TUGUJOGJA – Tren Strava Art atau membuat gambar dari jalur GPS saat berlari tengah menarik perhatian para pelari di Yogyakarta. Bukan sekadar mengejar jarak dan waktu, pelari juga merancang rute tertentu agar rekamannya di aplikasi Strava membentuk gambar ketika dilihat di peta.
Di Jogja, terdapat sejumlah rute yang dibuat menyerupai bentuk hewan. Dua di antaranya adalah rute kucing di kawasan Kampus UGM dan rute anjing yang melintasi sejumlah kawasan di pusat Kota Yogyakarta.
Keduanya memiliki karakter jalur dan jarak yang berbeda. Rute kucing memiliki panjang sekitar 5 kilometer, sedangkan rute anjing mencapai lebih dari 10 kilometer.
Rute Kucing UGM Sekitar 5 Kilometer
Rute kucing berada di kawasan Kampus UGM. Jalur ini populer di kalangan pelari yang ingin mencoba Strava Art karena dalam satu putaran rute dapat membentuk siluet menyerupai kucing.
Jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer untuk satu putaran penuh. Titik awal yang biasa digunakan berada di sekitar Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM atau Grha Sabha Pramana (GSP).
Dari GIK, jalur mengarah ke utara melalui Jalan Pancasila atau Boulevard UGM. Setelah itu, rute berputar di sekitar area GSP untuk membentuk bagian kepala dan telinga kucing.
Jalur kemudian bergerak ke arah selatan melalui Jalan Bhinneka Tunggal Ika hingga kawasan Wisdom Park untuk melengkapi bagian tubuh atau ekor pada gambar yang dihasilkan.
Selain bentuk rutenya, kawasan ini juga dikenal dengan jalur yang relatif rindang dan lingkungan kampus yang menjadi salah satu daya tarik bagi pelari.
Ada Perubahan Penggunaan Area Lari di UGM
Pelari yang ingin mencoba rute kucing perlu memperhatikan informasi terbaru mengenai penggunaan kawasan Kampus UGM.
Berdasarkan informasi yang tersedia, sejak akhir 2025 terdapat aturan mengenai aktivitas olahraga di area akademik, termasuk kawasan Boulevard dan GSP. Aktivitas lari kemudian dipusatkan di kawasan Wisdom Park UGM.
Karena terdapat aturan penggunaan kawasan kampus, pelari sebaiknya memastikan ketentuan yang berlaku sebelum mencoba rute tersebut. Jangan mengabaikan aturan kampus hanya demi mendapatkan bentuk gambar yang sempurna di Strava.
Rute Anjing di Pusat Kota Jogja
Selain kucing, ada pula rute lari yang dibuat menyerupai bentuk anjing. Berbeda dengan rute kucing yang berada di kawasan kampus, rute ini melintasi jalan-jalan di pusat Kota Yogyakarta.
Jaraknya berada di kisaran 10,13 hingga 10,6 kilometer. Salah satu titik awal yang digunakan komunitas pelari adalah Space Coffee Malioboro atau kawasan di sekitar pusat kota.
Rute tersebut melewati sejumlah kawasan, antara lain Bumijo, Kotabaru, Pringgokusuman, Tegalpanggung, Ngampilan, hingga Bausasran.
Karakter jalurnya juga lebih kompleks karena memadukan jalan raya dan gang-gang permukiman. Pelari perlu memperhatikan navigasi agar tetap mengikuti jalur yang sudah dirancang untuk membentuk gambar anjing di peta Strava.
Karena melewati lalu lintas perkotaan dan sejumlah gang yang relatif sempit, pelari juga perlu memperhatikan kondisi jalan serta pengguna jalan lainnya.
Cara Membuat Strava Art dengan Rute yang Sudah Ada
Membuat Strava Art tidak cukup dengan berlari tanpa perencanaan. Bentuk gambar baru akan terlihat jika jalur GPS yang ditempuh mengikuti pola tertentu.
Salah satu cara yang dapat digunakan adalah mencari file GPX dari rute yang sudah dibuat. File tersebut dapat diperoleh melalui komunitas atau kreator rute yang membagikannya.
Setelah mendapatkan file GPX, rute dapat diunggah ke Strava untuk digunakan sebagai panduan. Pelari juga dapat memasang rute tersebut pada smartwatch yang mendukung navigasi sehingga arah dan belokan dapat diikuti selama berlari.
Dengan mengikuti peta navigasi, pelari tidak perlu menghafalkan seluruh belokan secara manual. Jalur yang ditempuh pun dapat lebih sesuai dengan pola gambar yang ingin dibuat.
Rute kucing dan anjing memiliki karakter berbeda. Rute kucing sekitar 5 kilometer dan berbentuk loop di kawasan UGM, sedangkan rute anjing memiliki jarak lebih dari 10 kilometer serta melewati area perkotaan dengan kombinasi jalan besar dan gang.
Bagi yang baru mencoba Strava Art, memahami peta sebelum berlari menjadi bagian penting dari persiapan. Selain mengejar bentuk gambar, keselamatan selama mengikuti rute tetap perlu menjadi perhatian, terutama pada jalur yang beririsan dengan lalu lintas kendaraan.
Sebelum berangkat, pastikan rute yang digunakan masih dapat dilalui, cek aturan kawasan yang dilewati, dan gunakan navigasi agar jalur yang ditempuh tetap sesuai dengan rancangan Strava Art.***





