
TUGUJOGJA – Teks takbiran Idul Adha lengkap Arab, latin, dan artinya beserta waktu membaca takbir menurut ulama. Simak bacaan takbiran panjang dan pendek di sini.
Takbiran Idul Adha menjadi salah satu amalan yang identik dengan datangnya Hari Raya Haji. Kumandang kalimat takbir biasanya menggema di masjid, musala, hingga rumah-rumah umat Muslim sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT menjelang dan selama Idul Adha.
Dalam tradisi umat Islam, terdapat dua versi bacaan takbiran yang umum dilantunkan, yakni versi panjang dan versi pendek. Kedua bacaan tersebut sama-sama berisi pujian, pengagungan, dan penghambaan kepada Allah SWT.
Penulis kitab fikih Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa membaca takbir pada Hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha hukumnya sunnah. Anjuran tersebut merujuk pada sejumlah dalil Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Al-Baqarah ayat 203:
“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang…”
Selain itu, dalil mengenai anjuran bertakbir juga tercantum dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
“…Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin.”
Bacaan Takbiran Idul Adha Lengkap
Berikut teks takbiran Idul Adha lengkap yang dikutip dari buku Panduan Praktis Salat Wajib dan Sunah karya Abdul Bakir.
Teks Arab
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرَ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْد x3
اللهُ أَكْبَرْ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً, لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamdu 3x
Allaahu akbar kabiira wal hamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiila. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa’dahu, wa nasara ‘abdahu, wa a’azza jundahu wa hazamal ahzaaba wahdahu. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamdu.
Arti
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar, dan segala puji bagi Allah.
Allah Mahabesar dan Mahaagung dan segala puji bagi Allah. Mahasuci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlas kami beribadah kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya, benar janji-Nya, Maha Penolong kepada hamba-Nya dan Dia mengusir musuh nabi-nabi-Nya dengan sendiri-Nya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar dan bagi-Nya segala puji.”
Bacaan Takbiran Idul Adha Pendek
Selain versi panjang, masyarakat juga kerap melantunkan versi singkat yang lebih ringkas namun tetap sarat makna.
Teks Arab
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ ولله الحمد.
Latin
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.
Arti
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan segala puji bagi Allah.”
Kapan Waktu Takbiran Idul Adha Dibaca?
Takbiran Idul Adha memiliki waktu pelaksanaan yang cukup panjang dibandingkan takbir Idul Fitri. Mayoritas ulama berpendapat bahwa takbir dimulai sejak Subuh hari Arafah, yakni 9 Zulhijah, hingga Asar pada hari Tasyrik terakhir, 13 Zulhijah.
Pendapat tersebut dipegang oleh sejumlah ulama, di antaranya Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Abu Yusuf, dan Muhammad.
Sementara itu, Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menerangkan bahwa bacaan takbir dianjurkan setiap selesai salat, baik salat wajib maupun sunnah, selama Hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik berlangsung.
Takbir juga dapat dikumandangkan kapan saja sepanjang hari-hari tersebut sebagai bentuk dzikir dan pengagungan kepada Allah SWT.
Tradisi takbiran sendiri tidak hanya menjadi bagian dari ibadah, tetapi juga menghadirkan suasana religius yang mempererat kebersamaan umat Muslim dalam menyambut Idul Adha.***
https://frankspizzapalace.com/menu