4.307 Anak Kunjungi Taman Edukasi Lalu Lintas Kota Yogyakarta Sepanjang 2025, Dishub Tanamkan Budaya Tertib Sejak Dini

Bagikan :
Taman Edukasi Lalu Lintas Kota Yogyakarta/Foto: Pemkot Yogyakarta

TUGUJOGJA— Riuh tawa anak-anak memecah suasana pagi di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Di tengah lintasan mini, rambu warna-warni, dan marka jalan yang tertata rapi, ratusan pasang mata kecil menyimak arahan petugas dengan penuh antusias.

Tempat itu bernama Taman Edukasi Lalu Lintas Kota Yogyakarta, ruang belajar terbuka yang terus tumbuh menjadi pusat pembentukan karakter disiplin berlalu lintas sejak usia dini.

Kunjungan ke Taman Edukasi Lalu Lintas Kota Yogyakarta

Sepanjang tahun 2025, Taman Edukasi Lalu Lintas milik Pemerintah Kota Yogyakarta ini mencatat capaian membanggakan. Sebanyak 4.307 pengunjung datang dan mengikuti kegiatan pembelajaran keselamatan berlalu lintas.

Mayoritas pengunjung berasal dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD) dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Angka tersebut menegaskan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap peran taman edukasi ini sebagai sarana pembelajaran yang efektif, menyenangkan, sekaligus bermakna.

Kepala Seksi Bimbingan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Deni Hermawati, menyampaikan bahwa jumlah kunjungan pada 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten daripada tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Gandeng Maskapai China untuk Penerbangan Umrah dan Wisata

“Pada tahun 2025, kami mencatat 4.307 peserta. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.787 peserta dan tahun 2023 sebanyak 3.132 peserta,” ujar Deni pada Senin (12/1/2026).

Deni menegaskan bahwa peningkatan tersebut tidak terjadi secara kebetulan. dinas terkait terus melakukan pembenahan metode pembelajaran, meningkatkan kualitas fasilitas, serta memperkuat pendekatan edukasi yang ramah anak.

Kegiatan Pembelajaran

Taman Edukasi Lalu Lintas juga menjalankan fungsi strategis sebagai laboratorium pembelajaran keselamatan jalan. Setiap sesi kegiatan secara sistematis agar anak-anak mampu memahami konsep berlalu lintas secara utuh.

Kegiatan pembelajaran ke dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, petugas menyampaikan materi teori yang mencakup etika berlalu lintas, pengenalan rambu-rambu, fungsi marka jalan, serta pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Kami menyampaikan materi dengan bahasa sederhana, visual menarik, dan pendekatan komunikatif agar anak-anak mudah memahami,” jelas Deni.

Petugas tidak hanya berbicara di depan kelas. Mereka mengajak anak-anak berdialog, bertanya, dan merespons secara aktif. Setelah memahami teori, anak-anak langsung memasuki sesi kedua, yakni praktik lapangan.

Baca juga  Sleman City Hall Hidupkan November dengan Deretan Event Besar dan Promo Menarik Sepanjang Bulan

Di area taman yang menyerupai kondisi jalan raya, mereka mempraktikkan cara menyeberang jalan dengan benar, mengenali marka, memahami lampu lalu lintas, serta belajar menghargai pengguna jalan lain.

Anak-anak berperan sebagai pejalan kaki, pengendara sepeda, hingga pengemudi kendaraan mini. Melalui simulasi tersebut, mereka belajar mengambil keputusan, memahami risiko, dan menumbuhkan sikap disiplin sejak dini.

Metode praktik langsung ini membuat pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi berlanjut pada pembentukan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Akses kunjungan Taman Edukasi Lalu Lintas terbuka bagi masyarakat dan lembaga pendidikan. Sekolah yang ingin mengajukan kunjungan dapat menghubungi telepon 0274-410002 atau WhatsApp 0895-2515-8077.

“Sekolah cukup mengajukan surat permohonan kunjungan yang ditujukan kepada Kepala Dishub Kota Yogyakarta. Prosedurnya sederhana dan mudah,” terang Deni.

Setiap kunjungan mendapatkan pendampingan petugas yang terlatih agar proses pembelajaran berjalan optimal dan aman.Taman Edukasi Lalu Lintas Kota Yogyakarta beroperasi pada hari kerja.

Pada Senin hingga Kamis, taman buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB. Sementara itu, pada hari Jumat, layanan beroperasi hingga pukul 14.30 WIB.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Gandeng URindo dan Profesor Jepang untuk Rancang Peta Kebencanaan Ramah Lansia

Jam operasional tersebut sesuai dengan jadwal sekolah sehingga memudahkan lembaga pendidikan untuk merencanakan kunjungan edukatif.

Melalui Taman Edukasi Lalu Lintas, Pemkot Yogyakarta menanamkan investasi jangka panjang dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Edukasi sejak usia dini akan membentuk generasi yang sadar aturan, menghargai keselamatan, dan bertanggung jawab di jalan raya. (ef linangkung)

bandar togel

link gacor

toto togel

monperatoto

monperatoto

link gacor

situs togel

toto togel

toto togel

slot gacor

situs togel

link gacor

monperatoto

monperatoto

monperatoto

situs toto

monperatoto

toto slot

slot

situs toto

monperatoto

monperatoto

monperatoto

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai