
TUGUJOGJA– Ada kejutan di Lapangan Kepek Raya, Wonosari, Kamis (11/9) sore. Tim Sepakbola Putri Gunungkidul tampil bak singa yang baru lepas dari kandang. Dengan semangat membara, skuad tuan rumah berhasil menaklukkan tim unggulan Sleman dengan skor tipis, 1-0.
Sejak wasit Antan NK meniup peluit tanda mulainya pertandingan, laga berlangsung panas. Penonton yang memadati tribun lapangan berteriak lantang mendukung tim kebanggaannya.
Laga Perdana Sepak Bola Putri
Gunungkidul yang tampil percaya diri langsung melancarkan tekanan. Beberapa kali, serangan Rovie Diani Excelita membuat barisan pertahanan Sleman kelimpungan. Meski begitu, rapatnya lini belakang lawan membuat babak pertama berakhir tanpa gol.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin meninggi. Gunungkidul tidak mau membuang momentum sebagai tuan rumah. Serangan demi serangan berlangsung dengan keberanian penuh risiko.
Puncaknya terjadi pada menit ke-77, ketika Excelita menusuk dari sisi kanan pertahanan Sleman dan melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan kiper. Gol tersebut meledakkan sorak-sorai ribuan pendukung yang seakan tak percaya dengan keunggulan timnya.
Sleman berusaha keras membalas. Mereka menguasai bola, mengatur ritme, dan mencoba menembus pertahanan tuan rumah. Namun barisan belakang Gunungkidul yang disiplin menutup ruang seakan menjadi tembok baja. Berkali-kali upaya Sleman kandas sebelum mencapai kotak penalti.
Drama semakin menegangkan ketika di menit akhir, Gunungkidul hampir menggandakan keunggulan. Kuswatun Sarah mengeksekusi tendangan bebas spektakuler yang sayangnya hanya membentur mistar gawang. Penonton pun menahan napas sebelum akhirnya lega ketika peluit panjang berbunyi, mengukuhkan kemenangan dramatis 1-0 untuk Gunungkidul.
Respons Pelatih
Pelatih Gunungkidul, Andi Taufik, tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menegaskan kemenangan ini lahir dari disiplin dan kerja keras para pemain.
“Secara kualitas, Sleman memang lebih diunggulkan. Tapi anak-anak bermain sabar, hati-hati, dan disiplin penuh. Kesempatan kecil berhasil mereka maksimalkan. Inilah hasil dari kerja keras semua pemain,” ujar Andi dengan mata berbinar.
Kini, fokus Gunungkidul beralih ke laga berikutnya melawan Kulon Progo pada Sabtu (13/9). Pertandingan itu akan menjadi penentu medali emas. Dengan sistem kompetisi tiga tim, Gunungkidul, Sleman, dan Kulon Progo, kemenangan atas rival berikutnya akan memastikan sejarah baru bagi sepakbola putri Gunungkidul.
“Melawan Kulon Progo ibarat final. Jika menang, kami dipastikan meraih emas. Sejarah akan tercipta di tanah kami sendiri, dan itu akan jadi kebanggaan abadi bagi masyarakat Gunungkidul,” tegas Andi penuh semangat.
Kemenangan atas Sleman jelas menjadi tonggak penting. Dari tim underdog, Gunungkidul menjelma menjadi penantang serius gelar juara.
Ada tekad besar untuk membuktikan bahwa sepak bola putri Gunungkidul mampu berdiri sejajar bahkan mengungguli daerah lain. Kamis sore itu, mereka sudah menorehkan satu bab kecil dalam perjalanan panjang menuju kejayaan. (ef linangkung)
https://frankspizzapalace.com/menu