Satu Kampung Satu Arsitek Siap Digulirkan, 500 Arsitek Akan Dampingi Penataan Kampung Yogya

Bagikan :

TUGU JOGJA – Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mematangkan program Satu Kampung Satu Arsitek sebagai langkah mempercepat penataan kawasan permukiman berbasis budaya dan keberlanjutan. Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyiapkan sekitar 500 arsitek untuk mendampingi kampung-kampung di Kota Yogyakarta.

Komitmen itu mengemuka dalam talkshow yang digelar di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (23/7/2026). Selain IAI DIY, sebanyak 14 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Arsitektur juga akan dilibatkan untuk mendukung pendampingan di setiap kemantren.

Kampung Jadi Titik Awal Pembangunan Kota

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan pembangunan kota tidak cukup hanya berfokus pada kawasan utama. Menurutnya, kualitas sebuah kota justru ditentukan oleh kondisi kampung sebagai ruang hidup masyarakat sehari-hari.

“Kampung bukan hanya ruang hunian, tetapi ruang kehidupan. Kalau kampungnya baik, maka kotanya juga akan berkembang dengan baik,” ujar Hasto.

Ia mengatakan setiap kampung di Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda sehingga penataan lingkungan perlu menjaga identitas lokal yang telah tumbuh di tengah masyarakat.

Baca juga  Dua Penyu Mati Terdampar di Pantai Sepanjang, Ahli Sebut Efek Perubahan Iklim dan Gelombang Tinggi

Melalui program Satu Kampung Satu Arsitek, pemerintah berharap kawasan permukiman tidak hanya menjadi lebih bersih dan sehat, tetapi juga memiliki kualitas ruang yang nyaman, aman, dan bernilai estetika.

Penataan Sungai Jadi Contoh Kolaborasi

Hasto menilai pendekatan serupa telah mulai diterapkan dalam penataan kawasan sungai di Kota Yogyakarta.

Pemerintah, kata dia, saat ini terus melakukan pembersihan bantaran sungai sekaligus memasang 27 jaring sampah untuk menahan sampah kiriman dari wilayah hulu sebelum memasuki Kota Yogyakarta.

Setelah persoalan kebersihan dapat dikendalikan, tahap berikutnya adalah menghadirkan sentuhan desain agar kawasan sungai berkembang menjadi ruang publik yang tetap menjaga fungsi ekologinya.

“Kalau sungainya sudah bersih, berikutnya perlu sentuhan dari para arsitek agar menjadi ruang publik yang menarik tanpa meninggalkan fungsi ekologisnya,” kata Hasto.

Menurutnya, konsep tersebut juga akan diterapkan di lingkungan kampung sehingga penataan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pemkot Bidik Penataan Kampung Berbasis Budaya

Hasto menegaskan keberhasilan pembangunan Yogyakarta tidak hanya diukur dari kawasan wisata seperti Malioboro, melainkan juga dari kualitas lingkungan permukiman yang tersebar di seluruh kota.

Baca juga  Daftar Rental PlayStation di Jogja 2025: Lengkap dengan Fasilitas Nyaman dan Ruang VIP

Karena itu, kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Ia berharap program tersebut mampu menjadikan Yogyakarta sebagai rujukan nasional dalam penataan kampung yang mengedepankan budaya, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

“Kalau program ini berhasil, saya yakin Yogyakarta bisa menjadi center of excellence dan center of reference bagi kota-kota lain dalam penataan kampung yang berkelanjutan,” ujarnya.

IAI DIY Siapkan 500 Arsitek

Ketua IAI DIY Erlangga Winoto memastikan organisasinya siap mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, arsitek tidak hanya bertugas merancang bangunan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk meningkatkan kualitas lingkungan tempat masyarakat tinggal.

Erlangga menjelaskan konsep Satu Kampung Satu Arsitek mengusung filosofi Jawa Soko Sekar. Dalam pemaknaannya, soko merupakan tiang penyangga yang menjadi struktur utama bangunan, sedangkan sekar melambangkan keindahan.

Filosofi itu menggambarkan bahwa arsitek tidak hanya menghadirkan desain yang menarik secara visual, tetapi juga memastikan bangunan maupun kawasan memiliki fungsi, keamanan, serta memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca juga  Kiandra Ramadhipa Juara di Sachsenring, Pembalap Muda Asal Sleman Kibarkan Indonesia Raya di Jerman

“Arsitek harus hadir sebagai penyangga sekaligus memperindah. Tugas kami bukan sekadar membuat bangunan yang cantik, tetapi juga memastikan bangunan memiliki keandalan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Erlangga.

Selain menyiapkan sekitar 500 arsitek, IAI DIY juga akan melibatkan 14 perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Arsitektur di Yogyakarta.

Perguruan tinggi tersebut akan menjadi mitra pendamping di setiap kemantren melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat implementasi program sekaligus menghadirkan solusi penataan kampung yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.

Dengan dukungan ratusan arsitek dan kalangan akademisi, Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan penataan kampung tidak hanya memperbaiki kualitas permukiman, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, serta berkelanjutan bagi masyarakat.

Berita Terbaru

kejurda
GABSI DIY Perbanyak Kejuaraan Bridge untuk Jaring Bibit Atlet Terbaik, Gunungkidul Jadi Contoh Sukses Regenerasi
kaliurang-wisata
8 Wisata Kaliurang untuk Keluarga, Ada yang Gratis dan Bayar Seikhlasnya
heha-harga
Harga Tiket HeHa Sky View 2026 dan Jam Buka Terbaru, Cek Sebelum Berkunjung
sate-kl
Indonesia Masuk 10 Besar Destinasi Kuliner Dunia, Gudeg, Sate Klathak, hingga Hidangan Keraton Yogyakarta Jadi Rekomendasi Utama
saparan-apem
Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59 Digelar, Warga Berebut 1,5 Ton Apem di Ngemplak

Sedang Banyak Dibaca

KJW07056

ISPARE Yogyakarta Tawarkan iPhone Second Mulai Ratusan Ribu dengan Skema Kredit dan Garansi Lengkap

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

Cara Mengaktifkan AI Waifu Grok Viral

Viral Fitur Waifu AI di Grok, Ini Cara Aktifkan Lewat HP

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Setu Sinau Malioboro

Setu Sinau Malioboro Diserbu Turis Asing, Belajar Aksara Jawa jadi Daya Tarik Baru Yogyakarta