
TUGUJOGJA – Truk tronton bermuatan serbuk kapur terguling di tikungan ekstrem Bokong Semar, Jalan Jogja–Wonosari, Padukuhan Tambalan, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Sabtu (24/05/2026) pagi. Kecelakaan tunggal itu membuat arus lalu lintas lumpuh dan proses evakuasi berlangsung hampir 24 jam.
Kendaraan bernomor polisi B 9657 BEU tersebut terguling sekitar pukul 07.30 WIB saat melaju dari arah Wonosari menuju Kota Yogyakarta. Truk membawa muatan kapur mill dalam jumlah besar yang langsung tumpah ke badan jalan ketika kendaraan roboh.
Debu putih beterbangan cukup tebal di sekitar lokasi. Sejumlah pengendara yang melintas tampak memperlambat laju kendaraan karena jarak pandang sempat terganggu.
Tikungan Bokong Semar memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di jalur perbukitan Jogja–Wonosari. Jalan menurun tajam dengan tikungan sempit kerap menyulitkan kendaraan besar, terutama truk bermuatan penuh.
Sopir dan Penumpang Sempat Terjebak di Kabin
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan RS (62), warga Mlipak, Wonosobo, melintas di jalur menurun kawasan Bokong Semar.
Saat memasuki tikungan, kendaraan disebut sempat mengambil lajur kanan. Namun ketika hendak kembali ke jalur kiri, badan truk kehilangan keseimbangan.
“Truk miring lalu terguling ke sebelah kanan hingga melintang di tengah jalan dan menyebabkan arus lalu lintas macet,” kata Rita.
Benturan keras dari badan truk yang menghantam aspal sempat membuat warga sekitar keluar rumah. Beberapa pengendara juga berhenti mendadak untuk membantu proses penyelamatan.
Kabin truk mengalami kerusakan cukup parah. Sopir RS bersama penumpang berinisial DI (50), warga Kutoarjo, Purworejo, sempat terjebak di dalam kendaraan.
Warga sekitar bersama petugas gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi keduanya. Proses penyelamatan berlangsung cukup menegangkan karena posisi kabin terjepit badan truk.
Korban kemudian dibawa ke RSI PDHI Kalasan untuk mendapatkan penanganan medis.
Penumpang Mengalami Patah Tulang
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan sopir hanya mengalami luka lecet pada kaki kanan dan memar di bagian punggung. Sementara penumpang mengalami cedera lebih serius.
DI dilaporkan mengalami patah tulang pada paha kiri dan masih menjalani perawatan hingga Minggu siang.
Di lokasi kejadian, petugas kepolisian harus memberlakukan sistem buka tutup arus kendaraan. Posisi truk yang melintang membuat jalur dari dua arah tidak bisa dilalui secara normal.
Antrean kendaraan mengular cukup panjang, terutama sejak Sabtu siang hingga malam. Beberapa pengendara roda empat memilih memutar lewat jalur alternatif karena kemacetan bergerak sangat lambat.
Tidak sedikit pengguna jalan yang terlihat beberapa kali mengecek aplikasi navigasi untuk mencari rute tercepat keluar dari antrean kawasan Piyungan.
Evakuasi Berlangsung Semalaman
Proses evakuasi menjadi tantangan tersendiri karena ukuran truk yang besar dan kondisi muatan yang masih penuh. Petugas harus mendatangkan alat berat untuk mengangkat badan kendaraan dari tengah jalan.
Material kapur yang tumpah juga membuat aspal menjadi licin. Petugas gabungan tampak beberapa kali menyiram badan jalan untuk mengurangi debu sekaligus membersihkan sisa material.
Selama proses evakuasi, arus kendaraan sempat dihentikan total beberapa kali agar alat berat bisa bekerja lebih leluasa.
Lampu kendaraan dan sorotan alat berat terlihat mendominasi kawasan Bokong Semar hingga tengah malam. Aktivitas evakuasi terus berlangsung tanpa henti.
Dalam pembaruan terbaru, truk akhirnya berhasil dipindahkan pada Minggu sekitar pukul 05.30 WIB setelah proses panjang hampir satu hari penuh.
Meski badan kendaraan sudah dievakuasi, petugas masih melakukan pembersihan sisa serbuk kapur di badan jalan hingga Minggu pagi agar jalur kembali aman dilalui.
Jalur Bokong Semar Kembali Disorot
Kecelakaan ini kembali memunculkan perhatian terhadap jalur Bokong Semar yang selama bertahun-tahun dikenal rawan kecelakaan kendaraan berat.
Kontur jalan menurun panjang dengan tikungan tajam membuat pengemudi harus ekstra waspada, terutama saat membawa muatan besar dari arah Gunungkidul menuju Kota Yogyakarta.
Polisi mengimbau pengemudi kendaraan berat untuk memastikan kondisi rem dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur tersebut. Pengaturan kecepatan juga diminta menjadi perhatian utama, terutama saat arus akhir pekan mulai padat.
https://frankspizzapalace.com/menu