
TUGUJOGJA – FIFA resmi mengumumkan pemenang Puskas Award 2025 dalam The Best FIFA Football Awards.
Santiago Montiel keluar sebagai pemenang lewat gol salto spektakuler, mengungguli Declan Rice dan Lamine Yamal.
FIFA secara resmi mengumumkan pemenang penghargaan FIFA Puskas Award 2025 dalam rangkaian acara FIFA Celebration Dinner yang digelar di Doha, Qatar, pada Selasa malam waktu Indonesia Barat.
Penghargaan bergengsi untuk gol terindah dunia tersebut akhirnya jatuh kepada Santiago Montiel, pemain klub Argentina Independiente, yang memukau dunia lewat gol salto luar biasa.
Pengumuman ini menjadi puncak dari penantian panjang penggemar sepak bola global, mengingat daftar nominasi Puskas Award 2025 diisi oleh gol-gol spektakuler dari berbagai liga dan negara, termasuk wakil dari Indonesia.
Tiga Besar Peraih FIFA Puskas Award 2025
Setelah melalui proses pemungutan suara yang melibatkan penggemar sepak bola di seluruh dunia dan panel FIFA Legends, tiga nama berhasil menempati posisi teratas dalam perolehan poin.
Santiago Montiel menempati peringkat pertama dengan total 21 poin. Dari jumlah tersebut, 13 poin berasal dari panel juri dan 8 poin diperoleh dari pemungutan suara penggemar.
Posisi kedua ditempati Declan Rice, gelandang Arsenal, yang mengoleksi total 17 poin, terdiri dari 6 poin panelis dan 11 poin dari penggemar.
Sementara itu, bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, berada di urutan ketiga dengan total 17 poin, hasil dari 8 poin panelis dan 9 poin penggemar.
Pemain Persija Jakarta, Rizky Ridho Ramadhani, yang sebelumnya masuk dalam daftar nominasi berkat gol jarak jauhnya, harus tersingkir dan tidak masuk dalam tiga besar akhir.
Gol Salto Santiago Montiel yang Memikat Dunia
Gol yang mengantarkan Santiago Montiel meraih Puskas Award 2025 tercipta pada pertandingan Liga Profesional de Fรบtbol Argentina pada Mei 2025, saat Independiente menghadapi Independiente Rivadavia.
Dalam momen tersebut, Montiel yang berusia 25 tahun melepaskan tendangan salto dari luar kotak penalti menggunakan kaki kiri. Bola meluncur deras ke arah gawang dengan akurasi tinggi, meninggalkan penjaga gawang tanpa peluang untuk mengantisipasi.
Aksi tersebut langsung menjadi perbincangan luas karena tingkat kesulitan teknik, keberanian mengambil risiko, serta eksekusi yang nyaris sempurna. Banyak pengamat menyebut gol ini sebagai salah satu gol paling spektakuler dalam beberapa tahun terakhir.
Montiel sendiri mengaku tidak terlalu banyak berpikir saat momen itu terjadi. Ia hanya bereaksi spontan ketika melihat peluang terbuka dan langsung melepaskan tendangan.
Sistem Penilaian FIFA Puskas Award 2025
Penentuan pemenang FIFA Puskas Award dilakukan melalui mekanisme yang ketat dan transparan. Proses penilaian melibatkan dua kelompok pemilih utama, yakni penggemar sepak bola global dan panel FIFA Legends, dengan bobot suara masing-masing sebesar 50 persen.
Setiap pemilih diminta untuk menyusun peringkat tiga gol terbaik dari total 10 nominasi yang telah ditetapkan FIFA. Pilihan pertama mendapatkan nilai tertinggi, disusul pilihan kedua dan ketiga dengan nilai yang lebih kecil. Seluruh poin kemudian diakumulasikan untuk menentukan tiga besar sebelum akhirnya menetapkan pemenang.
Dalam proses ini, gol Santiago Montiel memperoleh nilai tertinggi secara keseluruhan, mengungguli gol-gol milik Declan Rice dan Lamine Yamal.
Pujian FIFA untuk Santiago Montiel
Presiden FIFA, Gianni Infantino, turut menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada Montiel. Dalam pernyataannya, Infantino menilai gol tersebut mencerminkan esensi sejati Puskas Award, yakni keindahan, kreativitas, dan kualitas teknik tingkat tinggi.
Infantino menegaskan bahwa gol salto Montiel menunjukkan kelincahan, presisi, dan keberanian yang jarang terlihat, sehingga layak dinobatkan sebagai gol terbaik dunia tahun ini.
Catatan Sejarah bagi Argentina
Kemenangan Santiago Montiel juga mencatatkan sejarah tersendiri bagi sepak bola Argentina. Ia menjadi pemain Argentina kedua secara beruntun yang meraih FIFA Puskas Award, setelah Alejandro Garnacho memenangkan penghargaan yang sama pada 2024.
Fakta ini semakin menegaskan reputasi Argentina sebagai negara yang konsisten melahirkan pemain dengan kemampuan mencetak gol-gol spektakuler di level tertinggi sepak bola dunia.
Menariknya, Santiago Montiel memiliki hubungan keluarga dengan Gonzalo Montiel, bek Timnas Argentina yang menjadi pahlawan pada final Piala Dunia 2022 lewat gol penentu kemenangan.
Kiprah Wakil Indonesia di Puskas Award 2025
Dalam ajang ini, perhatian publik Indonesia tertuju pada Rizky Ridho Ramadhani. Gol jarak jauhnya bersama Persija Jakarta sempat masuk dalam daftar nominasi awal dan mendapat sorotan internasional.
Meski tidak melaju ke tiga besar, kehadiran Rizky Ridho dalam nominasi Puskas Award tetap dipandang sebagai pencapaian penting bagi sepak bola Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa gol-gol dari kompetisi domestik Indonesia mulai mendapat pengakuan di panggung global.
Tentang FIFA Puskas Award
FIFA Puskas Award merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada pencetak gol paling indah dalam satu periode kalender. Penghargaan ini dinamai Ferenc Puskas, legenda sepak bola Hungaria yang dikenal dengan produktivitas dan kualitas golnya yang luar biasa.
Untuk edisi 2025, gol yang dinilai berasal dari pertandingan yang berlangsung dalam rentang waktu 11 Agustus 2024 hingga 2 Agustus 2025. Seluruh proses pemilihan diawasi oleh pengamat independen guna memastikan transparansi dan keadilan.
Kemenangan Santiago Montiel di FIFA Puskas Award 2025 menjadi bukti bahwa keindahan sepak bola masih hidup dalam momen-momen spontan dan berani. Gol saltonya bukan hanya sekadar angka di papan skor, tetapi juga karya seni yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola dunia.
Di sisi lain, keterlibatan pemain Indonesia dalam nominasi menunjukkan perkembangan positif yang patut diapresiasi. Puskas Award 2025 pun menjadi panggung yang menegaskan bahwa sepak bola adalah bahasa universal, di mana keindahan dapat lahir dari mana saja.
***