Lukisan Bunga Abundance Anton Afganial Menjelma Busana Mewah, Kolaborasi PURANA dan PURAGRAPH Hadirkan Livable Art dari Yogyakarta

Bagikan :
Lukisan Bunga Abundance Anton Afganial/Istimewa

TUGUJOGJA– Sebuah lukisan bunga yang lahir dari rasa syukur dan refleksi tentang kelimpahan hidup kini menemukan kehidupan baru. Tidak lagi hanya menggantung di dinding galeri seni, karya bertajuk Abundance milik seniman asal Daerah Istimewa Yogyakarta, Anton Afganial, kini bertransformasi menjadi koleksi fashion eksklusif.

Karya tersebut merupakan kolaborasi bersama PURANA dan PURAGRAPH, dua label resort wear dan fashion kontemporer papan atas Indonesia.

Momentum bersejarah itu berlangsung di ruang kreatif rindang Hörbiss, YATS Colony Yogyakarta, Sabtu. Di tempat itulah kolaborasi lintas disiplin antara seni lukis dan dunia mode resmi diperkenalkan kepada publik melalui sebuah pameran privat berkonsep tinggi.

Tema Koleksi Karya Anton Afganial

Tema utama koleksi ini berangkat dari lukisan bunga Abundance, karya Anton Afganial. Karya ini terinspirasi dari makna kelimpahan, rasa syukur, dan kebahagiaan sederhana dalam kehidupan. Sapuan kuas yang selama ini menjadi identitas kuat Anton diterjemahkan menjadi motif utama dalam koleksi resort wear elegan milik PURANA.

Gaun-gaun panjang dengan siluet mengalir, material premium, serta permainan warna yang lembut membuat motif bunga hasil interpretasi karya Anton tampil hidup. Setiap detail seolah memperlihatkan bagaimana seni lukis mampu menyatu secara utuh dengan dunia fashion tanpa kehilangan ruh artistiknya.

Berbeda dengan PURANA, PURAGRAPH justru memilih pendekatan yang kontras. Label tersebut menghadirkan rangkaian atasan monokrom hitam dan putih tanpa motif dengan konsep patternless deconstructive tops.

Baca juga  Program ASIK, Gerakan Kolaboratif yang Bangun Ruang Aman Kesehatan Jiwa bagi Generasi Muda DIY

Potongan-potongan busana yang mengedepankan konstruksi struktural itu menjadi panggung bagi selembar statement patch langsung dari reproduksi karya Anton dan dijahit secara presisi.

Kontras tersebut justru melahirkan harmoni. Di satu sisi hadir kelembutan bunga-bunga penuh warna, sementara di sisi lain berdiri kokoh garis-garis tegas dalam balutan hitam putih. Dua karakter yang berbeda itu bertemu dalam satu narasi besar tentang seni yang hidup bersama pemakainya.

Founder sekaligus Chief Creative Officer PURANA, Nonita Respati, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata filosofi Livable Art, yakni seni yang tidak berhenti sebagai objek visual semata, melainkan menjadi bagian dari kehidupan manusia.

“Livable Art adalah tentang bercerita lewat apa yang kita kenakan. Melalui lensa arsitektural Anton, aliran motif Purana dan dekonstruksi monokrom Puragraph menemukan suara yang seimbang dan menyatu. Dengan menyematkan sapuan kuas Abundance ke dalam motif dasar orisinal kami, kami menciptakan Livable Art dalam arti sesungguhnya, seni yang tidak hanya Anda lihat, tetapi seni yang Anda tinggali dan rasakan sehari-hari,” ujar Nonita.

Pengalaman Baru

Anton Afganial mengaku kolaborasi tersebut memberikan pengalaman baru dalam perjalanan kariernya sebagai seniman. Selama bertahun-tahun ia menghadirkan karya-karya yang berbicara mengenai emosi, rasa syukur, dan kehidupan melalui media kanvas.

Baca juga  Gerakan Bersama Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemerintah Tegaskan Ruang Aman sebagai Pondasi Jogja Istimewa

Namun kali ini, ia melihat karya itu benar-benar hidup bersama manusia. Menurut Anton, energi kreatif yang hadir di YATS Colony menjadi ruang yang sangat tepat untuk mempertemukan seni rupa dengan dunia mode.

