Dapur SPPG Kepek Diresmikan, Program Makan Bergizi Gratis Kian Mengakar di Masyarakat

Bagikan :
Acara peresmian Dapur SPPG Kepek di Kalurahan Kepek, Wonosari, pada Senin (20/10/2025) malam. (Ef Linangkung)

TUGUJOGJA Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, secara resmi meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Sanggar Pawon Group di Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Senin (20/10/2025) malam.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembangunan manusia unggul selalu berawal dari pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, kata dia, tidak ingin tertinggal dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Dapur ini bukan hanya tempat memasak makanan bergizi, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat. Di sini warga bisa belajar menyusun menu sehat, belajar mengolah bahan lokal, dan bersama-sama menyiapkan masa depan anak-anak yang kuat dan cerdas,” ujar Joko.

Ia menegaskan bahwa program MBG tidak hanya menyentuh ranah konsumsi, tetapi juga menguatkan ekonomi lokal, menekan angka stunting, dan memperkokoh ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, dapur bergizi seperti SPPG Kepek akan menjadi model integrasi antara gizi, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dari Dapur ke Harapan: Peran Sanggar Pawon Group

Ketua Yayasan Sanggar Pawon Group, Andi Widiatmoko, menyampaikan bahwa dapur di Kepek menjadi bagian penting dari jaringan dapur bergizi rakyat yang tengah mereka kembangkan di seluruh wilayah Gunungkidul.

Baca juga  Jaringan Fiber Optic Baru Menjangkau 46 dari 75 Kalurahan di Bantul, Blank Spot Masih Jadi Tantangan

Ia menjelaskan bahwa Dapur SPPG Kepek akan beroperasi dengan semangat ekonomi kerakyatan.

“Pada tahap awal, kami melayani sekitar 1.000 siswa. Ke depan, target kami naik menjadi 1.500 hingga 2.500 siswa dari 16 sekolah dan pondok pesantren. Semua proses sudah kami siapkan dengan cermat, mulai dari perizinan, uji sanitasi, hingga sertifikasi chef,” tutur Andi.

Ia menambahkan, sebanyak 47 karyawan kini bekerja di dapur tersebut. Tiga di antaranya merupakan lulusan SPPI (Sekolah Pemberdayaan Perempuan Indonesia), sementara sisanya adalah warga sekitar.

Dengan cara itu, Sanggar Pawon Group tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan lokal di tengah masyarakat.

Di dapur SPPG Kepek, setiap proses disiapkan dengan prinsip higienitas tinggi. Andi menegaskan bahwa semua bahan pangan diambil langsung dari petani setempat agar kualitas dan kesegarannya terjaga.

“ Kami ingin hasil bumi Gunungkidul menjadi sumber gizi bagi anak-anak Gunungkidul sendiri,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dapur ini menggunakan air reverse osmosis (RO) untuk semua proses, mulai dari mencuci buah dan sayur hingga menanak nasi. Air RO digunakan agar kebersihan dan kualitas gizi tetap terjaga.

Baca juga  Hymne Hari Ibu 22 Desember 2025 Lirik Lengkap untuk Dinyanyikan Bersama

“Ini bentuk komitmen kami untuk menghadirkan makanan sehat dan aman dikonsumsi,” jelas Andi.

Jaringan Dapur SPPG Semakin Luas

Yayasan Sanggar Pawon Group saat ini telah memiliki 22 dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah. Empat dapur sudah beroperasi lebih dulu di Jatiayu (Karangmojo), Kemejing (Semin), Siraman (Wonosari), dan Mulusan (Paliyan).

Pada Oktober 2025 ini, sebanyak 15 dapur tambahan akan mulai beroperasi, di antaranya di Kepek I dan II (Wonosari), Pilangrejo (Nglipar), Munggi (Semanu), Gari (Wonosari), Beji (Ngawen), Ngloro (Saptosari), hingga Genjahan (Ponjong).

Tiga dapur baru lainnya, yakni Girisekar (Panggang), Putat (Patuk), dan Tileng (Girisubo), akan menyusul beroperasi pada bulan November. Dengan ekspansi ini, cakupan program MBG di Gunungkidul akan menjangkau ribuan anak sekolah dan santri di pelosok-pelosok wilayah.

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis