
TUGUJOGJA – Sebanyak 15 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan kesiapan untuk mengelola dapur bergizi guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.
Ketua Forum BUMDes se-DIY, Agus Kholig, mengungkapkan bahwa BUMDes dan BUMDesma (Badan Usaha Milik Desa Bersama) DIY akan membentuk 15 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) sebagai upaya konkret dalam mendukung program penanganan stunting di wilayah tersebut.
“Forum BUMDes dan BUMDesma DIY berkomitmen penuh menyukseskan Program MBG dengan membangun dapur bergizi di 15 titik. Ini adalah bagian dari peran desa dalam menyelesaikan masalah gizi anak,” ujar Agus, Senin (12/5/2025).
Agus menambahkan, pembangunan dapur-dapur MBG oleh BUMDes telah bermula sejak 28 Februari 2025. Saat ini, pembangunan sebagian besar dapur telah rampung, lengkap dengan peralatan dapur dan kendaraan operasional. Sementara itu, beberapa lainnya masih dalam tahap penyelesaian akhir.
“Sebagian sudah selesai pembangunannya, peralatan sudah komplet, mobil-mobil sudah tersedia juga. Sisanya masih finishing dan melengkapi alat serta transportasi,” jelasnya.
Adapun dapur SPPG yang dibangun terdiri dari dua tipe ukuran, yakni lima unit berukuran 20×20 meter dan sepuluh unit berukuran 15×20 meter.
Masing-masing dapur berdiri di atas lahan seluas 100 meter persegi. Proyek ini turut mendapat pendampingan konsultan dari PT Kalandra Nusantara dan PT Berkah Melimpah.
Dukungan dari Pemerintah Daerah DIY dan Kabupaten Sleman menurut Agus berperan besar dalam keberhasilan inisiatif ini. Beberapa dapur yang sudah siap operasional di antaranya SPPG Tridadi (BUMDes Tridadi Makmur), SPPG Jogotirto (Kapanewon Berbah), dan SPPG Krodan (Kapanewon Depok, Sleman).
“Solidaritas teman-teman Forum BUMDes dan BUMDesma menjadi kekuatan utama. Kami optimistis seluruh dapur bisa diluncurkan serentak pada 20 Mei 2025,” pungkasnya. (ef linangkung)