Okupansi Hotel DIY Mei 2026 Belum Capai Target Meski Long Weekend Beruntun

Bagikan :
Aktivitas wisatawan di kawasan Malioboro Yogyakarta saat libur panjang Mei 2026 yang turut mendorong okupansi hotel. (TJ)

TUGUJOGJA – Deretan libur panjang sepanjang Mei 2026 sempat memunculkan optimisme besar di kalangan pelaku industri perhotelan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Long weekend yang datang beruntun diperkirakan mampu mendongkrak arus wisatawan dan mendorong tingkat hunian hotel hingga mendekati penuh.

Namun realitas di lapangan belum sepenuhnya sesuai harapan.

PHRI DIY mencatat tingkat okupansi hotel selama Mei 2026 memang mengalami kenaikan, tetapi belum berhasil mencapai target ideal industri.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan tingkat hunian hotel berada pada kisaran 70 hingga 80 persen selama Mei 2026.

Angka tersebut meningkat dibanding April 2026 yang hanya berada di kisaran 60 hingga 70 persen.

“Kalau ditanya apakah ada peningkatan okupansi, jawabannya ada, tapi tidak signifikan. Sampai memenuhi target, perhitungan kami juga belum tercapai,” ujar Deddy, Sabtu (23/5/2026).

Long Weekend Belum Dongkrak Okupansi Sesuai Harapan

Sepanjang Mei 2026, DIY menikmati beberapa momentum libur panjang mulai dari Hari Buruh Internasional, libur Kenaikan Isa Almasih, hingga libur Iduladha dan cuti bersama di akhir bulan.

Rangkaian libur itu sebelumnya diperkirakan menjadi pendorong utama lonjakan wisatawan domestik menuju Yogyakarta.

PHRI DIY bahkan menargetkan okupansi hotel mampu menembus angka 85 persen selama Mei.

Baca juga  Tingkat Hunian Hotel DIY Naik Tipis saat Long Weekend, PHRI: Libur Panjang Belum Banyak Menolong

Namun di tengah ramainya wisatawan yang datang, pertumbuhan hunian hotel justru bergerak lebih moderat.

Menurut Deddy, ada beberapa faktor yang ikut menahan laju peningkatan okupansi hotel.

Daya Beli Menurun dan Homestay Jadi Tantangan

PHRI DIY menilai penurunan daya beli masyarakat mulai terasa terhadap pola perjalanan wisata.

Selain itu, persaingan akomodasi non-hotel juga semakin kuat di Yogyakarta.

“Satu, daya beli masyarakat turun. Lalu banyak alternatif akomodasi yang ada di DIY, seperti vila, homestay, dan kos harian. Itu mengurangi okupansi hotel anggota PHRI,” kata Deddy.

Perkembangan vila, homestay, hingga kos harian disebut menyedot sebagian pasar yang sebelumnya banyak menginap di hotel anggota PHRI.

Fenomena itu terlihat terutama pada wisata keluarga dan rombongan kecil yang kini lebih memilih penginapan fleksibel dengan biaya lebih murah.

Meski begitu, sektor wisata DIY disebut masih tetap bergerak positif selama musim liburan.

Malioboro dan Wisata Keluarga Tetap Ramai

Kawasan wisata utama Yogyakarta masih dipadati pengunjung selama long weekend.

Malioboro tetap menjadi pusat keramaian wisatawan, terutama pada malam hari.

Selain Malioboro, wisata keluarga juga menyebar ke destinasi edukasi dan budaya seperti Taman Pintar Yogyakarta dan kawasan keraton.

Baca juga  Siapa Adhel Setiawan? Akun IG dan Pekerjaan Pelapor Dedi Mulyadi Ramai Dicari

PHRI menilai kekuatan Yogyakarta masih terletak pada kombinasi wisata budaya, edukasi, dan kuliner yang mampu menarik wisatawan lintas usia.

Arus wisata keluarga disebut menjadi penopang utama kunjungan selama Mei 2026.

Wisatawan China dan Jepang Meningkat

Di tengah perlambatan pasar tertentu, PHRI DIY mencatat wisatawan mancanegara asal China dan Jepang menunjukkan tren positif.

Sebaliknya, kunjungan wisatawan Eropa mengalami penurunan yang dipengaruhi tingginya biaya perjalanan internasional.

“Eropa menurun, tapi wisatawan dari China cukup bagus dan Jepang juga cukup bagus,” ujar Deddy.

Selain wisata reguler, berbagai event nasional dan internasional mulai memberi kontribusi tambahan terhadap tingkat hunian hotel.

Tren sport tourism seperti lomba lari dan padel disebut ikut membantu menggerakkan kunjungan wisata sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.

Event Nasional Dinilai Bantu Ekonomi Daerah

PHRI DIY menilai event berskala nasional maupun internasional memberikan efek berganda terhadap ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada hotel, tetapi juga menggerakkan sektor kuliner, UMKM, transportasi, hingga usaha kecil di sekitar lokasi wisata.

“Setiap event yang berskala nasional maupun internasional pasti berdampak pada tingkat hunian, dan multiplier effect ekonomi rakyat akan berjalan,” tutup Deddy.

Baca juga  Teks Ikrar Halal Bihalal Bahasa Indonesia, Cocok untuk Syawalan Kantor hingga Keluarga

Meski tingkat okupansi hotel belum mencapai target ideal, industri perhotelan DIY masih melihat ruang pertumbuhan yang cukup terbuka sepanjang 2026.

Di tengah perubahan perilaku wisatawan dan ketatnya persaingan akomodasi, Yogyakarta tetap menunjukkan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.

link slot

situs toto

link gacor

toto

situs gacor

link slot

slot gacor

situs gacor

link gacor

toto togel

link slot

toto togel

situs gacor

link gacor

toto togel

link gacor

toto togel

link gacor

link gacor

slot gacor

link slot

situs slot

toto togel

situs gacor

judi bola

situs toto

situs togel

link gacor

link slot

link slot

situs gacor

kotabet daftar

situs gacor

toto togel

situs toto

situs toto

situs toto

situs toto

kampungbet login

kampungbet login

kampungbet login

kampungbet login

kampungbet login

situs toto

situs bola

situs toto

kampungbet

situs toto

situs slot

slot gacor

situs toto

situs togel

hk pools

situs toto togel

situs togel

https://frankspizzapalace.com/menu

toto slot

Berita Terbaru

raperda hpr
Terungkap 126 Anjing Dibunuh per Hari, DIY Resmi Larang Perdagangan Hewan Penular Rabies untuk Pangan
kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis