JPW Dorong Polda DIY Bentuk Tim Pemburu Klitih Siaga 24 Jam, Warga Yogyakarta Desak Aksi Nyata Hentikan Teror Jalanan

Bagikan :
Ilustrasi | JPW mendesak Polda DIY membentuk Tim Pemburu Klitih siaga 24 jam menyusul meningkatnya aksi kekerasan jalanan di Yogyakarta. (TJ)

TUGUJOGJA — Meningkatnya kasus kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah klitih kembali memicu keresahan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Jogja Police Watch (JPW) mendesak Polda DIY segera membentuk Tim Pemburu Klitih yang siaga selama 24 jam penuh untuk mempersempit ruang gerak pelaku kekerasan jalanan.

Desakan itu muncul setelah serangkaian kasus penyerangan menggunakan senjata tajam kembali terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Kadiv Humas JPW, Baharuddin Kamba, menilai situasi keamanan di Yogyakarta membutuhkan langkah cepat dan terukur dari aparat kepolisian.

“Tim Pemburu Klitih harus hadir sebagai bentuk perlindungan nyata kepada masyarakat. Kejahatan jalanan saat ini semakin brutal dan membahayakan keselamatan warga,” ujar Baharuddin.

Menurut JPW, aksi klitih kini tidak lagi bisa dianggap sebagai kenakalan remaja biasa.

Pelaku disebut semakin nekat membawa senjata tajam dan melakukan penyerangan secara acak di jalanan, terutama pada malam hingga dini hari.

Warga Mulai Resah Keluar Malam Hari

Gelombang kekerasan jalanan yang kembali muncul membuat sebagian warga Yogyakarta merasa khawatir beraktivitas pada malam hari.

Di media sosial, sejumlah warga mengaku mulai membatasi aktivitas anak-anak mereka selepas malam karena takut menjadi korban aksi kekerasan jalanan.

Baca juga  Langgar Aturan Penyaluran BBM Subsidi, 5 SPBU DIY Dapat Sanksi dari Pertamina

Kekhawatiran itu semakin besar setelah kasus penusukan pelajar berinisial AA di kawasan Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Korban meninggal dunia setelah mengalami serangan senjata tajam yang diduga dilakukan pelaku klitih.

Kasus tersebut memicu gelombang kecaman publik dan menjadi perbincangan luas di berbagai platform digital.

Warga menilai aksi kekerasan jalanan mulai kembali mengancam citra Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota wisata.

Penjaga TPR Parangtritis Ikut Jadi Korban

Tidak hanya pelajar, aksi brutal juga menimpa seorang penjaga Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis, Bantul.

Korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam jenis celurit saat berada di lokasi kerja.

Video kondisi meja TPR yang pecah dan potongan celurit patah sempat viral di media sosial dan menambah keresahan masyarakat.

Peristiwa tersebut membuat publik semakin khawatir karena korban aksi kekerasan jalanan kini dinilai bisa berasal dari kalangan mana saja.

JPW menyebut situasi itu menjadi alarm serius bagi seluruh pihak.

“Polisi harus bertindak tegas karena aksi klitih sudah sangat meresahkan masyarakat. Jangan sampai Yogyakarta kehilangan citra sebagai kota pelajar dan kota wisata yang aman,” kata Baharuddin.

Baca juga  JPW Desak Audit Penyidikan Kasus Shinta Komala, Soroti Dugaan Kejanggalan Penetapan Tersangka

JPW Minta Patroli dan Razia Ditingkatkan

JPW menilai kepolisian sebenarnya telah memiliki pemetaan titik dan jam rawan aksi klitih.

Berdasarkan pola yang selama ini terjadi, aksi kekerasan jalanan disebut paling sering muncul pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Kelompok pelaku biasanya bergerak menggunakan sepeda motor secara berkelompok sambil membawa senjata tajam.

Karena itu, JPW meminta polisi meningkatkan patroli malam, razia kendaraan mencurigakan, serta pengawasan di kawasan yang dianggap rawan.

Pembentukan Tim Pemburu Klitih dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadirkan rasa aman secara nyata di tengah masyarakat.

Orang Tua Diminta Ikut Mengawasi Anak

Selain penindakan hukum, JPW juga menyoroti pentingnya pengawasan keluarga terhadap aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari.

Menurut organisasi tersebut, pengawasan orang tua menjadi benteng awal untuk mencegah remaja terlibat dalam aksi kekerasan jalanan.

JPW berharap sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga dapat menjadi solusi konkret dalam memberantas aksi klitih di Yogyakarta. Masyarakat juga meminta aparat bergerak lebih cepat agar rasa aman kembali hadir di tengah kehidupan warga.

Baca juga  Polda DIY Pulangkan 23 Pelajar Usai Kerusuhan, Tiga Pelaku Rusuh Masih Ditahan

Gelombang kekerasan jalanan yang kembali muncul saat ini menjadi alarm serius bagi seluruh pihak. Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan dan tujuan wisata tidak boleh terus dibayangi aksi brutal di jalanan.

Pembentukan Tim Pemburu Klitih siaga 24 jam kini menjadi harapan baru masyarakat untuk mengakhiri teror yang merenggut rasa aman warga.

situs togel

toto slot

toto togel

bandar togel

toto togel

situs toto

situs toto

toto slot

situs slot

toto togel

link slot

toto togel

situs toto

toto togel

toto slot

situs togel

situs toto

bandar togel

toto slot

situs toto

situs slot

link slot

toto slot

slot gacor

situs slot

slot gacor

situs toto

link gacor

situs gacor

link slot

bandar togel

link gacor

link togel

situs togel

agen togel

slot gacor

togel online

situs toto

toto togel

link slot

situs slot

situs togel

toto 4d

bandar togel

situs toto

toto togel

rtp slot

slot gacor hari ini

situs slot

Berita Terbaru

fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus
Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret di Jogja
Fakta Sejarah Monumen Serangan Umum 1 Maret, Simbol Perlawanan Indonesia yang Mendunia
Fenomena Kekeringan Gunungkidul
Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

film pendek mijil

Film Pendek “Mijil” Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah