
TUGUJOGJA – Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang di kawasan Muara Sungai Opak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hingga hari kedua operasi pada Minggu (29/3/2026), korban belum ditemukan meski berbagai metode pencarian telah dilakukan.
Operasi dipimpin Komandan Tim SAR, Efrans, dengan melibatkan penyisiran melalui jalur darat, air, dan udara. Kondisi cuaca terpantau cerah, namun arus di kawasan muara yang dinamis menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang nelayan bernama Yunanta (30), warga Muneng, Tirtohargo, Kretek, Bantul, berpamitan kepada keluarga untuk mencari ikan di sekitar Muara Sungai Opak.
Sekitar pukul 05.00 WIB, saksi bernama Diman Gondrong (56) menemukan perahu getek milik korban dalam kondisi terdampar di sisi barat muara. Jaring dan sepeda motor korban juga ditemukan di lokasi tanpa keberadaan korban.
Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa korban mengalami kecelakaan di perairan muara.
Upaya Pencarian dan Pembagian Tim
Pencarian awal dilakukan oleh warga dan keluarga korban, termasuk kakak korban, Ajar Pamungkas (35), dengan menyisir area sekitar. Namun hingga pukul 16.00 WIB pada hari pertama, korban belum ditemukan.
Pada pukul 17.00 WIB, operasi pencarian resmi dimulai setelah tim SAR gabungan diterjunkan.
Memasuki hari kedua, tim membagi personel ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran di perairan menggunakan empat perahu LCR dan satu jukung dengan radius 500 meter dari lokasi kejadian.
SRU 2 dan SRU 3 melakukan penyisiran jalur darat ke arah timur dan barat masing-masing sejauh 500 meter.
Sementara itu, SRU 4 mengoperasikan drone thermal untuk membantu pemantauan udara dan mendeteksi keberadaan korban berdasarkan suhu tubuh.
Hasil Pencarian Hari Kedua
Hingga operasi dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB, seluruh metode pencarian belum membuahkan hasil. Penggunaan drone thermal juga belum menunjukkan indikasi keberadaan korban di area pencarian.
Komandan tim SAR, Efrans, menyampaikan bahwa evaluasi akan dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya dalam operasi pencarian.
Operasi Dilanjutkan dan Evaluasi Taktik
Tim SAR menghentikan sementara operasi pada Minggu sore dan akan melanjutkan pencarian pada Senin (30/3/2026) pukul 07.00 WIB. Evaluasi dilakukan untuk mempertimbangkan perluasan area pencarian dan strategi lanjutan.
Keluarga korban masih menunggu hasil pencarian dengan harapan korban segera ditemukan. Warga setempat juga turut membantu dan memberikan dukungan selama proses pencarian berlangsung.
Peristiwa ini kembali menunjukkan risiko yang dihadapi nelayan tradisional, khususnya di wilayah muara dengan karakter arus yang kuat dan kondisi yang berubah-ubah.
https://frankspizzapalace.com/menu