
TUGUJOGJA – Empat wisatawan asal Temanggung terseret arus balik saat bermain air di kawasan Pantai Parangtritis pada Minggu, 3 Mei 2026.
Seluruh korban berhasil diselamatkan oleh tim SAR yang bertugas di lokasi tanpa adanya korban jiwa.
Peristiwa terjadi ketika para wisatawan berada di bibir pantai dan tidak menyadari datangnya arus balik yang kuat.
Dalam waktu singkat, arus menyeret mereka menjauh dari garis pantai hingga mengalami kesulitan untuk kembali.
Komandan SAR Rezque Istimewa, Muhammad Arid Nugroho, menjelaskan bahwa petugas segera merespons situasi tersebut setelah melihat tanda bahaya di perairan.
“Kami melihat korban mulai terseret arus dan langsung bergerak. Petugas berenang menuju titik korban dengan membawa pelampung untuk memberikan pertolongan secepat mungkin,” ujarnya.
Proses Evakuasi Korban
Petugas SAR yang berjaga langsung menuju lokasi korban dengan membawa peralatan penyelamatan.
Dalam kondisi ombak yang cukup kuat, petugas berenang ke arah korban dan melakukan evakuasi secara bertahap.
Korban yang telah mengalami kelelahan berhasil dijangkau satu per satu.
Setelah itu, mereka dibawa kembali ke tepian pantai dengan bantuan pelampung.
Seluruh korban kemudian berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Setelah evakuasi, para korban dibawa ke posko di sekitar kawasan pantai untuk menjalani pemeriksaan awal.
Petugas melakukan observasi medis dan pendataan guna memastikan kondisi korban stabil.
Tidak ditemukan korban dengan kondisi luka berat dalam kejadian tersebut.
Imbauan Keselamatan
Pihak SAR mengimbau wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya terkait potensi arus balik yang sering terjadi di Pantai Parangtritis.
“Kami mengimbau kepada seluruh wisatawan agar selalu mematuhi arahan petugas. Jangan berenang terlalu ke tengah dan pastikan tetap berada di zona aman yang telah ditentukan,” kata Muhammad Arid Nugroho.
Pengunjung juga diminta memilih area yang berada dalam pengawasan petugas serta memperhatikan rambu keselamatan yang tersedia.