Puasa Tasua atau Asyura, Mana yang Lebih Utama? Ini Penjelasan Keutamaan dan Sejarahnya

Bagikan :
Ilustrasi Puasa Tasua atau Asyura, Mana yang Lebih Utama? Ini Penjelasan Keutamaan dan Sejarahnya/Unsplash

TUGUJOGJA – Puasa Tasua dan Asyura sama-sama dianjurkan pada bulan Muharram. Namun, mana yang lebih utama? Simak penjelasan lengkap tentang keutamaan, sejarah, dan anjuran pelaksanaannya.

Bulan Muharram menjadi salah satu momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah sunnah. Di antara amalan yang paling dikenal pada bulan pertama dalam kalender Hijriah ini adalah Puasa Tasua yang dilaksanakan pada 9 Muharram dan Puasa Asyura pada 10 Muharram.

Kedua puasa tersebut kerap dilakukan secara berurutan dan sering dianggap memiliki kedudukan yang sama. Namun dalam kajian para ulama, terdapat perbedaan dari sisi sejarah, tujuan pelaksanaan, hingga tingkat keutamaannya.

Lantas, jika harus memilih salah satu, manakah yang lebih utama antara Puasa Tasua dan Puasa Asyura?

Perbedaan Puasa Tasua dan Puasa Asyura

Secara waktu pelaksanaan, kedua puasa ini hanya terpaut satu hari. Puasa Tasua dikerjakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.

Meski berdekatan, keduanya memiliki latar belakang yang berbeda.

Puasa Asyura telah dikenal sejak sebelum datangnya Islam. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Mereka melakukannya sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Sementara itu, Puasa Tasua baru dianjurkan Rasulullah SAW pada masa berikutnya sebagai bentuk pembeda dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Baca juga  Link dan Cara Mengecek Pengumuman PPG Calon Guru 2025 Tahap 2

Karena itulah, Puasa Tasua sering dipahami sebagai pelengkap sekaligus penyempurna ibadah Puasa Asyura.

Puasa Asyura Memiliki Keutamaan Lebih Besar

Dari sisi ganjaran dan dalil yang menjelaskan keutamaannya, Puasa Asyura memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan Puasa Tasua.

Keutamaan tersebut disebutkan secara langsung dalam hadis Rasulullah SAW:

โ€œPuasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun sebelumnya.โ€ (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan besarnya pahala yang dijanjikan bagi umat Islam yang melaksanakan Puasa Asyura. Para ulama menjelaskan bahwa puasa ini dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

Selain itu, Puasa Asyura tetap sah dan bernilai ibadah meskipun dilakukan tanpa disertai puasa pada hari sebelumnya.

Karena memiliki keutamaan yang secara khusus disebutkan dalam hadis, banyak ulama menempatkan Puasa Asyura sebagai puasa sunnah yang lebih utama dibandingkan Puasa Tasua.

Kedudukan Penting Puasa Tasua

Walaupun tidak memiliki keutamaan penghapusan dosa sebagaimana Puasa Asyura, Puasa Tasua tetap mempunyai nilai penting dalam syariat Islam.

Anjuran melaksanakan Puasa Tasua berasal dari keinginan Rasulullah SAW untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dari tradisi kaum Yahudi.

Menjelang akhir hayatnya, Rasulullah SAW bersabda:

โ€œSungguh, jika aku masih hidup tahun depan, aku pasti akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasua).โ€ (HR. Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar para ulama dalam menganjurkan umat Islam untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram sebagai pendamping Puasa Asyura.

Baca juga  7 Larangan saat Malam Lailatul Qadar yang Perlu Dihindari Umat Muslim

Dengan melaksanakan Tasua, seorang Muslim dianggap lebih sempurna dalam mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Bolehkah Hanya Berpuasa Asyura?

Pertanyaan ini cukup sering muncul menjelang bulan Muharram.

Para ulama menjelaskan bahwa seseorang tetap diperbolehkan berpuasa Asyura tanpa melaksanakan Puasa Tasua. Dalam kondisi hanya mampu menjalankan satu hari puasa, maka Puasa Asyura lebih dianjurkan karena memiliki keutamaan yang lebih besar dan dalil yang lebih kuat.

Namun demikian, melaksanakan Puasa Tasua dan Asyura secara berurutan tetap menjadi pilihan yang lebih utama karena sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.

Bahkan sebagian ulama menganjurkan agar puasa Muharram dilakukan selama tiga hari, yaitu tanggal 9, 10, dan 11 Muharram. Tujuannya untuk semakin menyempurnakan ibadah sekaligus mempertegas perbedaan dengan kebiasaan umat terdahulu.

Tingkatan Paling Sempurna dalam Puasa Muharram

Secara umum, para ulama membagi tingkatan pelaksanaan puasa Muharram menjadi beberapa kategori.

Tingkatan pertama dan paling utama adalah berpuasa selama tiga hari, yakni tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.

Tingkatan berikutnya adalah melaksanakan Puasa Tasua dan Puasa Asyura secara berurutan pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Baca juga  Tata Cara Shalat Tasbih di Bulan Ramadan, Dianjurkan Rasulullah SAW Minimal Sekali Seumur Hidup

Sementara itu, berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharram tetap diperbolehkan dan tetap mendapatkan keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW.

Karena itu, meskipun Puasa Asyura memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari sisi keutamaan, pelaksanaan Puasa Tasua dan Asyura secara bersamaan tetap menjadi amalan yang paling dianjurkan. Selain memperoleh pahala puasa sunnah, umat Islam juga dapat mengikuti sunnah Rasulullah SAW secara lebih sempurna pada bulan Muharram yang penuh keberkahan.***

penidabet

situs togel

situs togel

slot gacor

situs togel

situs togel

toto togel

situs gacor

toto togel

situs togel

situs togel

toto togel

toto togel

situs togel

toto slot

slot gacor

situs hk pools

situs hk pools

situs togel

situs togel

situs togel

situs togel

situs togel

toto togel

toto togel

situs togel

situs togel

toto togel

slot gacor

toto togel

toto togel

toto togel

toto togel

toto togel

toto togel

toto togel

toto togel

toto togel

toto togel

situs hk pools

situs slot gacor

link slot

situs slot gacor

slot gacor

toto togel

toto togel

situs slot

situs slot

situs slot

toto togel

link slot

situs togel

situs hk pools

link slot

situs slot gacor

slot gacor

toto togel

toto togel

link slot

link slot

penidabet

penidabet login

penidabet daftar

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

6129583033871878726

Ketika Display Kebudayaan Menambah Meriah Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara Yogyakarta

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat