
TUGUJOGJA – Puasa Ramadhan 2026 semakin dekat. Simak hitung mundur puasa Ramadhan 1447 Hijriah berdasarkan prediksi pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan penetapan Muhammadiyah, lengkap dengan jadwal Idul Fitri dan libur nasional.
Pergantian bulan dalam kalender Hijriah selalu membawa suasana tersendiri bagi umat Islam. Ketika bulan Rajab mulai berlalu dan Syaban hadir menyusul, perhatian kaum muslimin perlahan tertuju pada satu momen besar yang paling dinanti setiap tahun, yakni datangnya bulan Ramadhan.
Bulan suci ini menjadi waktu istimewa untuk memperbanyak ibadah, menahan diri, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Pada bulan inilah umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa sebagaimana perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS al-Baqarah: 183)
Puasa Ramadhan bersifat wajib bagi setiap muslim yang memenuhi syarat. Bagi mereka yang tidak dapat menjalankannya karena uzur tertentu, seperti sakit atau sedang dalam perjalanan, diwajibkan mengganti puasa di hari lain atau membayar fidyah sesuai ketentuan syariat. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya pada QS al-Baqarah ayat 184.
Mengapa Hitung Mundur Ramadhan Penting?
Mengetahui berapa hari lagi menuju Ramadhan bukan sekadar urusan kalender. Informasi ini membantu umat Islam menyiapkan diri secara menyeluruh, baik dari sisi ibadah, fisik, maupun pengaturan aktivitas harian. Ramadhan sering membawa perubahan ritme kehidupan, mulai dari jam kerja, waktu istirahat, hingga pola makan keluarga.
Dengan mengetahui hitung mundur Ramadhan 2026 sejak dini, masyarakat dapat mulai menata niat, membiasakan ibadah sunnah, serta mempersiapkan kondisi tubuh agar lebih siap menjalani puasa sebulan penuh.
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2026
Penentuan awal Ramadhan setiap tahunnya memang tidak selalu sama, karena metode penetapan yang digunakan berbeda. Pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah memiliki pendekatan masing-masing dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Versi Pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal Ramadhan berdasarkan sidang isbat yang digelar pada akhir bulan Syaban. Sidang ini memadukan metode rukyatul hilal dan perhitungan hisab dengan kriteria imkanur rukyat.
Meski keputusan resmi baru diumumkan setelah sidang isbat, perkiraan awal Ramadhan 1447 Hijriah telah tercantum dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026. Dalam kalender tersebut, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dengan acuan tanggal 16 Januari 2026, maka puasa Ramadhan versi pemerintah diperkirakan akan dimulai sekitar 34 hari lagi.
Versi Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama juga menetapkan awal Ramadhan melalui mekanisme rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pengamatan. Hasil pemantauan ini kemudian menjadi dasar penetapan awal bulan Hijriah.
Mengacu pada Almanak 2026 yang diterbitkan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro, 1 Ramadhan 1447 Hijriah diprediksi bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026. Prediksi ini didasarkan pada posisi hilal yang dinilai belum memenuhi kriteria imkanurrukyah pada hari sebelumnya.
Artinya, jika mengikuti perhitungan Nahdlatul Ulama, umat Islam akan memulai puasa Ramadhan dalam waktu sekitar 34 hari sejak 16 Januari 2026.
Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah dan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki melalui Kalender Hijriah Global Tunggal. Mulai 1447 Hijriah, kalender ini dijadikan pedoman resmi dalam penentuan awal bulan.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, 1 Ramadhan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan demikian, puasa Ramadhan versi Muhammadiyah dimulai satu hari lebih awal dibandingkan prediksi pemerintah dan Nahdlatul Ulama, yakni sekitar 33 hari sejak pertengahan Januari 2026.
Perkiraan Idul Fitri 2026
Selain awal Ramadhan, Idul Fitri juga menjadi momen yang sangat dinanti. Pemerintah memperkirakan Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada 21 atau 22 Maret 2026. Kedua tanggal tersebut telah ditetapkan sebagai hari libur nasional melalui Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri.
Nahdlatul Ulama memprediksi 1 Syawal 1447 Hijriah bertepatan dengan Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil hisab yang tercantum dalam Almanak 2026.
Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sesuai maklumat resmi yang telah dikeluarkan.
Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri 2026
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri, berikut jadwal libur nasional dan cuti bersama Idul Fitri 2026:
- Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
- Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah
- Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri 1447 Hijriah
- Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
- Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Matang
Hitung mundur menuju Ramadhan 2026 menjadi pengingat bahwa bulan penuh keberkahan itu semakin dekat. Perbedaan penetapan tanggal bukanlah penghalang, melainkan bagian dari dinamika penentuan kalender Islam yang sudah berlangsung lama.
Dengan persiapan yang baik sejak jauh hari, diharapkan umat Islam dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih siap, tubuh yang lebih kuat, serta niat ibadah yang lebih mantap, sehingga bulan suci ini dapat dijalani dengan optimal dan penuh makna.
***