
TUGUJOGJA – Utang merupakan tanggung jawab yang harus segera ditunaikan oleh setiap muslim. Selain berusaha mencari rezeki yang halal dan mengatur keuangan dengan baik, Rasulullah SAW juga mengajarkan sejumlah doa yang dapat diamalkan sebagai ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT agar diberi kemudahan melunasi utang, dijauhkan dari kesempitan hidup, serta dilapangkan rezekinya.
Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa perlindungan dari lilitan utang, kesedihan, hingga permohonan agar dicukupkan dengan rezeki yang halal. Di samping itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, bertawakal kepada Allah SWT, membaca Surat Ali Imran ayat 26-27, serta rutin melaksanakan salat malam sebagai bentuk ikhtiar spiritual.
Berikut beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kemudahan dalam melunasi utang.
Doa Memohon Perlindungan dari Lilitan Utang dan Kesedihan
Salah satu doa yang paling dikenal adalah doa perlindungan dari beban hidup, rasa sedih, serta lilitan utang. Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih riwayat Bukhari.
Arab:
ุงููููููู ูู ุฅููููู ุฃูุนููุฐู ุจููู ู ููู ุงููููู ูู ููุงููุญูุฒูููุ ููุฃูุนููุฐู ุจููู ู ููู ุงููุนูุฌูุฒู ููุงููููุณูููุ ููุฃูุนููุฐู ุจููู ู ููู ุงููุฌูุจููู ููุงููุจูุฎูููุ ููุฃูุนููุฐู ุจููู ู ููู ุบูููุจูุฉู ุงูุฏูููููู ููููููุฑู ุงูุฑููุฌูุงูู
Latin:
Allahumma inni a’udzu bika minal hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid-daini wa qahrir-rijal.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan pemaksaan orang lain.” (HR. Bukhari).
Doa ini berisi permohonan agar Allah SWT memberikan perlindungan dari berbagai keadaan yang dapat memberatkan kehidupan, termasuk tekanan akibat utang.
Doa Memohon Rezeki Halal dan Kecukupan
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa agar seorang muslim dicukupkan dengan rezeki yang halal sehingga tidak bergantung kepada selain Allah SWT.
Arab:
ุงููููููู ูู ุงููููููู ุจูุญูููุงูููู ุนููู ุญูุฑูุงู ูููุ ููุฃูุบูููููู ุจูููุถููููู ุนูู ูููู ุณูููุงูู
Latin:
Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.
Artinya:
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi).
Doa ini sering diamalkan oleh umat Islam sebagai permohonan agar Allah SWT memberikan kecukupan rezeki sehingga kebutuhan hidup dapat dipenuhi dengan cara yang halal.
Doa Memohon Perlindungan dari Dosa dan Utang
Selain dua doa di atas, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa singkat untuk memohon perlindungan dari dosa sekaligus jeratan utang.
Arab:
ุงููููููู ูู ุฅููููู ุฃูุนููุฐู ุจููู ู ููู ุงููู ูุฃูุซูู ู ููุงููู ูุบูุฑูู ู
Latin:
Allahumma inni aโudzu bika minal-maโtsami wal-maghram.
Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat dosa dan dari lilitan utang.” (HR. Bukhari & Muslim).
Meskipun singkat, doa ini memiliki makna yang mendalam karena memohon perlindungan dari dua perkara yang dapat memberatkan kehidupan seseorang, baik di dunia maupun akhirat.
Amalan yang Dianjurkan untuk Memohon Kelapangan Rezeki
Selain membaca doa-doa tersebut, Rasulullah SAW juga mengajarkan sejumlah amalan yang dapat dilakukan sebagai bentuk ikhtiar kepada Allah SWT.
Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain memperbanyak istighfar, meningkatkan tawakal kepada Allah SWT, membaca Surat Ali Imran ayat 26-27, serta membiasakan diri melaksanakan salat malam.
Amalan-amalan tersebut menjadi bentuk penghambaan sekaligus permohonan agar Allah SWT memberikan jalan keluar dari kesulitan, melapangkan rezeki, dan memudahkan seseorang dalam memenuhi kewajibannya.
Doa Harus Disertai Ikhtiar
Dalam Islam, doa menjadi salah satu bentuk ibadah sekaligus wujud ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT. Namun, doa juga perlu dibarengi dengan usaha nyata, seperti bekerja mencari rezeki yang halal, mengelola keuangan secara bijaksana, serta berkomitmen menyelesaikan utang sesuai kemampuan.
Dengan memadukan doa, ikhtiar, dan tawakal, seorang muslim diharapkan memperoleh pertolongan Allah SWT untuk keluar dari kesulitan serta diberikan kelapangan dalam menjalani kehidupan.***