Tanpa Kembang Api, HeHa Sky View Lepas 1.000 Balon Doa di Malam Tahun Baru

Bagikan :
Perayaan tahun baru di HeHa Sky View diwarnai pelepasan 1.000 balon doa. (Ist)

TUGUJOGJA — Perayaan malam pergantian Tahun Baru 2025 di HeHa Sky View berlangsung tanpa pesta kembang api. Pengelola destinasi wisata di Gunungkidul tersebut memilih menggantinya dengan pelepasan 1.000 balon doa menyala sebagai simbol empati dan harapan bersama.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari acara bertajuk HeHa Hore 2024 yang digelar di kawasan perbukitan dengan latar pemandangan kota Yogyakarta. Tahun ini menandai penyelenggaraan keempat rangkaian acara akhir tahun yang diadakan manajemen HeHa Sky View.

General Manager HeHa Sky View, Nur Wijayanti, mengatakan bahwa perayaan kali ini tetap menjadi momentum khusus meskipun tidak menghadirkan kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini kita mengadakan HeHa Hore yang keempat. Sebelumnya, di sesi pertama kami belum menggunakan tematik HeHa Hore, jadi ini resmi tahun keempat,” ujar Nur Wijayanti.

Rangkaian Hiburan Musik Nasional

Rangkaian acara telah dimulai sejak siang hari dengan penampilan sejumlah musisi yang merupakan mitra kerja sama HeHa Sky View. Suasana hiburan berlanjut hingga malam hari dengan sajian musik di panggung utama.

Pada puncak acara, manajemen menghadirkan deretan pengisi acara nasional. Orkes Pensil Alis tampil sebagai pembuka, dilanjutkan dengan Ngatmo Milung dan Romantik Kustik. Acara kemudian ditutup dengan Mendadak Karaoke.

Baca juga  Realisasi PAD Wisata Gunungkidul 2026  Nyaris Tembus Target, Libur Sekolah Jadi Penopang Utama

“Kita menghadirkan artis-artis kaliber nasional. Dari siang tadi sudah ada beberapa rangkaian acara, lalu malam ini kita tutup dengan line up utama,” jelas Nur.

Pemilihan Orkes Pensil Alis disebut memiliki pertimbangan khusus karena kedekatannya dengan komunitas stand up comedy dan anak muda.

“Kita berharap teman-teman dari stand up bisa berkumpul dan merayakan akhir tahun bersama di sini. Tapi tentu saja acara ini terbuka untuk semua market,” tambahnya.

Alasan Peniadaan Kembang Api

Keputusan meniadakan pesta kembang api menjadi perhatian pengunjung. Menurut manajemen, kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati terhadap kondisi yang terjadi di Sumatera.

“Dalam rangka berempati dengan saudara-saudara kita di Sumatera, tahun ini kita mengistirahatkan pesta kembang api,” tegas Nur Wijayanti.

Sebagai pengganti, pengelola mengajak pengunjung untuk mengikuti pelepasan 1.000 balon doa menyala tepat pada hitung mundur pergantian tahun.

“Nanti di puncak countdown, kita akan melangitkan seribu balon bersama teman-teman yang merayakan akhir tahun di sini,” ujarnya.

Nur menjelaskan bahwa jumlah balon doa tersebut memiliki makna simbolik.

“Kita ingin melangitkan doa yang banyak. Semakin banyak yang berdoa, semakin besar harapan doa itu dikabulkan, baik untuk saudara-saudara kita di Sumatera maupun untuk harapan kita semua di tahun 2026,” kata Nur.

Baca juga  Keliling Dunia di Pictnig Land Jogja, Wisata Instagramable Bernuansa Eropa di Gunungkidul

Data Pengunjung dan Kapasitas

Hingga pukul 19.00 WIB, arus pengunjung masih terus berdatangan ke lokasi. Berdasarkan pantauan sementara, jumlah pengunjung dari dalam daerah DIY dan luar kota tercatat relatif seimbang.

“Masih 50-50 antara luar kota dan DIY. Karena ini masih jam 19.00, belum terpantau secara pasti,” jelas Nur.

Untuk malam pergantian tahun, HeHa Sky View mengantongi izin kapasitas maksimal sebanyak 2.000 pengunjung. Namun hingga menjelang malam puncak, jumlah pengunjung yang masuk tercatat sekitar 400 hingga 500 orang.

Kunjungan Nataru dan Dampak Kebijakan

Selama periode Natal dan Tahun Baru, rata-rata kunjungan harian ke HeHa Sky View berada di kisaran 1.000 pengunjung. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Memang relatif turun dari tahun lalu. Faktor perekonomian secara umum dan faktor cuaca menjadi pertimbangan utama,” ungkap Nur.

Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca Desember yang kerap tidak menentu turut memengaruhi keputusan wisatawan, mengingat sekitar 75 persen area HeHa Sky View merupakan ruang terbuka.

“Kami dan pengunjung sama-sama harus mitigasi. Sebelum pergi ke mana-mana, orang-orang sekarang lebih aware untuk cek perkiraan cuaca,” katanya.

Nur juga mengakui bahwa ketiadaan kembang api berdampak pada antusiasme sebagian calon pengunjung.

Baca juga  Proses Pengolahan Limbah Tinja oleh UPTD Rusunawa Kulon Progo di IPLT, Pastikan Hasil Akhir Aman bagi Lingkungan

“Kalau ditanya berpengaruh atau tidak, kami menyebutnya berpengaruh. Beberapa pengunjung memang excited dengan kembang api dan sempat menanyakan hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian calon pengunjung memilih menunggu dan membandingkan dengan destinasi lain sebelum memutuskan reservasi.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya setelah tanya acara langsung reservasi. Tahun ini masih wait and see,” tambah Nur.

Meski demikian, ia menyebut kebijakan tersebut juga diterapkan oleh sebagian besar destinasi wisata di Yogyakarta.

“Mostly di Jogja hampir tidak ada yang mengadakan pesta kembang api. Jadi kebijakan ini bukan hanya dari kami,” pungkasnya.

Perayaan malam tahun baru di HeHa Sky View kemudian ditutup dengan pelepasan balon doa dan rangkaian hiburan musik. Kegiatan berlangsung hingga pergantian tahun tanpa kembang api, dengan agenda lanjutan berupa operasional wisata normal pada hari berikutnya.

togel online

bandar togel

situs toto

situs togel

bandar togel

togel online

situs toto

link slot

situs toto

situs slot

slot gacor

situs togel

situs slot

situs toto

bandar togel

slot gacor

slot resmi

situs gacor

situs slot

link slot

situs togel

slot online

slot resmi

situs gacor

situs toto

toto togel

link gacor

toto slot

togel 4d

situs toto

slot gacor hari ini

link slot

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis