
TUGUJOGJA – Tren busana Lebaran 2026 mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Outfit rompi lepas diprediksi jadi model favorit Idul Fitri, menggantikan shimmer dan warna burgundy yang populer sebelumnya.
Meski bulan Ramadhan masih cukup jauh, perbincangan soal tren busana Lebaran sudah lebih dulu ramai di media sosial. Menariknya, yang menjadi sorotan kali ini bukan tren untuk Idul Fitri 2025, melainkan prediksi gaya baju Lebaran tahun 2026. Fenomena ini pun langsung menyita perhatian warganet karena dianggap terlalu dini, namun sekaligus membuat penasaran.
Awal mula kehebohan tersebut berasal dari sebuah video yang diunggah akun TikTok @sudartiindraaa. Dalam unggahan singkat itu, muncul sosok ibu-ibu yang wajahnya sudah tidak asing lagi bagi pengguna media sosial. Setiap menjelang Lebaran, ia kerap tampil dengan busana yang disebut-sebut menjadi gambaran tren baju yang akan ramai di pasaran.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya publik sempat dibuat terpikat dengan baju shimmer berkilau atau pilihan warna burgundy yang terlihat mewah dan elegan, suasana Lebaran 2026 diprediksi akan membawa nuansa berbeda. Kali ini, perhatian tertuju pada model busana muslim yang tampil lebih sederhana, namun tetap memberikan kesan modis.
Dalam video viral tersebut, sang ibu terlihat mengenakan gamis bernuansa biru denim dengan sentuhan bordir bunga yang halus dan feminin. Detail bordir tersebut memberikan aksen manis tanpa membuat busana tampak berlebihan. Namun, elemen yang paling mencuri perhatian justru bukan pada gamisnya, melainkan luaran yang dikenakan di atasnya.
Luaran tersebut dikenal dengan sebutan โrompi lepasโ. Berbeda dari gamis terusan pada umumnya, rompi lepas memberikan kesan layering yang ringan dan fleksibel. Model ini memungkinkan pemakainya tampil lebih variatif tanpa harus mengenakan busana yang terlalu ramai. Dalam keterangan video, tertulis jelas bahwa rompi lepas disebut sebagai tren baju Lebaran 2026.
Konsep rompi lepas ini dinilai cocok untuk berbagai kalangan karena mudah dipadukan dengan gamis polos maupun bermotif. Selain itu, modelnya yang tidak menyatu dengan bagian utama busana membuatnya terlihat praktis dan tetap nyaman digunakan saat bersilaturahmi.
Unggahan tersebut pun langsung dibanjiri komentar dari warganet. Banyak yang merasa terkejut karena tren Lebaran 2026 sudah dibicarakan, padahal Lebaran 2025 saja belum berlangsung. Sebagian netizen menilai laju tren fashion terasa semakin cepat dari tahun ke tahun.
Ada yang berkomentar dengan nada heran sekaligus geli, menyebut bahwa puasa belum dimulai, tetapi bocoran tren sudah melompat jauh ke depan. Tidak sedikit pula yang menanggapi dengan candaan, terutama mereka yang masih menyimpan koleksi baju shimmer dari Lebaran sebelumnya.
Beberapa komentar bernuansa humor menyebut bahwa era baju mengilap tampaknya mulai ditinggalkan dan digantikan dengan gaya rompi lepas yang lebih santai. Meski demikian, ada juga yang justru antusias dan mengaku tertarik mencoba model busana tersebut untuk Lebaran mendatang.
Sosok ibu yang tampil dalam video tersebut memang kerap dianggap sebagai โpenanda trenโ tidak resmi. Setiap kali ia muncul dengan model busana tertentu, banyak pedagang pakaian, terutama di pusat grosir seperti Tanah Abang, disebut-sebut mulai menyesuaikan stok dan model jualannya. Tidak heran jika penampilannya sering dijadikan acuan oleh pelaku usaha mode muslim.
Munculnya tren rompi lepas ini sekaligus menghidupkan kembali diskusi klasik di kalangan masyarakat, yakni soal waktu terbaik untuk membeli baju Lebaran. Ada yang berpendapat bahwa berbelanja sejak jauh hari, misalnya sekitar 30 hari sebelum Lebaran, jauh lebih nyaman karena tidak perlu berdesakan dan pilihan model masih lengkap.
Di sisi lain, sebagian orang justru memilih berburu baju mendekati hari raya, bahkan hanya 3 hari sebelum Lebaran. Alasannya sederhana, potongan harga biasanya lebih besar dan suasana belanja menjelang takbiran memberikan sensasi tersendiri.
Perdebatan soal waktu belanja ini tampaknya akan terus berulang setiap tahun, seiring munculnya tren busana baru yang selalu datang lebih cepat dari perkiraan. Tren rompi lepas untuk Lebaran 2026 menjadi contoh nyata bagaimana dunia fashion bergerak dinamis dan sulit ditebak.
Pada akhirnya, soal mengikuti tren atau tetap setia dengan koleksi lama kembali pada selera masing-masing. Ada yang senang tampil mengikuti gaya terbaru, ada pula yang lebih nyaman mengenakan busana favorit dari tahun sebelumnya. Yang terpenting, busana Lebaran tetap mencerminkan kenyamanan dan kebahagiaan saat merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
***