Panen Raya Ubi Kayu Gunungkidul Dimulai, Target Produksi 900 Ribu Ton Diburu

Bagikan :
Ilustrasi Panen Raya Ubi Kayu Gunungkidul Dimulai, Target Produksi 900 Ribu Ton Diburu/Ef Linangkung

TUGUJOGJA – Panen raya ubi kayu Gunungkidul 2026 mulai berlangsung. Dinas Pertanian menargetkan produksi 900 ribu ton, sementara mayoritas hasil panen diolah menjadi gaplek.

Panen raya ubi kayu mulai berlangsung di berbagai wilayah Kabupaten Gunungkidul memasuki musim kemarau 2026. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menargetkan produksi ubi kayu basah mencapai 900.000 ton dari luas tanam sekitar 42.000 hektare yang tersebar di 18 kapanewon.

Memasuki akhir Juli, aktivitas panen semakin terlihat di sejumlah sentra pertanian. Di banyak desa, hamparan ubi yang sebelumnya memenuhi lahan kini mulai dipanen. Halaman rumah warga hingga tepi jalan desa kembali dipenuhi jemuran gaplek, pemandangan yang hampir selalu muncul setiap musim kemarau di Gunungkidul.

Panen Bertahap, Puncaknya Diperkirakan Agustus

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan seluruh tanaman ubi kayu yang dipanen tahun ini merupakan hasil musim tanam 2025/2026 yang dimulai sejak Oktober 2025.

Panen telah dimulai secara bertahap sejak Juni dan diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang.

“Bulan Agustus besok panen raya ubi. Sekarang juga sudah mulai banyak yang panen,” kata Raharjo, Rabu (22/7/2026).

Dengan cuaca kemarau yang relatif mendukung, proses pencabutan umbi hingga pengeringan hasil panen berjalan lebih optimal dibanding saat musim hujan.

Baca juga  OJK Terbitkan POJK 19/2025, Dorong Pembiayaan UMKM Cepat, Murah, dan Mudah

Sejumlah Kapanewon Sudah Masuk Masa Panen

Data Dinas Pertanian dan Pangan menunjukkan beberapa wilayah telah memasuki masa panen dengan capaian yang cukup besar.

Kapanewon Semin menjadi salah satu daerah yang lebih dahulu memulai panen sejak Juni dengan luas sekitar 309 hektare.

Produktivitas tanaman sementara berada pada kisaran 22 hingga 32 ton per hektare, bergantung pada kondisi pertumbuhan tanaman dan pola jarak tanam yang diterapkan petani.

Memasuki Juli, panen meluas ke sejumlah kapanewon lain.

Berikut perkembangan panen ubi kayu di beberapa wilayah:

Kapanewon Luas Panen
Semin 309 hektare
Saptosari 2.706 hektare (sekitar 60% dari 4.510 hektare)
Tepus 1.790 hektare (sekitar 60% dari 2.983 hektare)
Girisubo Sekitar 40% dari total 2.834 hektare

Luas panen diperkirakan terus bertambah hingga Agustus seiring semakin banyak tanaman yang memasuki umur panen.

Harga Ubi Kayu Masih Stabil

Di tengah meningkatnya volume panen, harga ubi kayu di tingkat petani disebut masih berada pada kondisi yang stabil.

Stabilnya harga menjadi kabar positif bagi petani karena hasil panen tetap memiliki nilai ekonomi yang layak di tengah pasokan yang mulai meningkat.

Baca juga  Hari Santri Nasional Libur Apa Tidak? Tanggal Peringatan dan Temanya

Menurut Raharjo, sebagian besar petani memilih mengolah hasil panennya menjadi gaplek dibanding langsung menjual ubi dalam kondisi segar.

“Harganya stabil di pasaran segitu. Mayoritas memilih untuk dibuat gaplek,” jelas Raharjo.

Gaplek Tetap Jadi Andalan Petani

Gaplek masih menjadi komoditas utama hasil olahan ubi kayu di Gunungkidul.

Dengan proses pengeringan, gaplek memiliki masa simpan lebih lama sehingga lebih mudah dipasarkan maupun didistribusikan dalam jumlah besar.

Selama musim kemarau, aktivitas penjemuran gaplek kembali terlihat di berbagai sudut desa. Umbi yang telah dipotong-potong dijemur di halaman rumah, pelataran, hingga area terbuka yang mendapatkan sinar matahari penuh.

Selain menjaga kualitas hasil panen, proses tersebut juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi musiman yang telah berlangsung turun-temurun di wilayah Gunungkidul.

Sebagian Besar Dipasarkan ke Perusahaan

Dinas Pertanian dan Pangan terus memantau perkembangan harga seiring meningkatnya volume panen yang diperkirakan mencapai puncak dalam beberapa pekan ke depan.

Selama ini, hasil panen petani Gunungkidul sebagian besar dipasarkan melalui pedagang besar, salah satunya di sentra perdagangan Mijahan, Kapanewon Semanu.

Dari lokasi tersebut, ubi kayu kemudian didistribusikan ke berbagai perusahaan pengolahan.

“Biasanya dijual ke perusahaan, kemudian juga berpotensi dikirim ke perusahaan eksportir dan selanjutnya dipasarkan ke luar negeri dalam bentuk chips untuk pakan ternak sapi dan lainnya,” pungkas Raharjo.

Target 900 Ribu Ton Jadi Optimisme Sektor Pertanian

Dengan luas tanam mencapai sekitar 42 ribu hektare dan panen yang mulai berlangsung di berbagai wilayah, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul optimistis target produksi 900 ribu ton ubi kayu basah pada 2026 dapat tercapai.

Baca juga  Bacaan Doa Jumat Terakhir Rajab 2026, Yuk Amalkan

Capaian tersebut akan semakin mengukuhkan posisi Gunungkidul sebagai salah satu sentra produksi ubi kayu terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di balik karakteristik wilayah karst yang identik dengan musim kering, komoditas ubi kayu tetap menjadi penopang ekonomi ribuan petani. Hasil panen tidak hanya memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, tetapi juga membuka peluang pasar ekspor melalui produk olahan berupa chips yang dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak dan kebutuhan industri lainnya.***

link gacor

situs toto

situs toto

situs slot

toto slot

situs toto

situs slot

situs slot

bento4d

bento4d

situs slot bento4d

link slot

situs slot

situs slot gacor

situs toto

situs togel

toto

situs togel

situs slot gacor

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

film pendek mijil

Film Pendek โ€œMijilโ€ Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah