
TUGUJOGJA – Malam Lailatul Qadar menjadi malam paling mulia di bulan Ramadan. Simak perkiraan waktunya pada Ramadan 2026 serta tanda-tanda seseorang meraih keberkahannya menurut para ulama.
Lailatul Qadar dikenal sebagai salah satu malam paling agung dalam ajaran Islam. Malam ini hadir pada bulan Ramadan dan disebut dalam Al-Qur’an memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan nilainya melebihi ibadah selama seribu bulan.
Karena keistimewaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan berbagai bentuk ibadah ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Berbagai amalan seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa dan dzikir menjadi cara yang dianjurkan untuk meraih keberkahan malam tersebut.
Meski sangat istimewa, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak diketahui secara pasti. Hal ini menjadi bagian dari hikmah agar umat Islam terus meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Menurut NU Online, Lailatul Qadar diturunkan Allah SWT karena kekhawatiran para sahabat Nabi Muhammad SAW mengenai usia umat Islam yang lebih pendek dibandingkan umat terdahulu. Dengan adanya malam ini, pahala ibadah yang dilakukan dapat menyamai bahkan melampaui ibadah selama seribu bulan.
Perkiraan Malam Lailatul Qadar Ramadan 1447 H
Mayoritas ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada periode tersebut.
Jika awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, maka malam-malam ganjil yang diperkirakan menjadi waktu kemungkinan terjadinya Lailatul Qadar adalah:
- Malam 21 Ramadan: Selasa malam, 10 Maret 2026
- Malam 23 Ramadan: Kamis malam, 12 Maret 2026
- Malam 25 Ramadan: Sabtu malam, 14 Maret 2026
- Malam 27 Ramadan: Senin malam, 16 Maret 2026
- Malam 29 Ramadan: Rabu malam, 18 Maret 2026
Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa tidak ada kepastian mengenai tanggal pasti Lailatul Qadar. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap konsisten beribadah selama sepuluh malam terakhir Ramadan.
Tanda Seseorang Mendapatkan Lailatul Qadar
Beberapa ulama menjelaskan adanya tanda-tanda yang dapat dirasakan oleh seseorang yang memperoleh keberkahan Lailatul Qadar.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan ciri seseorang yang mendapatkan salam serta berjabat tangan dengan malaikat Jibril. Penjelasan tersebut tertulis dalam kutipan berikut:
“وعلامة ذلك اقشعرر جلده و ترقيق قلبه و تدميع عينيه”
Artinya: Tanda seseorang yang mendapatkan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril adalah gemetar kulitnya, hatinya menjadi lembut, dan air matanya senantiasa bercucuran. (Al-Jailani, II/23)
Selain itu, Prof. Muhammad Quraish Shihab dan Syaikh Khalid Al Mushlih juga menyampaikan beberapa tanda lain yang bisa dirasakan oleh seseorang yang memperoleh keberkahan malam tersebut.
Mengalami Perubahan Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
Salah satu indikasi seseorang meraih Lailatul Qadar adalah perubahan positif dalam dirinya. Perubahan ini terlihat dari meningkatnya kedekatan dengan Allah SWT serta munculnya kesadaran spiritual yang lebih kuat.
Hati menjadi lebih tenang dan mantap dalam keyakinan. Sikap lalai terhadap ibadah mulai tergantikan dengan kesadaran untuk selalu mengingat Allah. Selain itu, sifat riya digantikan oleh keikhlasan, kelemahan berubah menjadi keteguhan, dan kesombongan berganti dengan kerendahan hati.
Merasakan Kedamaian hingga Fajar
Mayoritas ulama juga menyebutkan bahwa salah satu ciri Lailatul Qadar adalah hadirnya ketenangan yang berlangsung hingga waktu fajar. Hal ini merujuk pada ayat terakhir dalam Surah Al-Qadr:
“سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ”
Latin: “Salaamun hiya hattaa mathla’il fajr”.
Artinya: Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
Ketenangan tersebut tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga menenangkan hati dan pikiran.
Meningkatnya Ketakwaan kepada Allah SWT
Orang yang meraih keberkahan Lailatul Qadar biasanya mengalami peningkatan ketakwaan. Kesadaran untuk menjalankan perintah Allah SWT menjadi lebih kuat, sementara dorongan untuk menjauhi perbuatan maksiat juga semakin besar.
Perubahan ini sering terlihat dari meningkatnya semangat dalam melakukan berbagai amal saleh, baik ibadah wajib maupun sunnah.
Kekhusyukan yang Lebih Mendalam dalam Ibadah
Pada malam Lailatul Qadar, malaikat turun ke bumi atas izin Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Qadr. Sebagian orang merasakan kekhusyukan dan kenikmatan yang lebih mendalam ketika menjalankan ibadah pada malam tersebut.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah salat malam. Rasulullah SAW bersabda:
“مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ”
Artinya: Siapa saja yang mendirikan salat pada Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (Muttafaq Alaih)
Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan beribadah pada malam Lailatul Qadar.
Tidak Ada Tanda yang Benar-Benar Pasti
Syaikh Khalid Al-Mushlih menegaskan bahwa tidak ada ciri pasti yang dapat memastikan seseorang telah mendapatkan Lailatul Qadar. Setiap orang yang bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan memiliki peluang untuk meraih malam kemuliaan tersebut.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Imam At-Thabari yang menyebutkan bahwa tidak ada tanda yang benar-benar dapat membedakan Lailatul Qadar dengan malam lainnya secara mutlak.
Karena itu, yang paling utama adalah menjaga konsistensi ibadah sepanjang Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir. Dengan ketekunan beribadah, umat Islam berharap memperoleh rahmat serta ridha Allah SWT.***