven sedang digunakan untuk proses pengovenan kerajinan kayu yang telah berlangsung sekitar tiga hari tanpa henti.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Handoko, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 23.40 WIB. Laporan diterima Pos Induk Pemadam Kebakaran Gunungkidul pada pukul 23.50 WIB, atau sekitar sepuluh menit setelah kejadian, dan petugas langsung diberangkatkan ke lokasi.
“Api muncul dari oven pemanas kayu yang sedang beroperasi. Proses pengovenan telah berlangsung selama kurang lebih tiga hari. Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kebocoran pada oven pemanas,” kata Handoko.
Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bagian oven. Keberadaan material kayu kering di sekitar lokasi mempercepat penyebaran api. Selain fasilitas oven, kebakaran juga menghanguskan sekitar 1.500 unit kerajinan guci kayu yang tengah diproses serta kurang lebih 20 meter kubik papan kayu jati yang tersimpan di area oven.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kondisi yang cukup berat. Kobaran api disertai suhu panas tinggi membuat upaya pemadaman harus dilakukan secara intensif untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Upaya penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur. Regu 3 Pemadam Kebakaran Gunungkidul memimpin pemadaman bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul dan TRC BPBD DIY. Personel Pemadam Kebakaran Bantul turut membantu, dengan dukungan Polsek Patuk, tim Search and Rescue, Relawan Slumprit, relawan lainnya, organisasi kemasyarakatan, serta warga setempat.
Setelah dilakukan pemadaman secara bertahap, petugas berhasil mengendalikan api dan memastikan tidak ada penyebaran ke bangunan lain di sekitar lokasi usaha kerajinan kayu tersebut.
“Petugas berhasil memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain. Sinergi seluruh unsur menjadi kunci utama dalam penanganan kejadian ini,” ujar Handoko.
Dukuh Gumawang, Nining, menyampaikan bahwa lokasi gudang kayu tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kebakaran pada tahun lalu. Menurutnya, kejadian kebakaran sebelumnya memiliki penyebab yang sama, yakni berkaitan dengan penggunaan mesin oven kayu.
“Gudang kayu ini tahun lalu juga pernah terbakar. Penyebabnya sama, yaitu mesin oven kayu,” kata Nining.
Pasca kejadian, Nining mengimbau warga, khususnya pelaku usaha pengolahan kayu, agar meningkatkan kewaspadaan dalam mengoperasikan mesin oven pemanas. Ia meminta agar kondisi peralatan produksi diperiksa secara rutin untuk mengurangi risiko kebakaran.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap kerugian yang dialami korban. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.