Rp 300 Miliar Digelontorkan untuk 52 Program Pengentasan Kemiskinan, Namun Angka Kemiskinan Masih Tinggi

Bagikan :
Sri Paduka KGPAA Paku Alam X memaparkan penggunaan dana keistimewaan dalam rapat DPRD DIY. (Dok Pemda DIY)

TUGUJOGJA Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) terus berupaya memerangi kemiskinan yang masih membelit wilayah istimewa ini.

Dengan komitmen yang kuat, Pemda DIY menggelontorkan dana sebesar Rp303,25 miliar untuk mendanai 52 kegiatan strategis sepanjang tahun 2024.

Seluruh program itu diarahkan khusus untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin, penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok rentan lainnya.

Langkah ini mencerminkan tekad pemerintah daerah dalam menghadirkan keadilan sosial dan kesejahteraan merata.

Namun, di balik besarnya anggaran dan semangat pengentasan, angka kemiskinan di DIY pada tahun 2024–2025 masih mencatatkan angka yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan DIY per Maret 2025 tercatat sebesar 11,10%, atau sekitar 437.500 jiwa.

Angka ini hanya sedikit menurun dibandingkan periode Maret 2024 sebesar 11,38%, menunjukkan bahwa tantangan pengentasan kemiskinan masih jauh dari kata selesai.

Dana Keistimewaan untuk Warga Miskin dan Rentan

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan bahwa dana keistimewaan tidak hanya menjadi simbol otonomi budaya dan sejarah, tetapi juga instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Baca juga  Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, 27 Mei 2025 dari Stasiun Klaten ke Arah Solo

Dalam Rapat Paripurna DPRD DIY, Rabu, 4 Juni 2025, Sri Paduka memaparkan bahwa dana keistimewaan tahun 2024 diarahkan pada sektor publik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat miskin.

“Kami menggunakan dana keistimewaan untuk pelayanan publik, pembangunan rumah layak huni, penyediaan air bersih, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi. Semua itu ditujukan untuk masyarakat miskin, penyandang disabilitas, serta lansia,” ujar Sri Paduka dengan nada tegas.

Di hadapan forum terhormat DPRD DIY, Sri Paduka memaparkan bahwa serapan belanja dalam APBD 2024 mencapai 94,65%. Anggaran tersebut digunakan untuk program-program prioritas seperti layanan dasar, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat. Sisa anggaran berasal dari belanja pegawai, efisiensi kegiatan, serta sisa lelang pengadaan.

“Kami merancang APBD secara efektif dan efisien. Setiap rupiah diarahkan untuk mengubah kehidupan masyarakat miskin,” jelasnya.

Perlu Evaluasi, Peran Swasta dan Optimalisasi Pendapatan

Meski begitu, Sri Paduka mengakui pentingnya evaluasi berkelanjutan. Ia sepakat dengan DPRD mengenai perlunya penguatan Inclusive Growth Index (IGI) agar belanja daerah tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat bawah.

Baca juga  Evakuasi 11 Bayi di Sleman Gegerkan Warga, Mayoritas Diduga Hasil Hubungan di Luar Nikah

Sri Paduka turut menyoroti peran penting sektor swasta dalam mengakselerasi pembangunan. Ia mendorong peningkatan kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), demi mendukung pembiayaan program-program sosial dan kemasyarakatan.

“Pembangunan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak sektor swasta untuk lebih aktif menyalurkan CSR-nya,” ujarnya.

Dalam laporan yang sama, Sri Paduka menjelaskan bahwa sektor pajak daerah menjadi penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sementara itu, pendapatan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tidak seluruhnya terealisasi karena sistem penyaluran berbasis nilai kontrak, bukan total pagu anggaran.

“Untuk mengoptimalkan pendapatan transfer, kami memastikan semua syarat administrasi terpenuhi dan laporan disampaikan tepat waktu,” tandasnya.

Dalam upaya mempersempit kesenjangan antarwilayah, Pemda DIY telah menyalurkan bantuan keuangan khusus ke tiga kabupaten yang tergolong memiliki tingkat kemiskinan tinggi: Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul.

“Bantuan ini kami arahkan agar daerah-daerah tersebut bisa mempercepat akselerasi pembangunan ekonomi masyarakat,” ungkap Sri Paduka.

slot gacor

toto togel

situs togel

Baca juga  Bupati Gunungkidul Tegaskan Kopdes Merah Putih Bukan Lembaga Sosial, Tapi Mesin Ekonomi Desa

link slot

toto togel

situs slot

toto togel

toto togel

situs hk pools

situs slot gacor

toto togel

situs slot gacor

situs togel

situs togel

slot gacor

toto togel

situs slot

situs hk pools

situs hk pools

situs togel

situs togel

toto togel

situs togel

situs slot

situs slot

jakartahoki

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

rut-miit-mPaKMvE3sHg-unsplash

Tidak Lolos KIP Kuliah Apakah Bisa Daftar Lagi? Simak Ketentuannya Berikut Ini