
TUGU JOGJA – Wisata Tandem Paralayang Giri Sembung di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, menjadi salah satu pilihan sport tourism yang semakin menarik perhatian wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengunjung dapat menikmati pengalaman terbang bersama pilot berlisensi tanpa harus memiliki kemampuan atau pengalaman paralayang sebelumnya.
Hingga saat ini, kawasan Giri Sembung terus dipersiapkan sebagai destinasi wisata berkualitas yang menggabungkan panorama alam Perbukitan Menoreh dengan aktivitas olahraga dirgantara.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata di wilayah utara Kulon Progo.
Pengalaman yang ditawarkan berbeda dari wisata alam pada umumnya. Dalam beberapa menit setelah lepas landas dari puncak bukit, wisatawan dapat melihat hamparan sawah, permukiman, hingga gugusan perbukitan hijau dari sudut pandang yang jarang ditemui di destinasi lain.
Menikmati Perbukitan Menoreh dari Udara
Bagi wisatawan yang biasa menikmati Menoreh melalui gardu pandang atau jalur wisata alam, penerbangan tandem memberikan pengalaman yang jauh berbeda.
Parasut mulai mengembang di area lepas landas sebelum perlahan membawa peserta melayang mengikuti arah angin.
Dari atas, bentang alam Menoreh terlihat menyerupai hamparan hijau yang membentang luas, sementara petak-petak persawahan tampak seperti mozaik alami.
Saat cuaca cerah, panorama semakin lengkap dengan siluet Gunung Merapi dan Gunung Merbabu yang terlihat di kejauhan. Kondisi tersebut menjadi salah satu momen yang banyak diburu wisatawan maupun pemburu fotografi lanskap.
Wisata Bisa Diikuti Pemula
Salah satu daya tarik utama Tandem Paralayang Giri Sembung adalah kemudahan bagi wisatawan yang baru pertama kali mencoba olahraga udara.
Seluruh penerbangan dilakukan secara tandem bersama pilot profesional yang mengendalikan penerbangan sejak proses lepas landas hingga mendarat.
Sebelum terbang, peserta terlebih dahulu memperoleh pengarahan mengenai prosedur keselamatan, penggunaan perlengkapan, serta tahapan selama berada di udara.
Pendampingan tersebut membuat wisatawan dapat menikmati pengalaman terbang dengan lebih nyaman.
Faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama. Penggunaan peralatan sesuai standar dipadukan dengan perlindungan asuransi selama kegiatan berlangsung.
Bagian dari Pengembangan Sport Tourism Kulon Progo
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, kawasan Kalibawang dan Perbukitan Menoreh terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan yang mengombinasikan keindahan alam dengan aktivitas sport tourism.
Keberadaan Giri Sembung sebagai lokasi paralayang telah dipersiapkan sejak beberapa tahun terakhir melalui pengembangan fasilitas serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas olahraga dirgantara.
Pada 2021, kawasan tersebut mulai dikenal sebagai lokasi potensial untuk aktivitas paralayang. Berbagai festival olahraga dirgantara kemudian digelar untuk memperkenalkan potensi wisata tersebut kepada masyarakat.
Dalam pengembangan terbaru, Giri Sembung juga dipersiapkan menjadi salah satu lokasi take-off paralayang baru di Pulau Jawa sekaligus mendukung konsep quality tourism di Kulon Progo.
Tidak Hanya Paralayang
Selain menikmati penerbangan tandem, kawasan Giri Sembung juga menghadirkan sejumlah aktivitas wisata alam.
Sunrise Camp
Suasana pagi di puncak Perbukitan Menoreh menjadi salah satu daya tarik kawasan ini. Kabut tipis yang menyelimuti lembah berpadu dengan cahaya matahari yang perlahan muncul dari balik cakrawala.
Panorama tersebut membuat aktivitas berkemah sambil menunggu matahari terbit menjadi pilihan banyak pengunjung.
Jelajah Alam Menoreh
Lingkungan sekitar Giri Sembung masih mempertahankan suasana pedesaan yang asri.
Udara pegunungan yang sejuk, vegetasi hijau, dan lanskap khas Menoreh menghadirkan pengalaman berbeda dibanding kawasan wisata perkotaan.
Spot Fotografi
Hampir setiap sudut kawasan menawarkan latar menarik bagi pencinta fotografi.
Mulai dari panorama bukit, persawahan, hingga langit senja yang membentang di atas Menoreh menjadi objek yang kerap diabadikan wisatawan.
Open Trip Dibuka Setiap Akhir Pekan
Berdasarkan informasi terbaru dari akun Instagram resmi @girisembung_official, pengelola secara rutin membuka program Open Trip bagi wisatawan yang ingin mencoba penerbangan tandem.
Program tersebut tersedia setiap Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional dengan kuota harian yang disesuaikan kondisi cuaca serta operasional penerbangan.
Promo penerbangan tandem saat ini dibanderol mulai Rp450.000 per orang.
Adapun fasilitas yang diperoleh peserta adalah sebagai berikut:
| Fasilitas | Keterangan |
|---|---|
| Pilot tandem berlisensi | Pendampingan penuh selama penerbangan |
| Shuttle menuju lokasi take-off | Termasuk dalam paket |
| Tiket masuk kawasan | Sudah termasuk |
| Meeting point | Disediakan pengelola |
| Asuransi | Berlaku selama kegiatan |
Peserta juga dapat menambah layanan dokumentasi untuk mengabadikan pengalaman terbang.
Pilihan dokumentasi meliputi:
- Dokumentasi kamera 360 derajat: Rp250.000 per orang.
- Dokumentasi GoPro: Rp150.000 per orang.
Destinasi Baru Menikmati Alam dari Langit
Perkembangan wisata Tandem Paralayang Giri Sembung memperkuat posisi Kulon Progo sebagai salah satu daerah yang mengembangkan sport tourism berbasis alam.
Wisatawan tidak hanya menikmati panorama Perbukitan Menoreh dari daratan, tetapi juga memperoleh pengalaman melihat bentang alam Yogyakarta dari udara bersama pilot profesional.
Dengan dukungan pengembangan kawasan, fasilitas keselamatan, serta program open trip yang dibuka secara berkala, Giri Sembung menjadi salah satu alternatif wisata petualangan bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berbeda saat berlibur ke Yogyakarta.