
TUGUJOGJA — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang tinggal sekitar dua pekan lagi, Kabupaten Gunungkidul mulai memasuki masa kesiapsiagaan.
Lonjakan mobilitas masyarakat diperkirakan terjadi, terutama menuju kawasan wisata yang setiap akhir tahun menjadi tujuan utama wisatawan.
Kepadatan arus lalu lintas biasanya terjadi di jalur utama menuju pantai selatan dan sejumlah destinasi favorit lainnya, mulai pagi hingga malam hari.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Gunungkidul untuk memastikan kesiapan sektor pariwisata secara menyeluruh.
DPRD Ingatkan Etika Harga dan Pengawasan Retribusi
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mengingatkan seluruh pelaku usaha wisata agar menjaga etika bisnis selama masa libur Nataru.
Ia menegaskan praktik menaikkan harga secara tidak wajar tidak boleh terjadi karena berpotensi merusak citra pariwisata daerah.
“Jangan sampai gara-gara satu oknum berimbas ke pelaku usaha yang lain dan wisatawan,” tegas Endang saat ditemui pada Jumat (12/12/2025).
Menurut Endang, satu tindakan tidak etis dapat berdampak luas terhadap kepercayaan wisatawan dan keberlangsungan sektor pariwisata Gunungkidul yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Selain persoalan harga, Endang juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung wisata.
Ia meminta instansi terkait memastikan kondisi jalan, area parkir, pos pengamanan, hingga fasilitas umum berada dalam kondisi optimal guna meminimalkan risiko kecelakaan.
“Kemudian juga jangan sampai ada kebocoran tiket retribusi. Kita semua harus saling bersinergi,” tambahnya.
Endang menegaskan DPRD tetap melakukan pengawasan meskipun terdapat cuti bersama. Pemantauan terhadap pos retribusi akan terus dilakukan untuk memastikan pendapatan asli daerah tidak terganggu oleh praktik yang tidak bertanggung jawab.
Dinas Pariwisata Pastikan Destinasi Aman Dikunjungi
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta, memastikan seluruh objek wisata di wilayahnya berada dalam kondisi aman untuk dikunjungi.
Ia mengakui musim hujan membawa potensi risiko, namun langkah mitigasi telah disiapkan bersama Dinas Pariwisata DIY dan BPBD Gunungkidul.
“Kondisinya masih aman untuk kunjungan wisata, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” ujar Supriyanta.
Ia menjelaskan, koordinasi lintas lembaga terus dilakukan untuk memantau potensi kerawanan, termasuk tebing rawan longsor, gelombang tinggi, serta jalur wisata yang licin saat hujan.
Dinas Pariwisata juga mengimbau pengelola destinasi menjalankan standar operasional keselamatan secara ketat.
Penguatan asesmen keamanan, pembaruan sistem komunikasi antarpos, serta peningkatan informasi langsung kepada wisatawan menjadi fokus utama menjelang libur Nataru.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman di lapangan dan menjaga kenyamanan wisatawan.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap libur Nataru tahun ini dapat berjalan aman dan lancar. Kolaborasi antara pelaku wisata, instansi terkait, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan.