
TUGUJOGJA – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengurungkan niatnya untuk memberikan bantuan setelah ia mengetahui fakta sebenarnya di lapangan yang berbeda dengan narasi di media sosial.
Endah mengaku awalnya tergugah hatinya saat ia membuka TikTok di sela kesibukannya menghadiri sidang paripurna beberapa waktu lalu.
Endah mengatakan ia membuka media sosial secara iseng. Namun, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah video yang menampilkan rumah warga miskin di Gunungkidul.
“Saya iseng buka TikTok, tiba-tiba muncul postingan yang menggambarkan rumah reyot seperti di video itu. Karena tertulis di teks untuk saya, maka saya langsung perintahkan grup kepala UPG untuk menindaklanjuti,” tegas Endah saat turun langsung ke lokasi, Kamis, 3 Juli 2025.
Fakta Lapangan Berbeda dari Video
Endah mengaku segera meminta tim untuk mengecek kondisi warga tersebut. Ia menegaskan jika penghuni rumah benar-benar miskin ekstrem, tidak memiliki tempat tinggal layak, tidak memiliki pekerjaan, dan tinggal sendiri, maka ia akan menghubungi Baznas untuk segera mengirimkan semua material kebutuhan sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya).
Endah menekankan langkah cepat seperti itu dapat menanggulangi kemiskinan ekstrem tanpa harus menunggu perencanaan melalui APBD.
Namun, Endah menyampaikan kebenaran di lapangan ternyata berbeda. Tim investigasi yang terdiri dari Pendamping PKH, Kepala Dinas Sosial, hingga Kepala Disdukcapil telah mengecek langsung rumah tersebut sebelum ia datang.
“Saya sudah hampir berangkat, tapi mereka menyampaikan hasil investigasi yang berbeda dengan narasi medsos,” ungkapnya.
Endah menjelaskan nama warga tersebut adalah Pasri, seorang janda berusia 58 tahun, tinggal bersama anak laki-lakinya bernama Suranto yang berusia 32 tahun.
Suranto bekerja serabutan. Pasri berstatus sebagai petani dan beralamat di Ngelo RT 03 RW 06, Monggol, Saptosari, Gunungkidul.
Tim mencatat Pasri memiliki tanah atas nama sendiri. Pada 2024, ia pernah menerima bantuan cadangan pangan dan BPNT, namun bantuan terputus akibat kesalahan administrasi kependudukan.
Ia sudah diusulkan kembali melalui SIKS-NG sejak 2023, tetapi belum mendapat kuota. Pasri belum pernah mendapatkan bantuan PKH dan tidak masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Rumah Dijual karena Judi Online Anak
Endah mengungkapkan rumah reyot yang saat ini dihuni Pasri sebenarnya baru ditempati selama setahun terakhir. Sebelumnya, Pasri memiliki rumah bagus dan layak huni.
Namun, rumah beserta seluruh asetnya dijual pada 2023 untuk menutup hutang anaknya. Hutang tersebut menumpuk akibat anaknya kecanduan judi online.
“Inilah yang membuat hidup mereka sekarang terlunta-lunta. Judi online membawa penderitaan. Saya prihatin,” ucap Endah dengan suara bergetar.
Endah menegaskan dirinya tetap turun ke lokasi meskipun sudah mendapat laporan investigasi. Ia ingin memastikan kebenaran fakta dan mengedukasi masyarakat. Dia sengaja datang supaya masyarakat menjadi tahu, apa yang disampaikan di medsos tidak semuanya benar.
“Saya tidak mau memutuskan sesuatu hanya berdasarkan katanya. Saya harus lihat sendiri atau melalui perangkat daerah agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Bupati Endah meminta masyarakat bijak dalam menyikapi berita di media sosial. Ia juga menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat tidak terjerumus pada jerat judi online yang menghancurkan keluarga.
“Banyak yang dulunya mampu, kemudian menjadi miskin karena judi online. Ini derita yang nyata,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan tetap menindaklanjuti kebutuhan Pasri sesuai porsi dan hasil penilaian pendamping PKH di lapangan. Pemkab tidak ingin salah sasaran.
“Banyak masyarakat mengeluh bantuan salah sasaran. Kami hindari itu. Karena itu saya turun langsung,” pungkas Endah.