“Abundance saya lukis untuk merayakan kebahagiaan-kebahagiaan sederhana dalam hidup. Melihat emosi-emosi itu keluar dari kanvas datar untuk dihidupi di atas kain, mengalir anggun pada sutra Purana dan hadir sebagai lencana struktural pada katun polos Puragraph, membuat tubuh manusia menjadi galeri utama yang bergerak,” kata Anton.

Di balik kemegahan koleksi tersebut, tersimpan cerita sederhana yang menjadi akar lahirnya lukisan Abundance. Anton mengungkapkan bahwa karya bunga itu sebenarnya lahir dari refleksi pribadi tentang rasa syukur kepada Tuhan atas berbagai kelimpahan kehidupan.

Ia menuangkan rasa syukur tersebut melalui bunga-bunga bermekaran, warna-warna hidup, serta sapuan kuas ekspresif yang menjadi ciri khas setiap karyanya.

Tidak heran apabila lukisan itu kemudian mampu menyampaikan emosi positif kepada siapa saja yang menikmatinya. Anton pun mengaku bangga karena untuk pertama kalinya karya seninya benar-benar menjadi bagian dari sebuah produk fashion.

Baca juga  Yogyakarta Diserbu Turis Asing Saat Libur Musim Panas 2026, Ini Destinasi Wisata yang Paling Diburu

“Terus terang ini baru pertama kali karya saya dipakai untuk produk fashion. Pernah sekali, tetapi itu hanya untuk karya instalasi,” ungkap Anton.

Lead Designer sekaligus representasi PURAGRAPH, Maritza Putri, menjelaskan pihaknya sengaja mempertahankan karakter minimalis melalui busana hitam putih tanpa motif agar perhatian utama tetap tertuju pada karya seni Anton.

“Atasan hitam dan putih dekonstruktif polos khas Puragraph bertindak sebagai jangkar esensial yang memperkokoh seluruh pameran ini. Fokus kami pada konstruksi mentah tanpa motif menyediakan garis-garis tenang namun kuat yang membiarkan statement patch artistik Anton melompat keluar dari kain dengan kontras luar biasa. Ini memberi ruang bagi generasi muda kreatif untuk mengenakan karya seni ini sebagai lencana kehormatan yang langka,” katanya.

Melalui Abundance, Anton Afganial tidak hanya memperlihatkan keindahan bunga sebagai objek visual. Ia mengajak setiap orang mengenakan makna kelimpahan, merasakan rasa syukur, dan membawa seni ke dalam kehidupan sehari-hari. (ef linangkung)

situs toto

slot gacor

slot resmi

toto togel

link bento4d

situs togel

slot resmi

slot resmi

link slot

toto togel

slot gacor

slot gacor hari ini

link slot

link gacor

toto slot

toto slot

situs togel

slot resmi

bento4d

bento4d

Berita Terbaru

pexels-defrinomaasy-31679224 (2)
Cara Cek PIP 2026 yang Belum Cair Lewat HP, Ini Penyebab Dana Belum Masuk Rekening
christian-wiediger-GWkioAj5aB4-unsplash
Bot Telegram EDABU BPJS BOT Resmi atau Penipuan? BPJS Kesehatan Buka Suara Soal Isu Kebocoran Data
6307631852319086698
KAI Daop 6 Tutup Perlintasan Tak Terjaga di Sentolo, Sudah 10 Titik Ditutup Sepanjang 2026
Screenshot_2026-08-04-09-19-28-849_com.google.android.apps
Pantai Wediombo Kembali Jadi Habitat Penyu Lekang, Puluhan Tukik Dilepas ke Laut
tugu-diy
Inflasi DIY Naik 2,54 Persen pada Juli 2026, Emas Perhiasan hingga Beras Dongkrak Biaya Hidup

Sedang Banyak Dibaca

mufid-majnun-P4ONXslEkxM-unsplash

Cara Menukarkan Uang Baru 2026 di Bank: Panduan Lengkap untuk Masyarakat

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

clars-puk-RLzwwA4EfxA-unsplash

Geopark Nasional Jogja Resmi Ditetapkan, Ini Daftar 24 Geosite, Biosite, dan Cultural Site Beserta Daya Tariknya

film pendek mijil

Film Pendek “Mijil” Angkat Kisah Tiga Pemuda Candirejo Ubah Lahan Kering Jadi Sentra Bawang Merah