TUGU JOGJA – PB Djarum keluar sebagai juara umum Kejuaraan Badminton Nasional Piala Raja Hamengku Buwono X Ke-2 Sirkuit Nasional (Sirnas) C 2026 setelah mendominasi perolehan medali pada ajang yang berlangsung di GOR Kebangsaan Wisdom Park UGM, Sleman.
Klub asal Kudus itu menutup turnamen dengan koleksi tujuh medali emas, tujuh medali perak, dan tujuh medali perunggu. Hasil tersebut memastikan PB Djarum menjadi tim paling sukses dalam kejuaraan yang mempertemukan atlet-atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Kejuaraan resmi ditutup pada Minggu (20/9/2026). Penutupan dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya yang sekaligus menyerahkan medali kepada para juara dari berbagai nomor pertandingan.
Ajang ini menjadi salah satu seri penting dalam kalender pembinaan bulu tangkis nasional, khususnya bagi atlet kelompok usia yang tengah meniti jalur menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai kompetisi berjenjang seperti Sirnas memiliki peran penting dalam membentuk mental dan kualitas atlet sejak dini. Menurutnya, pertandingan bukan hanya soal mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan sportivitas.
“Kompetisi seperti ini sangat penting untuk memberikan pengalaman kepada para atlet. Tidak hanya tentang bagaimana meraih kemenangan, tetapi juga bagaimana menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang,” ujarnya.
Harda berharap kejuaraan serupa terus digelar secara berkelanjutan agar semakin banyak atlet muda memperoleh kesempatan bertanding dan mengukur kemampuan mereka di level nasional.
Sementara itu, Kepala Bidang Organisasi dan Kelembagaan PBSI, M. Satria Islami, mengingatkan para atlet agar tidak berhenti belajar dari setiap pertandingan yang dijalani.
Menurutnya, kekalahan maupun kemenangan merupakan bagian dari proses pembinaan. Atlet yang belum berhasil meraih gelar diminta menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi turnamen berikutnya.
“Kepada yang hari ini belum menjadi juara, jangan pulang dengan merasa kalah. Pulanglah dengan membawa pelajaran tentang apa yang harus diperbaiki untuk pertandingan berikutnya,” katanya.
Piala Raja Hamengku Buwono X Ke-2 Sirnas C 2026 menjadi salah satu turnamen bulu tangkis terbesar yang digelar di Yogyakarta tahun ini.
Selain menjadi arena perebutan gelar, ajang tersebut juga menjadi panggung bagi PBSI dan klub-klub daerah untuk memantau potensi atlet muda yang diproyeksikan memperkuat Indonesia pada masa mendatang.





