
TUGU JOGJA – Suasana haru, rindu, dan lega menyelimuti stasiun-stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta pada Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi hingga menjelang siang, ribuan pemudik terus berdatangan, membawa cerita perjalanan panjang demi satu tujuan: pulang ke rumah.
Hingga pukul 12.00 WIB, PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 30.812 penumpang tiba di berbagai stasiun. Angka itu menjadi bagian dari total 53.287 penumpang kereta api jarak jauh yang tercatat datang dan berangkat pada hari ke-11 masa Angkutan Lebaran 2026, yang juga bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.
Meski angka kedatangan sudah menembus puluhan ribu, PT KAI memastikan arus mudik belum mencapai puncaknya.
Gelombang Kedatangan Masih Terus Menguat
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa arus kedatangan pemudik masih akan terus meningkat dalam waktu dekat.
โPada Hari Raya Idul Fitri hari ini, arus kedatangan masih tinggi. Bahkan, kami memprediksi puncak arus kedatangan akan terjadi pada 22 Maret 2026, dengan angka yang berpotensi melampaui 30 ribu penumpang dalam sehari,โ ujar Feni.
Prediksi tersebut bukan tanpa dasar. Data sementara menunjukkan angka kedatangan untuk 22 Maret telah menembus 30.207 penumpang, dan diperkirakan akan menjadi rekor tertinggi selama masa Angkutan Lebaran tahun ini.
Di tengah derasnya arus kedatangan, aktivitas keberangkatan juga tetap berjalan. Hingga siang hari, sebanyak 22.475 penumpang tercatat meninggalkan wilayah Daop 6 Yogyakarta menggunakan kereta api jarak jauh.
Namun, angka tersebut masih bersifat dinamis. Penjualan tiket terus berlangsung hingga tengah malam, sehingga jumlah penumpang berpotensi terus bertambah.
Stasiun Yogyakarta Jadi Titik Paling Sibuk
Kepadatan penumpang terlihat paling mencolok di sejumlah stasiun utama. Stasiun Yogyakarta menjadi titik dengan volume kedatangan tertinggi, mencapai 10.816 penumpang hingga siang hari.
Disusul Stasiun Solobalapan dengan 6.778 penumpang, Lempuyangan sebanyak 3.311 penumpang, Klaten 2.850 penumpang, Purwosari 1.425 penumpang, dan Wates 1.103 penumpang.
Di sisi keberangkatan, Stasiun Yogyakarta juga mendominasi dengan 7.025 penumpang yang berangkat. Solobalapan mencatat 4.663 penumpang, Lempuyangan 3.839 penumpang, Klaten 1.617 penumpang, Purwosari 1.509 penumpang, dan Wates 853 penumpang.
Di balik angka-angka itu, tersimpan kisah manusia yang tak tergantikanโpelukan hangat di peron, air mata bahagia, hingga senyum lega setelah perjalanan panjang.
Seorang pemudik asal Jakarta, misalnya, mengaku rela berdiri berjam-jam di kereta demi bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di Klaten.
โSaya tidak mudik dua tahun terakhir. Tahun ini harus pulang, apa pun kondisinya,โ ujarnya sambil menggenggam erat tangan anaknya.
Tiket Masih Tersedia, Kesempatan Mudik Belum Tertutup
Di tengah tingginya mobilitas penumpang, KAI memastikan peluang untuk mudik masih terbuka. Hingga Sabtu siang, masih tersedia 5.131 tiket untuk keberangkatan hingga tengah malam.
Secara keseluruhan, tingkat keterisian tiket Angkutan Lebaran periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 450.044 tiket atau sekitar 85 persen dari total kapasitas 533.270 tiket.
Artinya, masih ada sekitar 49.596 tiket yang dapat dipesan masyarakat hingga akhir masa angkutan Lebaran.
KAI pun mengimbau masyarakat agar segera melakukan pemesanan, baik untuk perjalanan mudik maupun arus balik, guna menghindari kehabisan tiket.
Imbauan untuk Perjalanan yang Lebih Nyaman
Selain memastikan ketersediaan tiket, KAI juga mengingatkan para penumpang untuk lebih cermat mengatur waktu perjalanan menuju stasiun.
Penumpang diminta memeriksa kembali jadwal keberangkatan dan datang lebih awal agar tidak terburu-buru. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran perjalanan di tengah tingginya volume penumpang.
KAI juga mendorong masyarakat memanfaatkan fitur Connecting Train atau kereta persambungan sebagai alternatif perjalanan, terutama bagi relasi yang sudah penuh.
Tiket dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal resmi lainnya.
Lebaran, Tentang Pulang dan Harapan
Di balik kepadatan angka dan data, mudik tetap menjadi cerita tentang manusiaโtentang anak yang kembali memeluk orang tua, tentang kampung halaman yang selalu dirindukan, dan tentang harapan yang kembali dirajut.
Sabtu ini mungkin belum menjadi puncak arus mudik. Namun, suasana di stasiun-stasiun Daop 6 Yogyakarta sudah cukup menggambarkan satu hal: perjalanan pulang selalu memiliki tempat istimewa di hati setiap orang. Dan besok, gelombang itu akan mencapai puncaknyaโmembawa lebih banyak cerita, lebih banyak pelukan, dan lebih banyak air mata bahagia.(ef linangkung)