
TUGUJOGJA – Jembatan Merah Gejayan yang dahulu berada di wilayah Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikenal bukan hanya karena bentuknya yang unik, tetapi juga karena berbagai cerita mistis yang terus hidup di tengah masyarakat.
Jembatan yang melintasi Kali Pelang itu selama bertahun-tahun menjadi lokasi yang kerap dikaitkan dengan penampakan makhluk gaib, suara misterius, hingga kisah-kisah yang masih diperbincangkan para pegiat horor meski kini bangunan lamanya sudah tidak ada.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TuguJogja.id, jembatan tersebut dulunya memiliki ciri khas berupa konstruksi melengkung dengan pembatas berwarna merah.
Ukurannya yang sempit membuat kendaraan roda empat hanya dapat melintas secara bergantian dari satu arah.
Jembatan Merah Gejayan Dahulu Memiliki Bentuk Melengkung dan Sangat Sempit
Sebelum dibongkar karena kondisi bangunan yang sudah rusak dan termakan usia, Jembatan Merah Gejayan menjadi salah satu ikon yang mudah dikenali masyarakat maupun mahasiswa di Yogyakarta.
Beberapa karakteristik jembatan tersebut antara lain:
- Berbentuk melengkung atau cembung ke atas.
- Memiliki pembatas jembatan yang dicat berwarna merah.
- Hanya cukup dilalui satu mobil dalam satu waktu secara bergantian.
- Melintasi kawasan Kali Pelang di wilayah Condongcatur.
Kini, jembatan lama tersebut telah dibangun kembali oleh pemerintah setempat dan diresmikan dengan nama baru, yakni Jembatan Prayan.
Meski wujud fisiknya telah berubah, kisah-kisah yang melekat pada jembatan lawas tersebut masih terus dikenang.
Kisah Penampakan Kuntilanak dan Pocong yang Melekat di Jembatan
Nama Jembatan Merah Gejayan semakin dikenal karena berbagai cerita mistis yang beredar dari mulut ke mulut.
Sejumlah warga maupun orang yang mengaku pernah melintas di kawasan tersebut mengaitkan lokasi itu dengan kemunculan sosok-sosok gaib.
Salah satu cerita yang paling sering disebut adalah kemunculan kuntilanak. Sosok tersebut digambarkan kerap terlihat berada di rangka-rangka besi jembatan.
Dalam kisah yang beredar, kuntilanak juga disebut beberapa kali tampak melayang di sekitar jembatan yang membentang di atas sungai.
Selain itu, masyarakat juga mengenal cerita mengenai penampakan pocong yang konon sering muncul di area sekitar jembatan.
Cerita tersebut kemudian menjadi bagian dari legenda urban yang terus berkembang di kalangan warga dan mahasiswa yang tinggal di sekitar Gejayan.
Suara Gamelan Misterius Konon Terdengar Menjelang Tengah Malam
Tidak hanya penampakan makhluk gaib, kawasan Jembatan Merah Gejayan juga dikenal dengan cerita mengenai suara gamelan misterius.
Menurut kisah yang berkembang, menjelang tengah malam hingga dini hari kerap terdengar alunan gamelan dari sekitar lokasi jembatan. Meski suara tersebut disebut cukup jelas terdengar, sumber bunyinya diklaim tidak pernah berhasil ditemukan.
Cerita mengenai suara gamelan tanpa asal-usul yang jelas ini menjadi salah satu kisah paling sering diceritakan ketika membahas sisi mistis Jembatan Merah Gejayan.
Kolong Jembatan Disebut Menjadi Tempat Berkumpulnya Entitas Gaib
Kisah mistis lainnya menyebutkan bahwa area di bawah jembatan, tepat di bagian yang dialiri air Kali Pelang, dipercaya sebagai tempat berkumpulnya berbagai entitas gaib.
Cerita tersebut turut memperkuat anggapan bahwa kawasan Jembatan Merah Gejayan memiliki nuansa yang berbeda, terutama saat malam hari.
Beragam kisah mengenai kolong jembatan itu terus diwariskan secara lisan dan menjadi bagian dari cerita horor yang cukup populer di Yogyakarta.
Kisah Mistis Jembatan Masih Ramai Dibicarakan hingga Kini
Walaupun Jembatan Merah Gejayan sudah dibongkar dan digantikan dengan Jembatan Prayan, berbagai cerita mistis yang pernah melekat pada lokasi tersebut belum sepenuhnya hilang dari ingatan masyarakat.
Legenda mengenai penampakan kuntilanak, pocong, suara gamelan misterius, hingga cerita tentang kolong jembatan yang dipercaya menjadi tempat berkumpulnya entitas gaib masih sering diperbincangkan.
Kisah-kisah tersebut tetap menjadi bagian dari cerita rakyat modern yang terus hidup melalui penuturan dari mulut ke mulut, termasuk di kalangan para pegiat horor yang masih menjadikan Jembatan Merah Gejayan sebagai salah satu lokasi penuh misteri di Yogyakarta.***