TUGU JOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggencarkan pelayanan kesehatan hewan terpadu untuk mencegah penyebaran Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Program yang dijalankan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta tersebut menyasar sekitar 350 ekor kambing dan domba pada triwulan ketiga 2026.
Pelayanan dilakukan di berbagai kelompok peternak yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta. Selain menjaga kesehatan ternak, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap penyakit menular yang berpotensi merugikan peternak.
Ratusan Ternak Mendapat Vaksin dan Pemeriksaan Kesehatan
Petugas kesehatan hewan memberikan sejumlah layanan dalam kegiatan Yanduwan atau Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu.
Layanan tersebut meliputi vaksinasi PMK, pemberian obat cacing (deworming), vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta pemeriksaan kesehatan umum.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, mengatakan setiap ternak memperoleh penanganan sesuai kondisi kesehatannya.
“Pada pelaksanaan Yanduwan kali ini, petugas memberikan vaksinasi PMK, vitamin, serta pengobatan cacing sesuai kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing ternak,” kata Sri Panggarti, Senin (27/7/2026).
Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan sebagian besar ternak yang diperiksa berada dalam kondisi sehat.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada gejala awal penyakit yang luput dari pengawasan.
PMK Masih Jadi Ancaman Utama
DPP Kota Yogyakarta masih menempatkan PMK sebagai salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius.
Selain PMK, petugas juga mewaspadai beberapa penyakit hewan menular strategis lainnya seperti Lumpy Skin Disease (LSD), Septicaemia Epizootica (SE), dan antraks. Pada sektor unggas, ancaman yang terus dipantau adalah Avian Influenza atau flu burung.
Pengawasan dilakukan melalui vaksinasi rutin, pemantauan kesehatan ternak, edukasi biosekuriti kepada peternak, serta pengawasan lalu lintas ternak yang keluar masuk wilayah Yogyakarta.
“Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kekebalan ternak sekaligus mencegah penyebaran penyakit,” ujar Sri.
Petugas menilai kebersihan kandang masih menjadi faktor penting dalam pencegahan penyakit ternak.
Kondisi lingkungan yang bersih, sirkulasi udara yang baik, serta pemberian pakan berkualitas dapat membantu menjaga daya tahan hewan dan menekan risiko penularan penyakit.
Di sejumlah kelompok peternak yang dikunjungi, petugas juga memberikan edukasi langsung mengenai tata cara pemeliharaan ternak yang sesuai prinsip kesejahteraan hewan.
Peternak Diminta Segera Melapor Jika Ternak Sakit
Medik Veteriner DPP Kota Yogyakarta, Imam Abror, menjelaskan kegiatan Yanduwan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan. Pola pelayanan berkala tersebut bertujuan agar kesehatan ternak dapat dipantau secara berkelanjutan.
Peternak diminta segera menghubungi petugas apabila menemukan hewan yang menunjukkan gejala sakit seperti demam, kehilangan nafsu makan, luka pada mulut, atau kondisi lain yang mencurigakan.
Laporan cepat dinilai penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke ternak lain. Petugas juga mengingatkan agar setiap ternak yang didatangkan dari luar daerah wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
Dokumen tersebut menjadi salah satu instrumen pengawasan untuk memastikan ternak yang masuk ke Kota Yogyakarta berada dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.
Nomor WhatsApp Layanan Kesehatan Hewan Kota Yogyakarta
Masyarakat maupun peternak yang membutuhkan konsultasi dan pelayanan kesehatan hewan tidak harus datang langsung ke kantor.
DPP Kota Yogyakarta membuka akses layanan melalui Poliklinik Hewan Kota Yogyakarta pada jam kerja serta layanan WhatsApp resmi. Berikut kontak yang dapat dihubungi: 0898-0133-3924
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh nformasi kesehatan hewan, konsultasi penyakit ternak, hingga permintaan penanganan lanjutan sesuai ketentuan retribusi yang berlaku. (Gal)