
TUGU JOGJA – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar konser newcomers bertajuk “PECCATOR: From The First Fall” di Auditorium Kampus II Gedung St. Thomas Aquinas UAJY pada Sabtu, 13 Juni 2026. Pertunjukan ini mengangkat refleksi tentang pergulatan manusia menghadapi godaan duniawi dan pentingnya kembali pada nilai iman serta kemanusiaan di tengah kehidupan modern.
Melalui perpaduan musik paduan suara dan unsur dramatik, konser tersebut menghadirkan interpretasi kisah Adam dan Hawa dari Kitab Kejadian yang dikaitkan dengan realitas kehidupan masa kini. Tema yang diusung menggambarkan kondisi manusia yang kerap terjebak dalam ambisi pribadi, godaan duniawi, hingga memudarnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Mengangkat Kisah Kejatuhan Manusia dalam Perspektif Masa Kini
Konser “PECCATOR: From The First Fall” menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memahami kembali makna kejatuhan manusia pertama yang diceritakan dalam Kitab Kejadian. Kisah tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai narasi religius, tetapi juga diterjemahkan ke dalam berbagai persoalan yang dihadapi manusia modern.
Melalui alur pertunjukan yang disusun secara tematis, PSM UAJY mengajak audiens melihat bagaimana manusia saat ini sering berada di persimpangan antara nilai moral, ambisi pribadi, dan berbagai godaan yang muncul dalam kehidupan sosial maupun profesional.
Pesan utama yang ingin disampaikan adalah bahwa di balik berbagai kelemahan dan ketidaksempurnaan manusia, selalu ada kesempatan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan kembali pada nilai-nilai yang mendasari kehidupan yang bermakna.
Deretan Lagu Menguatkan Pesan Reflektif Konser
Untuk mendukung narasi yang dibangun sepanjang pertunjukan, para penyanyi membawakan sejumlah lagu dengan karakter dan pesan yang beragam. Beberapa lagu yang ditampilkan antara lain City Called Heaven, Daemon Irrepit Callidus, How Great Thou Art, Bury a Friend, The Gift of Love, Pal So Seong, Bole Chudiyan, Forbidden Fruit, SuaraMu Kudengar x Tenanglah Kini Hatiku, The Majesty and Glory of Your Name, serta Spirit of PSM ATMA JOGJA.
Setiap lagu dipilih untuk memperkuat perjalanan emosional yang ingin disampaikan kepada penonton, mulai dari pergulatan batin manusia, pencarian makna hidup, hingga harapan akan pemulihan dan kasih yang lebih besar.
Ketua Konser, Aurelia Fiony De Lourdes Purba, berharap pertunjukan tersebut dapat menjadi sarana refleksi bersama mengenai posisi manusia di hadapan Tuhan.
“Semoga konser ini bisa menjadi wadah bagi kita semua untuk menyadari seberapa rendahnya kita sebagai manusia berdosa, dan betapa baiknya kasih Allah kepada kita,” ujar Ketua Konser, Aurelia Fiony De Lourdes Purba.
Penampilan 47 Newcomers di Bawah Arahan Konduktor Angela Merici Glory Nugroho
Konser ini melibatkan 47 penyanyi newcomers yang tergabung dalam kelompok suara Sopran, Alto, Tenor, dan Bass. Di bawah arahan konduktor Angela Merici Glory Nugroho, para anggota berhasil menyampaikan pesan yang terkandung dalam setiap komposisi lagu yang dibawakan.
Tidak hanya mengandalkan kualitas vokal, para penyanyi juga menghadirkan ekspresi dan penghayatan yang mendukung jalan cerita pertunjukan. Hal tersebut membuat konser berlangsung tidak sekadar sebagai pertunjukan musik, tetapi juga menjadi pengalaman reflektif bagi para penonton.
PSM Atma Jogja memanfaatkan momentum konser newcomers ini untuk menunjukkan proses pembinaan anggota baru sekaligus memperkenalkan karakter musikal yang menjadi ciri khas kelompok paduan suara tersebut.
UAJY Apresiasi Dedikasi dan Pengorbanan Para Anggota
Keberhasilan penyelenggaraan konser juga mendapat apresiasi dari pimpinan universitas. Wakil Rektor III UAJY, Ir. Yosef Daryanto, S.T., M.Sc., Ph.D memberikan penghargaan atas komitmen dan kerja keras yang ditunjukkan para anggota selama proses persiapan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah pertunjukan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir di atas panggung, tetapi juga oleh proses panjang yang melibatkan disiplin, konsistensi, serta pengorbanan dari setiap anggota.
“Kami secara pribadi melihat ada aura prestasi, ada keyakinan dari segala persiapan yang sudah dilakukan, kedisiplinan yang ada, dan berbagai pengorbanan baik waktu kuliah, kesenangan lainnya, serta waktu bersama keluarga,” ungkapnya.
Komitmen PSM Atma Jogja Menghadirkan Seni yang Sarat Makna
Melalui penyelenggaraan “PECCATOR: From The First Fall”, PSM Atma Jogja kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya mengedepankan kualitas musikalitas, tetapi juga memiliki nilai edukatif dan reflektif.
Konser ini menjadi pengingat bahwa manusia tidak pernah lepas dari kelemahan dan godaan duniawi. Namun demikian, setiap individu tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menemukan kembali nilai-nilai iman serta kemanusiaan yang tulus.
Keberhasilan konser newcomers tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana seni musik dan drama dapat menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Melalui karya yang ditampilkan, PSM UAJY mengajak penonton untuk sejenak berhenti dari kesibukan sehari-hari, merenungkan perjalanan hidup, dan menemukan harapan di tengah berbagai keterbatasan yang dimiliki manusia.