Kuliner Jogja Tak Lagi Identik dengan Gudeg, Ayam Geprek Muncul Jadi Ikon Baru Mahasiswa

Bagikan :
Ilustrasi Kuliner Jogja Tak Lagi Identik dengan Gudeg, Ayam Geprek Muncul Jadi Ikon Baru Mahasiswa/Unsplash

TUGUJOGJA – Yogyakarta sejak lama dikenal sebagai kota pelajar sekaligus destinasi wisata kuliner. Selama bertahun-tahun, gudeg dianggap sebagai ikon makanan khas Jogja yang selalu diburu wisatawan.

 

Namun, dalam satu dekade terakhir, citra kuliner kota ini mulai bergeser. Di kalangan mahasiswa, terutama mereka yang datang dari luar daerah, ayam geprek justru menjelma menjadi simbol baru kuliner Jogja yang tak kalah populer dari gudeg.

Dari Gudeg ke Ayam Geprek: Pergeseran Ikon Kuliner Jogja

Gudeg memang lekat dengan sejarah dan budaya Yogyakarta. Cita rasanya yang manis berpadu dengan kuah kental santan menjadikannya kuliner tradisional yang ikonik. Namun, selera generasi muda kini semakin dinamis.

Mahasiswa yang membutuhkan makanan cepat saji, terjangkau, dan bisa disesuaikan tingkat kepedasannya, lebih memilih ayam geprek dibandingkan gudeg.

Fenomena ini bermula sekitar tahun 2010-an ketika warung-warung ayam geprek mulai bermunculan di sekitar kampus besar seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), hingga Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Menu sederhana berupa ayam goreng tepung yang digeprek bersama sambal pedas langsung mencuri perhatian mahasiswa karena praktis, murah, dan cocok dengan lidah anak muda.

Baca juga  Anggur Orang Tua Setop Produksi Anggur Merah Kaliurang dan Anggur Hijau Parangtritis

Alasan Ayam Geprek Jadi Favorit Mahasiswa

Ada beberapa faktor yang membuat ayam geprek begitu digemari di Jogja:

  1. Harga Terjangkau
    Mahasiswa tentu membutuhkan makanan yang ramah kantong. Dengan kisaran harga Rp10.000โ€“Rp20.000, ayam geprek menjadi solusi makan hemat tanpa mengorbankan rasa.
  2. Fleksibilitas Rasa
    Tingkat kepedasan bisa dipilih sesuai selera, mulai dari level rendah hingga super pedas. Fleksibilitas inilah yang membuat ayam geprek lebih variatif dibandingkan gudeg yang memiliki cita rasa dominan manis.
  3. Mudah Ditemukan
    Hampir di setiap sudut Jogja, terutama kawasan kos mahasiswa, warung ayam geprek berjejer dengan aneka variasi menu. Bahkan beberapa brand lokal sukses berkembang menjadi franchise nasional berawal dari kota ini.
  4. Praktis dan Cepat Disajikan
    Gaya hidup mahasiswa yang serba cepat membuat ayam geprek jadi pilihan utama. Cukup menunggu beberapa menit, seporsi nasi hangat, ayam, dan sambal sudah siap disantap.

Dari Warung Sederhana hingga Franchise Nasional

Kesuksesan ayam geprek di Jogja tidak hanya berhenti pada popularitas di kalangan mahasiswa. Banyak warung ayam geprek lokal yang kemudian berkembang menjadi jaringan usaha besar.

Baca juga  Long Weekend, Ini Jadwal KRL Jogja Solo Jumat 30 Mei 2025: Rute Stasiun Tugu sampai Palur

Sebut saja Geprek Bensu, Ayam Geprek Saโ€™i, hingga berbagai brand lokal lain yang kini memiliki cabang di berbagai kota Indonesia. Fenomena ini membuktikan bahwa Jogja bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga tempat lahirnya tren kuliner baru.

Gudeg Tetap Ikonik, Tapi Ayam Geprek Lebih Membumi

Meski ayam geprek kini mendominasi sebagai makanan favorit mahasiswa, gudeg tetap memiliki tempat spesial dalam dunia kuliner Jogja.

Gudeg adalah simbol budaya dan identitas kota, sedangkan ayam geprek lebih merepresentasikan gaya hidup generasi muda yang praktis dan dinamis. Dengan kata lain, gudeg adalah wajah tradisional Jogja, sementara ayam geprek menjadi ikon kekinian yang membumi di kalangan pelajar dan perantau.

Pergeseran tren kuliner di Yogyakarta menunjukkan bagaimana selera masyarakat, khususnya mahasiswa, ikut membentuk identitas baru kota ini.

Jika dulu Jogja identik dengan gudeg, kini ayam geprek hadir sebagai ikon kuliner baru yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan mahasiswa. Murah, pedas, dan mudah dijangkau, ayam geprek berhasil mengukuhkan diri sebagai makanan khas generasi muda Jogja.

Baca juga  3 Pasang Calon Paskibraka DIY Ikuti Seleksi Pusat, Sri Paduka Beri Pesan Menggetarkan Hati

***

situs togel resmi

situs togel resmi

sangkarbet resmi

sangkarbet resmi

situ pools resmi

situs togel terpercaya

slot gacor terpercaya

sangkarbet

link slot gacor

sangkarbet

sangkarbet login

sangkarbet

sangkarbet

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13โ€“19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogjaโ€“Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Soloโ€“Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

6129583033871878726

Ketika Display Kebudayaan Menambah Meriah Upacara Penurunan Bendera di Istana Negara Yogyakarta

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

film pendek mijil

Film Pendek โ€œMijilโ€ Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah