144 Koperasi Merah Putih di Gunungkidul Sudah Berbadan Hukum: Mayoritas Geluti Usaha Jasa

Bagikan :
Mayoritas Usaha Koperasi Merah Putih di Gunungkidul/Foto Ilustrasi: Freepik

TUGUJOGJA—Seluruh 144 kalurahan di Kabupaten Gunungkidul kini resmi memiliki Koperasi Merah Putih yang telah berbadan hukum. Fakta ini tidak hanya mengukuhkan keberadaan koperasi desa, tetapi juga membuka jalan panjang menuju kemandirian ekonomi rakyat.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono, menegaskan bahwa koperasi desa sudah mulai bergerak nyata. Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di 144 kalurahan kini telah mulai beroperasi.

Mayoritas koperasi tersebut menjalankan usaha jasa modern yang erat dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Mereka mengelola jasa drop point, layanan agen laku pandai, hingga kerja sama strategis dengan PT Pos, BPD DIY, dan Bank Mandiri.

“Aktivitas ini menandai langkah maju koperasi desa dalam menyatu dengan denyut ekonomi digital dan inklusi keuangan,” ungkapnyam

Namun, gebrakan itu tidak berhenti di situ. Sedikitnya 22 Koperasi Merah Putih sudah bersiap menjadi subpangkalan LPG 3 kilogram. Kehadiran koperasi sebagai penyalur gas melon akan memperkuat jaringan distribusi energi yang selama ini sering menyisakan masalah.

Baca juga  Pukul 06.54 WIB, Polisi Polda DIY Mulai Tembakan Gas Air Mata Pukul Mundur Demonstran Yogyakarta kembali berguncang

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, memaparkan bahwa peluang besar ini tidak bisa ditempuh begitu saja. Koperasi desa wajib memenuhi sejumlah persyaratan ketat.

“Syarat itu antara lain kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), kelayakan tempat usaha, serta kesanggupan memenuhi ketentuan dari Pertamina,” tegas Kelik.

Kelik mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah agen LPG untuk membuka ruang kerja sama. Dari hasil penjajakan itu, 22 koperasi siap melangkah menjadi subpangkalan resmi.

“Untuk sementara ini baru 22 Kopdes Merah Putih yang siap. Dimungkinkan jumlah ini masih akan bertambah ke depannya,” ujarnya.

Dengan keterlibatan koperasi desa, Kelik menaruh harapan besar agar distribusi LPG 3 kg di Gunungkidul berjalan lebih merata sekaligus tepat sasaran. Ia percaya koperasi yang berakar langsung di desa mampu menjaga keadilan distribusi, sekaligus mengikis praktik kelangkaan maupun permainan harga.

Langkah koperasi ini senada dengan semangat gotong royong yang selama ini menjadi jiwa masyarakat Gunungkidul. Kehadiran koperasi desa berbadan hukum tidak hanya sekadar simbol administrasi, tetapi juga penanda bahwa desa siap mengelola usahanya secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (ef linangkung)

Baca juga  Pemkab Bantul Gelar Pelatihan Manajemen Koperasi untuk Dukung Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru

kulinarea-1
Kulinarea 2026 Hadir di GIK UGM, Festival Kuliner yang Satukan Pelaku Industri hingga Pecinta Kuliner
images (14)
Panduan Rute ke KVille Kaliurang dari Pusat Kota Yogyakarta, Lewat Mana yang Paling Mudah?
fky 2025
Angkat Tema Aksara dan Literasi Budaya, Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026 pada 13–19 September
kulon progo
UMK Dominasi Investasi Kulon Progo, Realisasi Tembus Rp101,9 Miliar hingga Triwulan II 2026
Kisah Mistis Rumah Kentang Kotabaru
Misteri Rumah Kentang Kotabaru Jogja: dari Tragedi Wanita Kaya hingga Aroma Kentang Rebus

Sedang Banyak Dibaca

falaq-lazuardi-o1RFviW3km4-unsplash (1)

Jadwal Lengkap KRL Jogja–Solo Semua Stasiun: Update Terbaru untuk Perjalanan Harian

solo-jogja

Jadwal Lengkap KRL Solo–Jogja Terbaru: Rute, Tarif, dan Waktu Keberangkatan dari Semua Stasiun

Fenomena Kekeringan Gunungkidul

Derita Warga Klayu Tepus, Pipa Air Bersih Bertahun-tahun Terpasang tetapi Tak Mengalir

Sapi-sapi keluar dari Pasar Hewan Siyonoharjo.

Antraks Menghantui, Pasar Hewan di Gunungkidul Justru Makin Ramai

IMG_3413

UC Hotel UGM Tawarkan Ruang Meeting Jogja dan Paket Meeting Terjangkau di Lokasi Strategis